Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati

Mira Ocha

5.0
Komentar
677
Penayangan
57
Bab

Kisah perjalanan Anggita Anggraini seorang gadis yang sedang mencari seseorang yang bisa mencintai dirinya dengan tulus, menerima semua kekurangan yang ia miliki dan tentunya menerima dia apa adanya. Kegagalan yang selalu Gita alami membuatnya menjadi semakin menutup hatinya. Bahkan Gita pun membuat benteng agar tidak akan merasakan sakit lagi. Mampukah Gita bertemu dengan orang yang ia cari? Mampukah Gita menemukan cinta sejatinya? Dan adakah cinta yang tulus untuk Gita? Ikuti kisah Gita dalam mencari cinta sejati.

Mencari Cinta Sejati Bab 1 Mencari Pekerjaan

"Sebelumnya saya minta maaf, apa kamu bisa melihat dengan jelas?"

Duar!

Baru kali ini ada seseorang yang bertanya seperti itu. Ya, aku terlahir dengan tidak sempurna tapi alhamdulillah Allah masih memberi penglihatan yang sempurna.

"Bisa Pak, saya bisa melihat semua. Walau mata saya seperti ini," jawabku dengan tegas.

Gita itulah nama panggilanku, aku terlahir dengan keadaan yang utuh tapi tidak sempurna. Hinaan dan cemoohan sering aku dapat sejak aku kecil. Sakit hati jelas aku sakit saat mereka dengan entengnya mengolok kekuranganku. Tapi tak apa aku yakin suatu saat ada seseorang yang mau menerima aku apa adanya dan kebahagiaan yang kelak aku rasakan.

Hari ini aku melamar di sebuah pabrik yang cukup terkenal di tempat ku. Saat melakukan wawancara managernya dengan blak-blakan menanyakan kondisi mataku. Tidak hanya beliau tapi satpam juga sebelumnya bertanya seperti itu.

Setelah wawancara sebentar, aku pun menjalani berbagai test dan semua hasilnya bagus. Namun sayang karena kondisi dan kekurangan yang aku punya saat pengumuman aku pun di tolak.

Sedih? Jelas aku sangat sedih. Karena aku berharap bisa diterima dan bisa lekas bekerja. Bukankah kita bekerja dengan tangan dan mata? Kalau mataku masih bisa aku gunakan dengan baik kenapa mereka tidak bisa nerima ku? Atau orang seperti ku tidak bisa kerja di pabrik besar dan milik Sultan?

"Semangat Gita! pasti ada tempat yang bisa menerima kamu. Jangan mengeluh!" kata ku menyemangati diri sendiri.

Hari masih siang ku lajukan kembali motor buntut milik bapak menuju tempat yang lain. Walau panas terik namun tak menyurutkan niatku untuk mencari pekerjaan. Aku tidak ingin membuat orang tuaku sedih karena pulang dengan tangan hampa.

"Permisi Pak, apa disini ada lowongan?" Motor yang baru aku matikan, aku tinggalkan begitu saja menuju satpam dan bertanya dengan sopan. Karena memang didepan tidak ada pengumuman.

"Maaf mbak, baru kosong. Kalau mau surat lamarannya tinggal saja," jawab Satpam itu dengan sopan. Aku pun meninggalkan berkas surat lamaran kepada beliau, berharap nanti ada panggilan kerja.

Tidak terasa waktu sudah beranjak sore dan belum ada satu pun tempat yang mau menerima aku. Kini aku pulang dengan rasa kecewa dan sakit hati. Bagaimana aku bisa mengatakan kepada kedua orang tuaku jika aku gagal lagi?

"Bagaimana Git? Dapat kerjaan?" tanya Ibu saat aku sudah sampai rumah. Tidak mampu aku menjawab dan hanya menggelengkan kepala.

***

Setelah hari itu, aku hanya mengurung di kamar. Tentunya, setelah membantu pekerjaan rumah aku hanya mendengarkan radio berharap ada informasi tentang lowongan pekerjaan.

"Gitttaaa.... kerjaan tiap hari kok hanya mendengarkan radio. Mbok ya cari kerja sana. Tanya ke temanmu, kali saja ada lowongan!" omel Ibu.

Namaku Anggita Anggreini sering di sapa Gita. Kini aku masih menganggur setelah menyelesaikan pendidikan SMK. Dulu aku berharap setelah lulus langsung bisa bekerja. Namun karena kekurangan yang aku miliki, membuat aku sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

"Aku juga lagi cari info dari radio kok Bu, doakan saja agar aku lekas dapat pekerjaan. Ya sudah kalau begitu aku mau ke rumah Yeni dulu, kali saja dia sudah kerja nanti aku tak tanya dia,"

"Ya gitu, jangan cuma di rumah saja. Ibu budek dengar tetangga ngomongin kamu terus!"

Setelah selesai bersiap kini akupun melajukan sepeda motorku ke rumah Yeni. Yeni teman sebangku saat aku sekolah dulu, kami cukup akrab. Tapi tidak jarang dia juga suka menjelekkan saat dibelakangku.

"Assalamualaikum, Yeni," ucapku setelah sampai di rumah Yeni.

Rumah Yeni cukup jauh, dia tinggal di kecamatan sebelah. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di rumah Yeni.

"Waalaikumsalam, eh, nak Gita. Ayo masuk nak, Yeni lagi mandi. Tunggu saja sebentar," jawab ibu Yeni dan ku cium tangan beliau sebelum aku duduk.

"Cepat banget sampainya, bagaimana kamu sudah dapat kerjaan? Atau mau kuliah?" tanya dia seraya memberiku minuman.

"Belum, kamu? Kalau ada info lah Yen, kabar kabar. Bosen aku di rumah terus. Dari kemarin melamar pekerjaan tapi nggak ada panggilan,"

"Aku juga belum dapat, coba nanti kalau ada aku kasih tau," jawab dia.

Tidak lama setelah kedatangan ku, datang juga Fia temanku satu desa bisa dibilang teman kecil ku. Dia datang bersama mas Agus, orang yang pernah ingin dekat denganku saat masih sekolah.

Kami saling bertukar cerita, Fia bilang sudah dapat kerjaan dan dia menawariku juga Yeni untuk ikut dengan dia. Tapi dari mana aku bisa mendapatkan uang untuk masuk kesana? Selama kami mengobrol sesekali aku melihat mas Agus sedang melihat dan memperhatikanku.

"Assalamualaikum, Yen___" ucap seorang cowok yang sepertinya dari tadi mondar-mandir di depan rumah Yeni.

"Waalaikumsalam, sini masuk Yo. Gabung! Kamu dari mana?" sapa Yeni dan cowok itu pun masuk dan langsung duduk di sebelahku.

Ternyata cowok itu teman Yeni saat masih SMP dulu dan dia juga lagi cari kerja. Oh, bukan dia lagi nunggu lowongan dari perusahaan motor. Karena dia ingin kerja disana.

Aku lihat jam sudah menunjukkan pukul 11.30 aku tak ingin mendapatkan omelan dari ibu karena main nggak ingat waktu. Padahal aku masih ingin kumpul seperti ini. Saat aku pamit pulang Fia juga ikut pulang dan juga cowok tadi pun ikutan pamit.

***

Klunting!

Satu pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.

0853887***

[Assalamualaikum...]

[Benar ini nomer Gita?]

Anggita A

[Waalaikumsalam, iya benar. Maaf ini siapa ya?]

0853887**

[Alhamdulillah, boleh aku kenalan? Aku cowok yang tadi di rumah Yeni. Masih ingat kan?]

Anggita A.

[Oh... Ya, ha? Kenalan? Buat?]

0853887***

[Boleh tidak? Aku ingin kenal kamu lebih dekat? Namaku Prasetyo bisa kamu panggil Tyo. Nama lengkap kamu siapa?]

Anggita A.

[Salam kenal Tyo, panggil saja Gita. Kamu sudah tahu juga gitu, dapet nomerku dari Yeni pasti.]

0853887***

[Iya, maaf ya. Aku tadi nggak berani kenalan langsung. Oh ya, sebenarnya tadi aku sudah bolak-balik lewat rumah Yeni apa kamu nggak lihat?]

Anggita A.

[Lihat sih, terus kenapa?] Dia pun menceritakan alasan kenapa dia mondar-mandir.

Ya, aku memang selalu bersikap dingin dengan orang yang baru aku kenal. Entah aku sering membuat dinding agar tidak jatuh cinta. Aku takut sakit untuk kesekian kali karena jatuh cinta.

Apalagi nomerku yang sudah disebarkan oleh seseorang yang membuat aku jatuh cinta, membuatku sangat hati-hati dengan nomer baru.

"Kayaknya Tyo orang baik deh, semoga saja dia bisa membantuku melupakan Adi,"

Kami masih saling bertukar pesan, untung saja pekerjaan rumah sudah beres, Ibu sama Bapak juga tidak ada di rumah. Jadi aman dan tidak perlu takut akan kena marah.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Mira Ocha

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Mencari Cinta Sejati Mencari Cinta Sejati Mira Ocha Romantis
“Kisah perjalanan Anggita Anggraini seorang gadis yang sedang mencari seseorang yang bisa mencintai dirinya dengan tulus, menerima semua kekurangan yang ia miliki dan tentunya menerima dia apa adanya. Kegagalan yang selalu Gita alami membuatnya menjadi semakin menutup hatinya. Bahkan Gita pun membuat benteng agar tidak akan merasakan sakit lagi. Mampukah Gita bertemu dengan orang yang ia cari? Mampukah Gita menemukan cinta sejatinya? Dan adakah cinta yang tulus untuk Gita? Ikuti kisah Gita dalam mencari cinta sejati.”
1

Bab 1 Mencari Pekerjaan

11/10/2023

2

Bab 2 Lowongan dari Radio

11/10/2023

3

Bab 3 Kencan Pertama

11/10/2023

4

Bab 4 Tawaran Pekerjaan

11/10/2023

5

Bab 5 Hari Pertama Masuk Kerja

11/10/2023

6

Bab 6 Salah Paham

11/10/2023

7

Bab 7 Gagal Bertemu

11/10/2023

8

Bab 8 Kecewa Lagi

11/10/2023

9

Bab 9 Dipecat dari Cafe Harega

11/10/2023

10

Bab 10 Bertengkar Lagi

11/10/2023

11

Bab 11 Berangkat ke Surabaya

11/10/2023

12

Bab 12 Pesan Terakhir Eyang

11/10/2023

13

Bab 13 Kepergian Eyang

18/10/2023

14

Bab 14 Misi Mencari Gita 1

18/10/2023

15

Bab 15 Bukan Salah Anak Baru

18/10/2023

16

Bab 16 Masa Lalu

18/10/2023

17

Bab 17 Masa Lali Datang Kembali

18/10/2023

18

Bab 18 Gajian Pertama

18/10/2023

19

Bab 19 Tidak Sesuai Ekspektasi

20/10/2023

20

Bab 20 Pulang ke Rumah

22/10/2023

21

Bab 21 Bertemu Cucu Eyang Ti

22/10/2023

22

Bab 22 Terluka Tapi Tak Berdarah

25/10/2023

23

Bab 23 Jangan Berjanji!

25/10/2023

24

Bab 24 Gara-Gara Haris

29/10/2023

25

Bab 25 Terbiasa Tersakiti

29/10/2023

26

Bab 26 Menjadi Pengganti

29/10/2023

27

Bab 27 Gara-Gara Hape Rusak

02/11/2023

28

Bab 28 Dia atau Dirinya

02/11/2023

29

Bab 29 Meet-up Adi

07/11/2023

30

Bab 30 Bukber

07/11/2023

31

Bab 31 Pengganggu

07/11/2023

32

Bab 32 Ketemu Cucu Eyang Ti

21/11/2023

33

Bab 33 Libur T'lah Usai

21/11/2023

34

Bab 34 Kado Terindah

21/11/2023

35

Bab 35 Masih Ingin Sendiri

21/11/2023

36

Bab 36 Dirumah Sakit

21/11/2023

37

Bab 37 Jadian

21/11/2023

38

Bab 38 LDR Lagi

21/12/2023

39

Bab 39 Maaf, Aku Hanya Ingin Setia

21/12/2023

40

Bab 40 Dia Siapa

21/12/2023