Aldi123
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Aldi123
Penderitaan yang Dipaksa Tersenyum
Romantis Liana Ardelia tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah menjadi mimpi buruk hanya dalam satu malam. Perempuan sederhana itu dijual oleh suaminya sendiri, Revan, demi melunasi utang judi yang menumpuk. Lelaki yang pernah ia percaya sebagai pelindung, justru menjadikannya alat tukar di meja taruhan.
Liana dijual kepada seorang pria yang namanya membuat para penjahat pun gemetar: Dominic Valente, pemimpin sindikat bawah tanah terbesar di Eropa. Lelaki berdarah dingin, kejam, dan tanpa belas kasih itu terkenal karena bisa menghabisi satu keluarga hanya karena sebuah pengkhianatan kecil.
Namun malam itu berbeda. Saat Liana didorong masuk ke ruangan hotel mewah, Dominic memandangnya lama - bukan dengan hawa predator, melainkan dengan sorot mata yang entah kenapa mengandung sesuatu yang dalam. Ada ketenangan yang aneh saat ia menatap wajah polos Liana.
Dominic terbiasa mematahkan siapa pun yang berada di bawah kendalinya. Tapi perempuan ini... justru memecahkan tembok yang selama ini ia bangun.
Liana bukan hanya cantik. Ia juga memiliki kepolosan dan ketulusan yang belum pernah Dominic temui dalam hidupnya yang kelam.
Malam itu, Liana menjadi miliknya. Tapi bukan sekadar karena perjanjian kotor itu. Dominic menanamkan benih cintanya - dan tanpa sadar, benih darahnya - di dalam rahim Liana.
Sebelum ia sempat menepati janjinya untuk membebaskan Liana dari neraka yang bernama rumah Revan, badai datang lebih cepat.
Revan dan ibunya menyeret Liana kembali ke rumah mereka. Ia dijadikan pembantu, diinjak harga dirinya, dan disiksa tanpa belas kasihan. Hari-harinya diisi dengan darah dan air mata, sementara benih Dominic tumbuh perlahan dalam rahimnya.
Waktu berlalu, dan kabar tentang Liana menghilang. Dominic mencari ke seluruh dunia bawah, membakar siapa pun yang diduga tahu keberadaannya.
Namun setiap kali ia hampir menemukannya, jejak itu selalu hilang - seperti kabut yang menelan harapan terakhirnya.
Apakah Dominic akan berhasil menemukan Liana dan anak yang dikandungnya?
Ataukah Liana yang akan bangkit dari penderitaannya untuk menuntut balas kepada keluarga yang telah menjual dan menyiksanya? Rencana Balas Dendam yang Terlambat
Romantis Marceline "Marcy" Sterling tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah 180 derajat dalam sekejap. Semua itu terjadi setelah ia dipaksa menikah dengan CEO Phoenix Cruise Line, Adrian Hawthorne, pria paling terkenal dan diidamkan di Amerika.
Kehidupan nyaman Adrian pun terusik dengan kehadiran Marcy, wanita yang ia nikahi demi memenuhi wasiat orang tuanya. Padahal, hatinya masih tertambat pada Selena Winters, kekasih yang selama ini ia cintai.
Tak ingin menyerah begitu saja, Adrian mulai menulis berbagai draft kontrak pernikahan yang ketat, penuh aturan, dan menuntut, semuanya untuk memastikan Marcy tunduk pada peraturan pernikahan mereka. Namun, ironisnya, setiap aturan justru membuat rasa cinta dan gelora asmara Adrian semakin membara.
Sementara itu, Marcy-yang selama ini dianggap lemah, tak berdaya, dan kerap dihina-mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia berubah menjadi sosok yang menaklukkan pria-pria berpengaruh, bahkan pada suatu malam di puncak gedung mewah Phoenix Tower, Marcy menunjukkan sisi dominannya.
Konsekuensinya, Selena Winters marah besar, bertekad mempertahankan cinta sejatinya dengan Adrian, memicu konflik, intrik, dan percikan asmara yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Anda mungkin suka
Satu Malam Bersama Bos Miliarderku
Paco Pizzi Selama tiga tahun, aku mengorbankan segalanya untuk mendukung karier pacarku, sementara aku rela hanya menjadi asisten junior yang tak terlihat.
Hingga suatu pagi setelah malam amal yang kacau, aku terbangun di atas seprai sutra di ranjang penthouse milik CEO perusahaanku yang dingin dan ditakuti, Ezra Wijaya.
Malam itu, pacarku, Indra, mengabaikan semua panggilanku dengan alasan ketiduran. Di saat aku dihantui rasa panik karena Ezra menjebak dan memaksaku menandatangani kontrak pernikahan demi menstabilkan sahamnya, sebuah kebenaran lain menamparku. Aku melacak lokasi ponsel Indra dan menemukan titik biru itu tidak berada di rumahnya, melainkan berhenti tepat di gedung sahabat baikku, Liana.
"Aku lembur malam ini, Sayang," pesannya dengan manis.
Padahal dia sedang tidur dengan sahabatku sendiri. Tiga tahun kesetiaanku dibalas dengan pengkhianatan paling menjijikkan oleh dua orang yang paling kupercayai. Hatiku hancur, berubah menjadi rasa dingin yang menusuk tulang.
Mengapa mereka tega mempermainkanku selama ini? Di saat aku merasa terekspos dan tidak punya siapa-siapa lagi, Ezra justru menyodorkan sebuah kesepakatan yang tak mungkin kutolak. Dia mengetahui rahasia terbesarku, dan dia menawarkan akses langsung ke Senator Pratama—pria berkuasa yang telah menghancurkan hidup ibuku dua puluh tahun lalu.
Aku membuang bunga pemberian Indra ke tempat sampah, lalu menatap pria paling berkuasa di New York itu.
"Aku ingin akses ke Keluarga Pratama. Itu syaratku."
Malam ini, berbalut gaun sutra zamrud dan menggenggam erat tangan Ezra di karpet merah, aku menatap wajah pucat pasi mantan pacar dan sahabatku yang terkejut melihatku. Pembalasan dendamku baru saja dimulai. Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat."