icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Mantra Cinta

Mantra Cinta

Tasya Devanagayu tidak pernah membayangkan dalam hidupnya, bahwa dirinya akan termasuk ke dalam perempuan yang diselingkuhi oleh seorang lelaki. Terlebih lagi hal itu terjadi tepat tiga hari sebelum hari pernikahannya. Ravi Ardiansyah. Nama yang akan selalu dikenang oleh Tasya sebagai pria ter-berengsek yang pernah ia temui, kenal dan cintai! Kenyataan pahit dan kenangan menyakitkan itu membuat Tasya bahkan mengurung diri selama sebulan dalam apartemennya, termasuk mengajukan cuti kerja. Namun semua perlahan berubah kala Tasya mendapat pengikuti di twitter bernama @yourwitch. Ia membaca bio akun tersebut dapat membuat satu kutukan kepada orang yang telah menyakiti orang lain. Tasya yang iseng kemudian menulis pesan kepada @yourwitch agar mengutuk Ravi menjadi impoten. Beberapa hari kemudian tanpa disangka oleh Tasya, dirinya kedatangan sang mantan tunangan ke apartemennya. "Gila, berani bener kau datang ke sini?" seru Tasya dengan mata melotot. Raut wajah Ravi berubah ketakutan, bukan, sejak awal kedatangannya memang sudah begitu. "Tasya, aku benar-benar minta maaf," ujar Ravi menangkupkan kedua telapak tangannya dengan tatapan memelas. Tasya tertawa pelan. Terlihat dipaksakan dan terdengar menyeramkan. "Setelah sebulan lebih kau lebih memilih menggenggam tangan Vania lalu pergi bersama, daripada menjelaskan kepadaku keberadaanmu di apartemennya?" Ravi menegak salivanya. Ia kemudian bersimpuh di hadapan Tasya. "Aku benar-benar menyesal dan mengakui kesalahanku." Tasya melipat tangan di depan dada. "Sampai mati pun, aku tidak akan memaafkanmu!" teriaknya dengan nada tegas dan lantang. "Aku sekarang menjadi impoten, Tasya. Kurasa ini karma." Raut wajah marah dan murka Tasya seketika berubah menjadi terkejut dan melongo. "Apa?!" ♡♡♡
Tunangan yang Dicampakkan: Obsesi Sang Miliarder Kejam

Tunangan yang Dicampakkan: Obsesi Sang Miliarder Kejam

Keluarga Adiwangsa selalu memamerkan tunanganku, Devan, seolah dia adalah malaikat tanpa celah di depan seluruh elite Boston. Namun, tepat setelah aku mendarat dari penerbangan lintas Atlantik yang melelahkan, sahabatku menyodorkan sebuah foto. Di layar itu, tunanganku sedang terjerat dalam seprai putih bersama wanita lain, Zara. Selama ini, Keluarga Adiwangsa terus merendahkanku. Ibunya menyebutku pengemis dari Keluarga Kusuma yang sudah bangkrut, mengklaim bahwa pertunangan ini murni belas kasihan mereka. Di belakangku, Devan ternyata berencana membuangku seperti sampah begitu pembayaran terakhir dari Dana Perwalian keluargaku masuk ke rekeningnya. Mereka memanipulasi narasi, memanfaatkan duka atas kematian kakekku, dan menindasku seolah aku tidak punya harga diri. Air mataku sudah mengering. Menangis sama sekali tidak ada gunanya untuk menghadapi parasit munafik seperti mereka. Aku tidak butuh penjelasan atau permintaan maaf. Aku hanya butuh pisau yang paling tajam untuk menghancurkan mereka. Malam itu, berbalut gaun beludru merah darah, aku menerobos masuk ke pesta amal eksklusif Keluarga Adiwangsa. Di depan ratusan tamu VIP, aku memutar video perselingkuhan Devan di layar raksasa dan melemparkan cincin pertunangan ke wajahnya. Saat Devan yang murka memerintahkan penjaga keamanannya untuk menyeretku, suara ketukan tongkat perak yang keras menghentikan seisi ruangan. Seorang pria berjas hitam pekat yang ditakuti seluruh Wall Street melangkah maju, menggunakan tubuh besarnya sebagai perisai untuk melindungiku. "Mulai malam ini, dia adalah tunanganku." Adrian Baskara Wiratama menatap tajam semua orang di ruangan itu, dan aku tahu, perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai.