reger
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita reger
Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
Romantis Hidup Keira terasa seperti rentetan nasib buruk yang tak berujung. Pertama, perusahaan tempatnya mengabdikan diri kini di ujung tanduk kebangkrutan. Kedua, tunangannya tega meninggalkannya demi wanita yang memiliki harta melimpah. Segala impian dan harapannya hancur lebur, menyisakan luka dan keputusasaan yang dalam.
Dalam titik terendah, Keira memilih melarikan diri ke gemerlap kelab malam. Namun, sekali lagi, takdir seolah menertawainya. Ia mabuk hingga tak sadarkan diri, dan malam itu berakhir tragis di ranjang bersama Aksel Sanjaya, CEO dingin yang memimpin perusahaan tempatnya bekerja.
Keira dan Aksel, keduanya sama-sama terperangkap dalam situasi rumit yang tak terduga ini. Bagaimana mereka akan menghadapi konsekuensi dari satu malam kelam yang mengubah segalanya? Pernikahan Hanya Sandiwara
Romantis Seharusnya pernikahan adalah awal kisah bahagia, namun bagi seorang perempuan sederhana bernama Kania, ikatan suci ini justru menjadi neraka. Dinikahkan atas dasar wasiat keluarga, Kania harus menerima perlakuan kejam, kasar, dan diperlakukan layaknya seorang pembantu oleh suaminya, Rendra, beserta seluruh keluarganya.
Meskipun hatinya hancur berkeping-keping, Kania memilih untuk menahan semua penderitaan itu. Alasan terkuatnya hanya satu: demi kesembuhan adiknya yang sakit-sakitan harga yang harus ia bayar agar adiknya mendapat pengobatan.
Di tengah kegelapan hidupnya, munculah secercah cahaya. Seorang pria bernama Davian memasuki kehidupannya. Kehadiran Davian membawa perubahan dan kehangatan yang telah lama hilang. Perlahan, benih-benih cinta mulai tumbuh, dan Davian menaruh hati pada Kania.
Akankah Kania terus bertahan dalam pernikahan yang menyiksanya demi janji lama dan adiknya? Atau, apakah ia akan berani memilih kebahagiaannya sendiri dan menyambut cinta dari pria yang tulus mencintainya? Anda mungkin suka
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat." Madu Untuk Istriku
bundaRey "Ijinkan aku menikah lagi, Ren?" Dengan berkaca-kaca, Dani memamdang Reni.
"Apa kamu yakin sanggup, Mas? Membimbing satu istri saja kamu nggak bisa, apalagi dua?" Tidak! Reni tidak mau dimadu.
Tanpa sadar Reni mengelus perutnya. Berharap anak dalam kandungannya tidak mendengar keinginan gila ayahnya.
"InsyaAllah sanggup, Yank." Reni tersenyum kecut. Sholat aja tidak pernah sanggup dari mana?
"Kamu gila, Mas!" Jengah dengan kegilaan Dani, Reni segera beranjak dari duduknya dan berlalu dari hadapan Dani.
"Ren! Ren!" Dani segera menyusul Reni yang berjalan ke arah kamar.
"Ren!" Dani menarik tangan Reni, namun segera ditepis oleh wanita itu.
"Lepaskan, Mas!" Hatinya hancur, benar-benar hancur. Dia pikir suaminya telah kembali seperti dulu, namun ternyata dia salah. Malah sebuah permintaan gila yang dimintanya pada Reni.
Tak menyerah, Dani terus mengekor Reni hingga ke kamar. Seketika Reni muak hanya dengan melihat wajah Dani.
"Ren, dengarkan Mas dulu ...." Kali ini Dani telah berlutut di hadapan Reni. Wanita itu duduk di tepi ranjang dengan mata yang mulai sembab. Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang
Mokaciinoo Jika bukan karena wajah sang suami yang begitu mirip dengan bapak mertua, Astri akan beranggapan bahwa suaminya itu adalah anak pungut. Sebab, begitu berbedanya perlakuan sang mertua pada suaminya. Hal ini kerap kali membuat Astri bertanya-tanya, ada apa gerangan? Apa kesalahan yang telah dilakukan suaminya hingga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang tuanya sendiri?
Namun, melihat kesabaran sang suami menghadapi semua perlakuan tidak adil orang tuanya, Astri hanya bisa mengikuti. Untungnya sang suami bukanlah orang yang mudah putus asa hanya karena diperlakukan dengan tidak adil.
Mas Ruslan selaku suaminya ternyata sudah sejak lama mulai mengumpulkan pundi-pundi uang di belakang punggung orang tua yang tidak pernah menghargainya itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Astri. Hingga di mata mertua, mereka hanyalah orang miskin yang tak berarti.
Tetapi karena suatu peristiwa yang melanggar garis bawahnya, Astri mulai merasa muak menjadi orang yang selalu tertindas. Keinginan untuk memberontak pun perlahan muncul di dalam hatinya.
"Lalu lakukan apa yang menurut kamu benar, Tri. Asal jangan sampai ibu sama bapak masuk rumah sakit aja," ujar Mas Ruslan memberi dukungan.
"Jangan khawatir, Mas. Aku cuma mau kasih syok terapi sedikit aja!" jawab Astri dari balik senyum liciknya.
Bagaimana lika-liku keluarga kecil Astri dalam menghadapi ketidakadilan yang diterima di dalam keluarga sang suami?