Clara Hastings
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Clara Hastings
Penyesalan Suami Setelah Kematianku
Romantis Tentu, saya akan menambahkan POV (Point of View) ke setiap bab sesuai dengan permintaan Anda, tanpa mengubah format atau konten lainnya.
Di meja operasi yang dingin, napas saya berhenti selamanya.
Suami saya, Handi, bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arah jasad saya.
Dia sibuk memeluk cinta pertamanya, Chika, merayakan keberhasilan transplantasi ginjal yang dia rampas paksa dari tubuh saya yang sekarat.
Bagi Handi, kematian saya hanyalah harga murah demi keselamatan "bidadari" palsunya.
Namun, karma datang lebih cepat dari dugaannya.
Seorang perawat dengan sinis memberitahunya:
"Selamat, Tuan. Anda baru saja membunuh istri Anda sendiri demi seorang penipu."
Kebenaran terbongkar. Chika ternyata hanya mengincar uang asuransi kematian saya.
Handi hancur. Dia meraung, mengemis untuk melihat makam saya.
Tapi sahabat saya, Feri, sudah menyembunyikan jasad saya jauh-jauh.
Yang Handi temukan hanyalah nisan bertuliskan "Istri Feri".
Gila karena penyesalan, Handi menggali tanah dengan tangan kosong di samping nisan itu.
Dia mengiris nadinya sendiri, berharap darahnya bisa menebus dosa.
Sayangnya, bahkan kematiannya pun tidak lagi berarti bagi saya. Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian.....