icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Penderitaan yang Dipaksa Tersenyum

Penderitaan yang Dipaksa Tersenyum

Liana Ardelia tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah menjadi mimpi buruk hanya dalam satu malam. Perempuan sederhana itu dijual oleh suaminya sendiri, Revan, demi melunasi utang judi yang menumpuk. Lelaki yang pernah ia percaya sebagai pelindung, justru menjadikannya alat tukar di meja taruhan. Liana dijual kepada seorang pria yang namanya membuat para penjahat pun gemetar: Dominic Valente, pemimpin sindikat bawah tanah terbesar di Eropa. Lelaki berdarah dingin, kejam, dan tanpa belas kasih itu terkenal karena bisa menghabisi satu keluarga hanya karena sebuah pengkhianatan kecil. Namun malam itu berbeda. Saat Liana didorong masuk ke ruangan hotel mewah, Dominic memandangnya lama - bukan dengan hawa predator, melainkan dengan sorot mata yang entah kenapa mengandung sesuatu yang dalam. Ada ketenangan yang aneh saat ia menatap wajah polos Liana. Dominic terbiasa mematahkan siapa pun yang berada di bawah kendalinya. Tapi perempuan ini... justru memecahkan tembok yang selama ini ia bangun. Liana bukan hanya cantik. Ia juga memiliki kepolosan dan ketulusan yang belum pernah Dominic temui dalam hidupnya yang kelam. Malam itu, Liana menjadi miliknya. Tapi bukan sekadar karena perjanjian kotor itu. Dominic menanamkan benih cintanya - dan tanpa sadar, benih darahnya - di dalam rahim Liana. Sebelum ia sempat menepati janjinya untuk membebaskan Liana dari neraka yang bernama rumah Revan, badai datang lebih cepat. Revan dan ibunya menyeret Liana kembali ke rumah mereka. Ia dijadikan pembantu, diinjak harga dirinya, dan disiksa tanpa belas kasihan. Hari-harinya diisi dengan darah dan air mata, sementara benih Dominic tumbuh perlahan dalam rahimnya. Waktu berlalu, dan kabar tentang Liana menghilang. Dominic mencari ke seluruh dunia bawah, membakar siapa pun yang diduga tahu keberadaannya. Namun setiap kali ia hampir menemukannya, jejak itu selalu hilang - seperti kabut yang menelan harapan terakhirnya. Apakah Dominic akan berhasil menemukan Liana dan anak yang dikandungnya? Ataukah Liana yang akan bangkit dari penderitaannya untuk menuntut balas kepada keluarga yang telah menjual dan menyiksanya?
Kebenaran Tentang Gundiknya

Kebenaran Tentang Gundiknya

Aku sedang hamil empat bulan, seorang fotografer yang bersemangat menyambut masa depan kami, menghadiri sebuah acara syukuran bayi yang mewah. Lalu aku melihatnya, suamiku Baskara, bersama wanita lain, dan seorang bayi yang baru lahir diperkenalkan sebagai "putranya". Duniaku hancur lebur saat gelombang pengkhianatan menerpaku, diperparah oleh ucapan Baskara yang meremehkan dan menyebutku "terlalu emosional". Selingkuhannya, Serena, menghinaku, mengungkapkan bahwa Baskara telah menceritakan komplikasi kehamilanku padanya, lalu menamparku, menyebabkan kram perut yang mengerikan. Baskara membelanya, mempermalukanku di depan umum, menuntutku untuk meninggalkan pesta "mereka", sementara sebuah akun gosip sosialita sudah memajang foto mereka sebagai "keluarga idaman". Dia sangat yakin aku akan kembali, menerima kehidupan gandanya, mengatakan pada teman-temannya bahwa aku "dramatis" tapi akan "selalu kembali". Kelancangan itu, kekejaman yang terencana dari tipu muslihatnya, dan kebencian Serena yang sedingin es, menyulut amarah beku yang nyaris tak kukenali dalam diriku. Bagaimana bisa aku begitu buta, begitu percaya pada pria yang telah memanipulasi mentalku selama berbulan-bulan sambil membangun keluarga kedua? Tapi di atas karpet tebal kantor pengacara itu, saat dia memunggungiku, sebuah tekad baru yang tak terpatahkan mengeras dalam diriku. Mereka pikir aku hancur, bisa dibuang, mudah dimanipulasi – seorang istri "pengertian" yang akan menerima perpisahan palsu. Mereka tidak tahu bahwa penerimaanku yang tenang bukanlah penyerahan diri; itu adalah strategi, sebuah janji dalam hati untuk menghancurkan semua yang dia sayangi. Aku tidak akan bisa diatur; aku tidak akan mau mengerti; aku akan mengakhiri ini, dan memastikan sandiwara keluarga sempurna mereka hancur menjadi debu.