Willow Chase
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Willow Chase
Tunangan yang Dicampakkan: Obsesi Sang Miliarder Kejam
Romantis Keluarga Adiwangsa selalu memamerkan tunanganku, Devan, seolah dia adalah malaikat tanpa celah di depan seluruh elite Boston.
Namun, tepat setelah aku mendarat dari penerbangan lintas Atlantik yang melelahkan, sahabatku menyodorkan sebuah foto. Di layar itu, tunanganku sedang terjerat dalam seprai putih bersama wanita lain, Zara.
Selama ini, Keluarga Adiwangsa terus merendahkanku. Ibunya menyebutku pengemis dari Keluarga Kusuma yang sudah bangkrut, mengklaim bahwa pertunangan ini murni belas kasihan mereka.
Di belakangku, Devan ternyata berencana membuangku seperti sampah begitu pembayaran terakhir dari Dana Perwalian keluargaku masuk ke rekeningnya. Mereka memanipulasi narasi, memanfaatkan duka atas kematian kakekku, dan menindasku seolah aku tidak punya harga diri.
Air mataku sudah mengering. Menangis sama sekali tidak ada gunanya untuk menghadapi parasit munafik seperti mereka. Aku tidak butuh penjelasan atau permintaan maaf. Aku hanya butuh pisau yang paling tajam untuk menghancurkan mereka.
Malam itu, berbalut gaun beludru merah darah, aku menerobos masuk ke pesta amal eksklusif Keluarga Adiwangsa.
Di depan ratusan tamu VIP, aku memutar video perselingkuhan Devan di layar raksasa dan melemparkan cincin pertunangan ke wajahnya.
Saat Devan yang murka memerintahkan penjaga keamanannya untuk menyeretku, suara ketukan tongkat perak yang keras menghentikan seisi ruangan.
Seorang pria berjas hitam pekat yang ditakuti seluruh Wall Street melangkah maju, menggunakan tubuh besarnya sebagai perisai untuk melindungiku.
"Mulai malam ini, dia adalah tunanganku."
Adrian Baskara Wiratama menatap tajam semua orang di ruangan itu, dan aku tahu, perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian.....