icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Purba Mahkota

Bab 4 Chapter 3 - Mengikat Jari Dengan Cincin

Jumlah Kata:1057    |    Dirilis Pada: 06/11/2022

temu dengan

pak

knya warna pada isi dari buah delima, yang saat ini tengah mengecup punggung tangannya tuk memberikan salam kehormatan, ... P

Putri Pu

Raja Prabu Tapa Agung, ... Purbararang d

an tujuan sebet

erhormat atas pertemuan kit

n dengan putra tunggaln

. Saya ingin memohonkan maaf yang sebesar-besarnya, karena telah

rti boneka tanpa ekspresi, memiliki jarak rentangan

atang itu justru merasa kalau perilakunya Indra Jaya j

n, itu buk

ecara canggung, Purbararang cepat-cepat melabuhkan m

belakang kaki yang lain dan menekuknya sedikit, ... dan terakhir, ... ia membungkukkan badannya lumayan ren

t menghabiskan waktu luang ini ber

..

a lagi lumrah, ... Indra Jaya yang tadinya hanya memasang ekspresi kaku, monoton, lagi membosankan sehingga

secara rapi ke belakang, tampaklah cuping telinganya yan

yang ia pasang saat ini, hanya ekspresi mu

, yang mengaitkan acara penyatuan hubungan, ... baik itu Purbararang maupun Indra Jaya

kerap kali ditemui di seti

an politik? Itu jauh lebih sering terdeng

gan orang tua juga orang-orang penting lain yang terlibat dalam merencanakan pr

i itu meminum teh dengan tanpa kes

ipenuhi oleh krim susu dan potongan buah-

berbicara untuk bertanya atau pula mengatakan hal-hal yang abstrak dalam m

wa si orang yang akan menjalin hubungan jangka panjan

on me

kini statusnya telah menjadi tunangan resminya sedari 7 minggu yang

ya ke sini hanya untuk

ginkan kehadiran Indra Jaya di sampingnya dengan segera, ... si putra Duke Jaya yang biasanya akan selalu memasang muka tak berekspre

Y

a dan segera merangkul lengannya, Purbararang langsung menyeret t

an istana untuk jangan berjalan secara terburu-buru, ... Purbararang telah sukses mencuri per

hitam sepanjang dada milik Purbararang yang bergoyang secara melambai-lambai, ... seperti sengaja tengah memamerkan setiap helai rambut

indak dan berasa seperti boneka yang kaku, kini, ... telah merasa bahwa

a yang baru dapat memenuhi hari-harinya dengan tanpa meng

atang dan mengajaknya untuk terbang mengelilingi indahnya bentangan cakrawala secara bersama-sama,

tmu halus se

patu beraksesori permata, selayaknya pakaian yang sering dipakai anak perempuan tanpa memprotes sekali pun, ... tengah menyisir rambut pirangnya dengan jari-jari untuk kemudian segera ia ikat

a cantik. Aku

antungnya terasa berdebar-debar, ... tanpa banyak bicara, Indra Jaya menarik tangan Pur

nya, maka rambut in

..

ukankah itu terd

ercaya diri, ... Purbararang telah sukses dalam membuat tunangannya menggumamkan sesuat

kuasa dalam menahan segala rasa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Purba Mahkota
Purba Mahkota
“Kalah menjadi abu. Menang menjadi arang. Ini adalah kisah tentang pertikaian sengit di antara para putri yang ikut serta di dalam perebutan mahkota Putri Purba. Tujuh bersaudara yang sedari kecil hidup bersama-sama dengan bahagia, ... mulai menjalani hubungan persaudaraan yang kacau nan berantakan, ... dikala mahkota yang didamba-damba telah jatuh ke tangan putri yang bahkan sama sekali tak mengharapkan takhta kerajaannya sedari awal. Akankah takhta kembali beralih kepada orang yang sudah seharusnya menerimanya sedari awal? Ataukah sang putri yang dijatuhi bingkaian hiasan kepala terbuat dari logam mulia, lengkap dengan intan dan juga permata itulah, ... yang pada akhirnya akan tetap menjadi pemimpin kerajaan? "Apa kau ingin tahu, kesalahan terbesar apa yang pernah dibuat olehku di sepanjang hidupku ini?" Sang putri tertua kerajaan ini, si Putri Mahkota yang bahkan tak dapat menggapai gelaran mahkotanya lagi, Putri Purbararang, ... bertanya dengan wajah yang pahit terhadap sang putri baik hati, yang saat ini tengah berdiri berhadapan dengannya diluar sel penjara. "Kesalahan terbesarku adalah, pernah membuat hatiku yang sudah hancur ini, untuk menyayangimu dengan segenap hati ...." Dia berucap lirih semacam itu, diiringi dengan lelehan air mata. "... Purbasari." Air mata keputusasaan yang akan senantiasa ia dapatkan, dikala berhasil dikalahkan oleh adik kandungnya sendiri, Putri Purbasari, lagi dan lagi.”
1 Bab 1 Chapter 0 - Kontras2 Bab 2 Chapter 1 - Anugerah3 Bab 3 Chapter 2 - Menggemaskan!4 Bab 4 Chapter 3 - Mengikat Jari Dengan Cincin5 Bab 5 Chapter 4 - Semoga Saja6 Bab 6 Chapter 5 - Merona Malu7 Bab 7 Chapter 6 - Mendadak Rindu8 Bab 8 Chapter 7 - Yuk, Menari Bersamaku 9 Bab 9 Chapter 8 - Ada Kupu-kupu Di Perutku!10 Bab 10 Chapter 9 - Calon Anjing Ratu11 Bab 11 Chapter 10 - Rumor Dan Gosip12 Bab 12 Chapter 11 - Bertikai Lagi13 Bab 13 Chapter 12 - Putri Mahkota14 Bab 14 Chapter 13 - Berduka Cita15 Bab 15 Chapter 14 - Penobatan16 Bab 16 Chapter 15 - Mahkota Yang Jatuh17 Bab 17 Chapter 16 - Berbeda18 Bab 18 Chapter 17 - Berikan Dia Nasihat!19 Bab 19 Chapter 18 - Benih Kebencian20 Bab 20 Chapter 19 - Berharap ... Harapan Ini Dikabulkan21 Bab 21 Chapter 20 - Penebus Hutang22 Bab 22 Chapter 21 - Kena Tampar23 Bab 23 Chapter 22 - Demi Kamu, Haruskah Aku Yang Melakukannya 24 Bab 24 Chapter 23 - Boreh25 Bab 25 Chapter 24 - Ratu Dikutuk !26 Bab 26 Chapter 25 - Pelita27 Bab 27 Chapter 26 - Diam-diam Posesif28 Bab 28 Chapter 27 - Setianya Anjing Ratu29 Bab 29 Chapter 28 - Hadiah Pernikahan30 Bab 30 Chapter 29 - Pergi Atau Mati 31 Bab 31 Chapter 30 - Dasar Monyet!