Lukman
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Lukman
Nikah Siri : Cinta Dibalik Bayang-Bayang
Romantis Hidupku seperti retak berkeping-keping saat aku mengetahui bahwa suamiku, Dimas, telah berselingkuh dengan sahabat dekatku, Nadia. Kini, aku terperangkap antara hasrat untuk menjaga pernikahanku dan kebutuhan untuk membebaskan diriku dari penderitaan ini. Dimas, yang ternyata telah menikahi Nadia secara diam-diam, telah melanggar segala janji yang pernah diucapkan. Hatinya kini beralih, dan aku merasa terbuang. Ketika aku mulai menggali lebih dalam, semakin banyak rahasia yang terungkap, menambah luka di hati. Dalam perjalanan penuh kepedihan ini, akankah aku mampu mempertahankan cinta yang dulu kuanggap abadi, atau akankah aku menemukan jalan untuk menyembuhkan diriku sendiri? Anda mungkin suka
Satu Malam Bersama Bos Miliarderku
Paco Pizzi Selama tiga tahun, aku mengorbankan segalanya untuk mendukung karier pacarku, sementara aku rela hanya menjadi asisten junior yang tak terlihat.
Hingga suatu pagi setelah malam amal yang kacau, aku terbangun di atas seprai sutra di ranjang penthouse milik CEO perusahaanku yang dingin dan ditakuti, Ezra Wijaya.
Malam itu, pacarku, Indra, mengabaikan semua panggilanku dengan alasan ketiduran. Di saat aku dihantui rasa panik karena Ezra menjebak dan memaksaku menandatangani kontrak pernikahan demi menstabilkan sahamnya, sebuah kebenaran lain menamparku. Aku melacak lokasi ponsel Indra dan menemukan titik biru itu tidak berada di rumahnya, melainkan berhenti tepat di gedung sahabat baikku, Liana.
"Aku lembur malam ini, Sayang," pesannya dengan manis.
Padahal dia sedang tidur dengan sahabatku sendiri. Tiga tahun kesetiaanku dibalas dengan pengkhianatan paling menjijikkan oleh dua orang yang paling kupercayai. Hatiku hancur, berubah menjadi rasa dingin yang menusuk tulang.
Mengapa mereka tega mempermainkanku selama ini? Di saat aku merasa terekspos dan tidak punya siapa-siapa lagi, Ezra justru menyodorkan sebuah kesepakatan yang tak mungkin kutolak. Dia mengetahui rahasia terbesarku, dan dia menawarkan akses langsung ke Senator Pratama—pria berkuasa yang telah menghancurkan hidup ibuku dua puluh tahun lalu.
Aku membuang bunga pemberian Indra ke tempat sampah, lalu menatap pria paling berkuasa di New York itu.
"Aku ingin akses ke Keluarga Pratama. Itu syaratku."
Malam ini, berbalut gaun sutra zamrud dan menggenggam erat tangan Ezra di karpet merah, aku menatap wajah pucat pasi mantan pacar dan sahabatku yang terkejut melihatku. Pembalasan dendamku baru saja dimulai.