icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO

CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO

Takdir ,,, Takdir yang mempertemukan, takdir pula yang memisahkan. Takdir yang membuat kita tertawa bahagia, takdir pula yang membuat kita berurai air mata kesedihan. "Lantas, apa yang harus aku lakukan?" Tanya seorang gadis berkulit putih menatap dalam iris mata pria yang ada dihadapannya. "Aku tidak tahu," jawab pria itu pelan dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya. "Mampukah kita terpisah? Apa kamu mampu hidup terpisah denganku?" Tanya gadis itu dengan kelopak mata yang mulai berkaca-kaca. "Aku tidak tahu," jawab pria itu menatap dalam wajah gadis yang sangat dicintainya. "Kenapa? Kenapa? Kenapa cinta kita harus seperti ini? Apa salah, jika kita saling mencintai?" Tanya gadis itu dengan bulir air mata yang perlahan jatuh dari kedua kelopak matanya. "Tidak ada yang salah, cinta kita juga tidak salah," jawab pria itu lirih dengan menahan segala kesedihan. "Lalu? Kenapa? Apa aku yang salah?" "Tidak, kamu tidak salah. Cinta kita tidak salah. Tidak ada yang salah, jangan pernah menyalahkan dirimu ataupun cinta kita. Semua ini, karena aku dan kamu yang berbeda," jawab pria itu memeluk erat gadis yang telah bersimbah air mata. Cinta tidak pernah salah dalam menjatuhkan pilihan dan cinta juga tidak pernah salah dalam menentukan takdirnya. Jodoh ,,, kita tidak pernah tahu kepada siapa kita akan berjodoh. Maut ,,, kita tidak pernah tahu, kapan kita akan dipinang dengan kematian. Rejeki ,,, kita tidak pernah tahu, apa kita terlahir berlimpah harta atau berkekurangan. Semuanya ,,, Semuanya sudah tertulis dalam garis takdir setiap insan yang terlahir ke dunia ini. Note : (18+) Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa bermaksud untuk menyinggung siapapun atau unsur apapun.
Perangkap Cinta CEO

Perangkap Cinta CEO

"Hai ... Malikha Swan. Apa kamu masih ingat aku?" tanya Aidan membuat Malikha tersenyum. Ia membelai dada Aidan agar ia bisa mendekat tapi Aidan kemudian mundur dan melempar jasnya. "Oh, aku menunggu sekian lama untuk melakukan hal ini padamu. Aku ingin lihat ekspresimu ketika aku mengatakan padamu siapa aku sebenarnya," ujar Aidan dengan senyuman jahat. "Aku ... adalah si gendut jelek yang kamu jebak 12 tahun lalu di Hope Park Cemetry." Tak ada masa yang lebih indah dari masa SMA. Sayangnya, kalimat itu tak berlaku bagi Aidan Orlando Caesar. Aidan dibesarkan oleh seorang Ibu tunggal yang baru menikah lagi setelah ia berusia 17 tahun. Masa-masa SMA yang seharusnya diisi dengan kegembiraan tapi bagi Aidan adalah sebuah penderitaan. Aidan adalah sasaran bully terempuk para siswa SMA Woodstone Private di LA. Tubuhnya yang tambun, pipi chubby dan potongan rambut bowl cut membuatnya kerap dipukuli, dihina dan dijahili setiap hari. Sampai suatu hari ia menyukai seorang gadis yang merupakan kekasih Quarterback tim football Eagle Wood di sekolahnya bernama Malikha Swan. Sayangnya, Malikha ikut dalam kelompok yang menjahili Aidan hingga ia trauma berat. Setelah diselamatnya oleh sahabatnya Arjoona, Mars dan Caleb, Aidan berubah total. Ia kembali mencari semua orang yang membuatnya sangat trauma dan membalas dendam pada mereka, itu termasuk Malikha Swan yang tidak lagi mengenali Aidan setelah belasan tahun berselang.
Antara Dendam & Penyesalan

Antara Dendam & Penyesalan

Meskipun Sofia dan Adrian telah menikah selama lima tahun, hati Adrian tak pernah benar-benar milik Sofia. Selama ini, ia selalu terperangkap dalam bayang-bayang wanita lain yang sudah sejak lama menghuni hatinya. Hari ketika Sofia divonis mengidap kanker stadium lanjut, Adrian sedang bersama wanita yang sudah lama mengisi hatinya, merencanakan masa depan bersama. Sofia yang mengetahui perselingkuhan itu, memilih untuk tidak melawan, memilih untuk menenangkan hatinya meskipun jiwa dan raganya terluka. Dengan membawa surat cerai yang sudah dia tandatangani tanpa banyak kata, Sofia memilih untuk pergi, membiarkan Adrian terjebak dalam kehidupan yang telah dia buat. Namun, hal yang lebih buruk menanti. Ternyata, pernikahan mereka bukanlah cinta, melainkan sebuah balas dendam. Adrian menikahi Sofia hanya untuk menghancurkan keluarga Sofia, untuk membayar utang lama yang tak pernah selesai. Kini, dengan tubuh yang kian lemah karena penyakit yang terus menggerogoti, Sofia terpuruk dalam kesendirian dan kesakitan. Adrian, yang begitu dingin dan tak berperasaan, mengatakan dengan nada yang menusuk, "Ini semua adalah utang keluargamu pada keluarga kami. Aku hanya melakukan ini untuk menuntaskan semua utang itu." Pada saat itu, dunia Sofia terasa seperti hancur berkeping-keping. Namun, ujian hidup tidak berhenti di sana. Ayahnya yang terbaring koma setelah kecelakaan parah menambah berat beban di pundaknya. Tanpa daya, Sofia pun memilih jalan yang tragis, terjun dari gedung tinggi, mengakhiri hidup yang penuh dengan penderitaan. Sebelum melompat, dia berbisik dengan air mata yang tak bisa dia tahan lagi, "Utang keluargaku padamu... telah kubayar lunas." Adrian, yang masih terperangkap dalam kebenciannya, tidak menyangka bahwa semuanya akan berakhir begitu cepat. Ketika berita kematian Sofia tiba, ia merasa seperti dunia runtuh di sekelilingnya. Dalam hancurnya hatinya, ia terjatuh di atas lantai, berlutut dengan mata yang sembab, tak dapat lagi mengontrol diri. Setiap detik terasa seperti siksaan. Adrian, yang begitu angkuh, mulai menangis dengan suara tercekat, "Sofia, tolong kembali padaku. Aku minta maaf. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sekejam itu. Aku gila, aku bodoh... Kembalilah." Tetapi, kata-kata itu sudah terlambat. Hatinya telah terlanjur hancur, dan darahnya sendiri yang mengalir dalam penyesalan yang tak termaafkan.