Widhi Wagiswari
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Widhi Wagiswari
Memikat Hati Pangeran Kelas
Romantis Vindreya Sanjaya, gadis cantik berusia 17 tahun itu dijuluki sebagai gadis genit nan bobrok. Dengan sifat bobrok dan tak tahu malunya, dia selalu mendekati dua laki-laki teman kelasnya yang dijuluki sebagai pangeran kelas karena ketampanannya bak pangeran. Berbagai cara telah Vindreya lakukan untuk menaklukkan hati pangeran kelasnya. Namun, semua tidak berjalan mudah. Kenzo, si pangeran hitam yang dingin dan anti sosial begitu sulit untuk didekati. Elvano, si pangeran putih dengan bakat luar biasa di bidang seni dan keramahannya membuat dia digandrungi oleh banyak gadis sehingga memaksa Vindreya harus bersaing. Entah sudah berapa banyak kejadian kocak, menyedihkan bahkan menegangkan selama Vindreya memperjuangnya cintanya. Hingga pada akhirnya, sebuah momen yang disebut takdir mampu mendekatkan ketiga insan itu. Saat di mana Vindreya akhirnya sadar pada siapa sebenarnya dia jatuh cinta, bertepatan dengan Kenzo dan Elvano yang juga jatuh cinta pada Vindreya hingga membuat semuanya menjadi semakin sulit. Ketiga insan itu terjebak dalam sebuah kisah cinta segitiga yang rumit. Begitu banyak air mata yang tumpah, pengorbanan dilakukan, bahkan kemungkinan untuk melepas cinta. Lalu, apakah cinta sejati tetap akan bersatu pada akhirnya? Apakah semua tangis dan pengorbanan yang hampir merenggut nyawa akan terbayarkan dengan kisah yang manis? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.