Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Mentari.

5.0
Komentar
1.4K
Penayangan
88
Bab

Hati Sekar hancur sehancur-hancurnya, disaat tahu suaminya selingkuh dengan orang yang sangat dekat dengannya. Seorang wanita yang ia perhatikan dan perdulikan karena merasa dia sangat berjasa dengan keluarga nya. Namun dengan mudahnya sang suami bilang khilaf dan meminta maaf atas segala kesalahannya yang sudah menduakan sang istri dengan wanita lain. Yang sangat gila nya ... selingkuhan itu punya suami yang masih menafkahi dia! mau tahu kelanjutannya??

Selingkuhannya Pengasuh Anakku Bab 1 Pengakuan

"Maaf Mbak, dengan berat hati ... Mbak resign saja dulu." Seru Sekar dengan tatapan yang kecewa.

"Lho kenapa begitu? kalau saya berhenti gimana dengan anak-anak, siapa yang mau mengurus mereka berdua?" Fitri seolah tidak menerima kalau dirinya di pecat.

"Maaf Mbak saya sudah tidak kuat dengan omongan tetangga yang bilang kalau Mbak itu dekat dengan suami saya! sementara kalian berdua tidak mau mengakuinya! saya jadi stres." Jelas Sekar kepada Fitri. " Dan Mbak tidak perlu memikirkan anak-anak! karena mereka urusan saya!"

Dengan kecewa. Fitri pun pergi, hari ini gak jadi mengasuh kedua buah hati Sekar dan Zulfan.

Hati Sekar kian hancur mendengar omongan kalau suaminya telah berselingkuh dengan orang yang selama ini sudah ia gaji dan diperhatikan layaknya keluarga sendiri.

Hatinya terasa perih bagai teriris sembilu, dada terasa sesak menyiksa diri. Air mata sering jatuh berderai mengungkapkan luka di dalam dada karena ulah orang yang selama ini Sekar percayai.

"Kanan kiri depan belakang, berdatangan memberi tahu ku tentang perselingkuhan suami ku dan pengasuh kedua buah hati ku!" Gumam Sekar sambil menatap kosong layar laptop.

Walaupun banyak kejanggalan Sekar temukan dengan mata kepala sendiri. Namun tetap ia berusaha positif thinking tidak mau mengotori hati dengan dugaan-dugaan yang belum tentu, pikirnya.

.

.

Hingga pada suatu saat, Sekar tengah sibuk dengan kerjaannya di kantor. Tiba-tiba ada pesan chat masuk, Sekar sangat terkejut dengan pengakuan yang menohok bagi Sekar.

(Maaf, Sekar ... Dengan rendah hati dan merasa bersalah. Saya akui kalau yang sebenarnya saya memang ada hubungan dengan mas Zulfan, sejak beberapa tahun silam.) Fitri.

Dada Sekar terasa sesak bagai tertimpa batu yang begitu berat. Lalu dengan jari yang bergetar, Sekar mengetik untuk membalas pesan chat dari Fitri.

"Astagfirullah ... ternyata kata-kata orang adalah benar? kalau kalian itu emang ada main di belakang saya? tega banget kalian, Saya sungguh tidak menyangka kalian tega bermain di belakang saya!"

(Saya sangat mencintai suamimu Sekar. Makanya saya rela melayaninya dengan senang hati, dan saya harap kamu sudi menceraikan Mas Zulfan! dan saya akan menceraikan suami saya, agar saya dan mas Zulfan bisa menikah) Fitri.

Pengakuan dia ini bikin Sekar merinding. "Sungguh gila dan sangat menjijikan! wanita bersuami mengakui mencintai suami orang, oh my good ...."

(Sekar, kamu mungkin ingin tahu tempat mana saja kami sering bermain. Di kamar pribadi kalian, di kamar anak-anak. Di sofa ruang tengah. Bahkan di meja dapur tak ayal di jadikan tempat kami mengeksplor atau mencari suasana baru.) Fitri.

Sekar kembali mengetik di layar keyboard dengan jari bergetar dan keringat yang mengucur.

"Cukup, cukup! tidak perlu engkau lanjutkan lagi. Kamu itu sungguh tidak punya malu ya! Hingga berani menjabarkan Di mana kalian melakukannya, benar-benar saya tidak menyangka sebelumnya! kita makan minum bersama, saya perhatikan kamu juga keluarga kamu. Tapi apa yang kamu lakukan terhadap saya? Malah mengambil suami saya. Sementara Mbak itu punya suami juga, apa kamu nggak punya pikiran atau gimana?"

Wajah Sekar merah padam, matanya terasa panas melihat dan membaca isi chat si perempuan yang tadinya pengasuh buah hati Sekar dan Zulfan. Kalau saja berada di depan mata, rasanya ingin menampar dan menjambak. Menghajar habis-habisan.

(Saya hanya minta kamu menceraikan Mas Zulfan dan saya akan menceraikan suami saya! kami berdua akan menikah karena kami saling mencintai satu sama lain.) Fitri.

Tak ayal kata-kata kotor, hinaan dan cemoohan pun keluar dari mulutnya Sekar pada perempuan itu. "Dasar tidak punya malu, dasar wanita murahan. Perebut suami orang."

Wajah Sekar banjir dengan air mata, hatinya hancur sehancur-hancurnya. Wanita yang dia anggap saudara sendiri mengambil suami tercinta nya yang ia bela-belain dan ia pertahankan walau tanpa restu orang tuanya. Ponsel nya pun ia hempaskan ke sofa.

"Dasar wanita gila, mau menceraikan suami demi menikah dengan suami orang, sudah sin-ting apa ya?" Gumamnya Sekar sambil menahan rasa sakit di dadanya.

Karena tidak bisa fokus sehingga akan memilih untuk pulang saja, bergegas meninggalkan kantor. Sepulangnya ke rumah, Sekar menangis dan menangis. Wajahnya kusut, mata sembab anak-anak pun ikut murung.

"Ya ampun ... aku nggak bisa begini terus menerus! anak-anak menjadi tidak terurus. Bisa-bisa tubuh ku menjadi kurus." Wajah Sekar mendongak ke langit-langit.

Kemudian Sekar bersimpuh memohon kesabaran dan di beri jalan yang terbaik untuk keluarganya. Ia mengusap wajahnya yang banjir dengan air mata dan dia berusaha tegarkan hati.

Lantas mengurus kedua buah hatinya yang meminta makan mie dan goreng sosis.

.

.

"Saya bersumpah tidak pernah mengkhianatimu ataupun selingkuh dengan Fitri--"

"Aku tidak percaya dengan omongan mu, Mas. Dan tidak perlu bersumpah karena aku tahu sumpah mu itu palsu, bertahun-tahun kamu selingkuh dengan pembantu kita orang yang makan minum dari hasil keringat ku sendiri. Dengan teganya menggoda suamiku, dasar wanita mu-ra-han. Padahal dia sendiri punya suami!" Teriaknya Sekar memotong perkataan dari suaminya yang bernama Zulfan.

"Itu bohong! dan kamu mendapatkan kabar itu dari mana? kamu nggak ada bukti, kamu nggak ada bukti sama sekali kalau aku emang selingkuh sama Fitri." Sergahnya Zulfan sambil membuka kedua tangannya.

"Mas, dia sendiri yang mengaku kalau dia sering tidur sama kamu ketika aku tidak ada. Aku banting tulang untuk membantu perekonomian rumah tangga kita, Mas! dan apa yang kamu perbuat di balik itu? kamu mengkhianati ku dan tidak tanggung-tanggung kamu mencolok kedua mataku, selingkuh dengan pengasuh anak kita!" teriak nya Sekar kembali yang meluapkan amarahnya pada sang suami.

Zulfan membungkam mulut Sekar dengan tangannya. "Kamu jangan teriak-teriak nanti tetangga tahu!" Zulfan takut di dengar tetangga.

"Biar saja, Mas! karena mereka sudah tahu perbuatan mu itu, sebab penjelasan dia di wa sudah menyebar di komplek ini melalui grup." Pekik nya kembali Sekar yang tidak peduli diketahui orang banyak karena memang wa wanita itu sudah menyebar di area kompleks dan entah siapa yang menyebarkannya.

Lelehan demi lelehan air bening mengalir deras dari sudut pipi membasahi wajah. Terbayang di saat bergumul nya sang suami dengan wanita lain yang tiada lain adalah pengasuh buah hati nya sendiri.

Sekar perlihatkan semua isi chat dari Fitri yang mengakui kalau dia sudah melakukan hubungan terlarang dengan suaminya, Zulfan.

"Ini buktinya, baca baik-baik dan pasang mata mu Mas. Apa kamu masih mau mengelak lagi? tidak mau mengakui kalau tuduhan ku ini memang benar!" Sekar menatap nanar suaminya yang melongo dan tidak bisa mengelak lagi.

"Ta-tapi aku tidak, tidak seperti--"

"Tidak seperti apa, Mas? kamu itu tidak bisa bohong lagi sama aku, kamu itu tega sama aku yang selama ini setia dan berkorban banyak untuk siapa, Mas? untuk kamu, sekarang kamu tega menduakan ku. Mas." Suara Sekar bergetar. Hatinya dibuat hancur dengan kejadian ini.

Zulfan terduduk di tepi tempat tidur sambil mengacak rambutnya frustasi. Tidak menyangka kalau Fitri sendiri yang mengakui semua perbuatan mereka berdua.

Padahal sudah sepakat untuk tidak mengatakan pada siapapun, dan cukup menjadi rahasia berdua saja. Tapi justru kini dia sendiri yang membuka faktanya.

"Kamu baca kan, Mas. Dia kekeh meminta aku ceraikan kamu demi apa ha? demi dia agar bisa memiliki kamu, apa itu bisa di katakan khilaf, ha? tidak mungkin ..." Sekar sambil menangis.

"Aku, aku minta maaf Dek, aku minta maaf. Aku khilaf dan aku janji tidak akan berbuat lagi. Maafkan aku, Dek?" Zulfan berlutut lalu bersujud di hadapan Sekar.

Sekar menggeleng sambil menyeka air matanya dengan kasar. "Enak sekali minta maaf, apa kamu tidak merasakan betapa hancurnya perasaan ku ha? aku bela-belain menentang orang tua ku demi kamu, Mas ... Hik-hik-hiks! aku sudah putuskan kalau kita akan berpisah!" Sekar menjauhkan kakinya dari Zulfan.

Zulfan kaget dan kembali meraih kaki Sekar, dia menangis dan menyesali perbuatannya! juga berjanji tidak akan berbuat lagi dan dia mohon-mohon agar sekar tidak meninggalkan atau menjauhkan nya dari anak-anak.

"Apa! kalian mau berpisah?" ucap seseorang dengan wajah kagetnya berdiri di ambang pintu.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Mentari.

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Selingkuhannya Pengasuh Anakku Selingkuhannya Pengasuh Anakku Mentari. Romantis
“Hati Sekar hancur sehancur-hancurnya, disaat tahu suaminya selingkuh dengan orang yang sangat dekat dengannya. Seorang wanita yang ia perhatikan dan perdulikan karena merasa dia sangat berjasa dengan keluarga nya. Namun dengan mudahnya sang suami bilang khilaf dan meminta maaf atas segala kesalahannya yang sudah menduakan sang istri dengan wanita lain. Yang sangat gila nya ... selingkuhan itu punya suami yang masih menafkahi dia! mau tahu kelanjutannya??”
1

Bab 1 Pengakuan

13/12/2023

2

Bab 2 Kita pisah ranjang

13/12/2023

3

Bab 3 Ngerem mendadak

14/12/2023

4

Bab 4 Khilaf katamu

14/12/2023

5

Bab 5 Mengakui

14/12/2023

6

Bab 6 Bukan khilaf

15/12/2023

7

Bab 7 Suka sama suka

15/12/2023

8

Bab 8 Bertolak

16/12/2023

9

Bab 9 Sebuah pesan

16/12/2023

10

Bab 10 Nongkrong doang

16/12/2023

11

Bab 11 Kering dong

16/12/2023

12

Bab 12 Wanita unik

19/12/2023

13

Bab 13 Menjurus

19/12/2023

14

Bab 14 Tidak sanggup

19/12/2023

15

Bab 15 Minta maaf

19/12/2023

16

Bab 16 Sariawan

22/12/2023

17

Bab 17 Penasaran

22/12/2023

18

Bab 18 Cemburu

22/12/2023

19

Bab 19 Kenapa ditekuk

26/12/2023

20

Bab 20 Bagai Deburan ombak

26/12/2023

21

Bab 21 Bertanggung jawab

06/01/2024

22

Bab 22 Tak ada niat

06/01/2024

23

Bab 23 Tergoda

07/01/2024

24

Bab 24 Tunggu aku

07/01/2024

25

Bab 25 Mogok

08/01/2024

26

Bab 26 Hinaan

08/01/2024

27

Bab 27 Menginap

10/01/2024

28

Bab 28 Kesepian

10/01/2024

29

Bab 29 Bunga yang mana

10/01/2024

30

Bab 30 Membuat bahagia

10/01/2024

31

Bab 31 Seorang janda

11/01/2024

32

Bab 32 Berubah

11/01/2024

33

Bab 33 Bukan yang dulu

12/01/2024

34

Bab 34 Melamar

12/01/2024

35

Bab 35 Calon istri

13/01/2024

36

Bab 36 Sakit apa

16/01/2024

37

Bab 37 Main belakang

16/01/2024

38

Bab 38 Tersinggung

16/01/2024

39

Bab 39 Keras kepala

17/01/2024

40

Bab 40 Jangan pergi

17/01/2024