icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
PERNIKAHAN KONTRAK TUJUH MILIAR

PERNIKAHAN KONTRAK TUJUH MILIAR

"Akhirnya kau menemuiku di kantor ini. Aku tidak menyangka. Oh ya, bagaimana dengan lukamu itu?" tanyanya dengan melihat bibirku. "Oh, ya ini sudah lumayan lebih baik," jawabku tersenyum manis. Aku berusaha untuk tetap tenang. "Maaf, aku lupa berkenalan. Siapa namamu?" "Namaku Selena Watson," ucapku dengan singkat. "Selena, menurutku nama itu tidak cocok untukmu," ucap Cristian membuatku ingin sekali memukulnya. Tapi aku berusaha menahan emosi. "Apa kau hanya ingin menghinaku?" tanyaku dengan wajah jutek. "Oke, maafkan aku dengan leluconku itu," ucap Cristian dengan tertawa kecil. tapi sungguh aku sama sekali tidak tertawa dengan leluconnya itu. "Oke ,baiklah. aku akan memberikanmu pekerjaan. karena aku tahu kau sangat membutuhkan uang. Kurasa kau mempunyai hutang Lima ratus ribu dolar. Benarkah itu?" "I-iya benar." Ucapku singkat dan meneruskan ",aku sangat malu pertengkaran aku dengan mantan pacarku harus terdengar oleh beberapa orang saat di restoran hotel. Ya itu semua karena aku sangat emosi saat itu," "Baiklah, aku bisa memberikanmu lebih dari lima ratus ribu dollar. Tapi kau harus melakukan pekerjaan dengan baik," ucap Cristian dengan tegas. "Ya tentu saya akan melakukan pekerjaan dengan baik. Karena sejujurnya saya sangat membutuhkan pekerjaan. Apapun akan saya lakukan, selama itu legal," ucapku dengan tegas. pasti wajahku terlihat putus asa sekali. Tapi bagaimana jika dia menyuruhku untuk membunuh orang? Atau dia akan memperdagangkan aku? Dan aku hanya memberinya persetujuan . Ya ampun itu buruk sekali. "Menikahlah denganku, selena."
Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan

Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan

Pernikahanku dengan Erlangga, pria yang kucintai selama lima tahun, tinggal hitungan minggu. Semuanya sudah siap untuk masa depan kami, sebuah kehidupan bersama yang terencana dengan indah. Lalu telepon itu datang: kekasih masa SMA Erlangga, Citra, ditemukan dengan amnesia parah, dan pikirannya masih meyakini bahwa dia adalah kekasih Erlangga. Erlangga menunda pernikahan kami, memintaku untuk berpura-pura menjadi kekasih kakaknya, Laksmana, dengan alasan "demi Citra." Aku menahan siksaan dalam diam, melihatnya menghidupkan kembali masa lalu mereka, setiap gestur cintanya kini hanya untuk Citra. Instagram Citra menjadi kuil publik untuk cinta mereka yang "bersemi kembali", dengan tagar #CintaSejati di mana-mana. Aku bahkan menemukan sebuah klinik canggih untuk Citra, berharap semua ini akan berakhir, tapi Erlangga mengabaikannya. Lalu, aku tak sengaja mendengar percakapannya: aku hanyalah "ban serep", "gadis penurut" yang akan menunggu, karena aku "tidak punya pilihan lain." Lima tahun hidupku, cintaku, kesetiaanku, direduksi menjadi sebuah kemudahan yang bisa dibuang begitu saja. Pengkhianatan yang dingin dan terencana itu merenggut napas dari paru-paruku. Dia pikir aku terjebak, bahwa dia bisa memanfaatkanku sesuka hati, lalu kembali padaku, dan mengharapkan rasa terima kasih. Aku limbung, mati rasa. Dan kemudian, aku bertemu Laksmana, kakak Erlangga yang pendiam. "Aku harus menikah, Laks. Dengan siapa pun. Segera." Kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutku. Laksmana, yang selama ini hanya menonton dalam diam, menjawab: "Bagaimana kalau aku yang menikahimu, Anisa? Sungguhan." Sebuah rencana berbahaya dan nekat menyala di dalam diriku, dipicu oleh rasa sakit dan keinginan membara untuk sebuah pembalasan. "Baiklah, Laks," kataku, sebuah tekad baru mengeraskan suaraku. "Tapi aku punya syarat: Erlangga harus menjadi pendamping priamu, dan dia harus menjadi waliku dan menyerahkanku di pelaminan." Sandiwara akan segera dimulai, tapi sekarang, semua berjalan sesuai keinginanku. Dan Erlangga sama sekali tidak tahu, pengantin wanitanya adalah aku.
Dilema Cinta Penuh Nikmat

Dilema Cinta Penuh Nikmat

21+ Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi. Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis. Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu. Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya. Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini. Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya. Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar. "sakit....???"
Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?