icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Purba Mahkota

Bab 7 Chapter 6 - Mendadak Rindu

Jumlah Kata:1327    |    Dirilis Pada: 06/11/2022

lang! Tet

aja Tapa Agung,

berlari dengan kaki-kaki kecilnya yang lucu tuk menghampiri sang kakak k

basa

ja Purbararang langsung menangkap Purbasari yang melom

tawa bahagia yang masing-masing

mengenal kata untuk tersenyum dan memancarka

ce

angan yang menutupi setengah bagian

ya, yang sayangnya tak dipedul

ari, pipimu in

, hent

ancana mencomot pipi yang putih kemerahan seperti buah persik

hentik

sebut dari mencomot pipi Purbasari, ... si putri yang kebiasaannya adalah mengucapkan

" jelasnya, seraya mengusap bekas cubitan pada pipi

epat saja, ... Purbasari membalasnya dengan memeluk serta me

ia cium sebagai pemberian hadiah terseb

eh Ana! Sari say

l itu pu

purbasari. A-apa

enak! Mendin

ap peluk dan kecup yang kedua saudari tiri mereka dapatkan barus

nis di hadapan, tak berlangsung lama, raut muka si putri bungsu yang

coklat tidak baik untuk gi

. A

nunjukkan bahwa mereka mengerti, pada akhirnya, si pu

, ... Teteh Rarang saja giginya bolong-bol

HA

ckk

sari perihal aib Purbararang, si orang yang tengah ia bicarakan sendiri malahan

memang san

ut-denyut di bagian punggung, ia jadi tak memedulikan tujuan

ke depa

asari itu. Kali ini, ia terlihat bersikeras untuk berjinjit setinggi mungkin, ... agar

ih tidak mengasihi Sali hadiah, Sali

g pipi kakak tirinya yang tidak banyak bicara,

ang kalia

n mudahnya berhasil membakar pipi kedua putri yang terl

an menggerakkan kembali kaki-kakinya yang melangkah dengan ringan, ... tuk berlari-lari kecil dan berakhir mene

pa yang

ng Teteh M

gsung terdiam dan senyap dikala ia menunduk, ... karena ia tengah mendapat

berpartisipasi dalam aksinya yang menggemaskan ini, ... dengan

..

m diam secara terus-menerus seperti itu, telah

t kipas kertas ditangan tuk menunjukkan wajahnya yang sudah tampak

a kasi

g besar untuk mengalah pada sebuah kemauan ke

gerakan yang ringan di atas kepal

an hati-hati bersama wajah yang sengaja d

ya ia tak berkontak mat

a telah me

*

u sudah memesan gaun

ret Purbararang untuk mulai keluar dari usia remaja

jika Teteh memesannya

ya yang sepanjang pinggang, untuk di sisir dan dibentuk berbagai macam-macam model gaya rambut yang saat ini sedang popul

a bisa memesan gaun yang sepas

nya Pasir Batang, Purbararang, ... kini telah tumbuh deng

debutan yang akan senantiasa diselenggarakan setiap setahun sekali,

Jangan

ikuk, Purbaendah telah berhasil mendorong sang kakak tiri tertuanya ini unt

k memesan gaunnya bersama-sama sup

...

memesan gaun yang serupa denga

aran, Purbararang melontarkan

ena

irinya tersebut menjadi larut akan rasa penasaran yang begitu mendala

irinya yang gampang tersipu itu ingin sedikitnya dapa

rpakaian secara berpasangan deng

Oh

Ah.

Purbararang

aya, Pangeran Indra Jaya! Ada rumor yang telah mengatakan

g langsung dibakar oleh banyaknya semburat merah secara segera, ... bersamaan den

annya Teteh, aku yakin sekali, kalau dia akan b

ya, ... Purbara

k ia temui secara langsung seperti waktu-waktu awalan hubungan, ... karena I

ang selama be

ebutan sebelum-sebelum

endah, ... Purbararang tidak kepikiran kalau I

ali ... kalau dia pasti sangat ingin mendapatk

Terlebih lagi itu adalah sesosok tambatan hatinya, ... benar-benar membuat Purbara

dikannya

.. sosok Indra Ja

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Purba Mahkota
Purba Mahkota
“Kalah menjadi abu. Menang menjadi arang. Ini adalah kisah tentang pertikaian sengit di antara para putri yang ikut serta di dalam perebutan mahkota Putri Purba. Tujuh bersaudara yang sedari kecil hidup bersama-sama dengan bahagia, ... mulai menjalani hubungan persaudaraan yang kacau nan berantakan, ... dikala mahkota yang didamba-damba telah jatuh ke tangan putri yang bahkan sama sekali tak mengharapkan takhta kerajaannya sedari awal. Akankah takhta kembali beralih kepada orang yang sudah seharusnya menerimanya sedari awal? Ataukah sang putri yang dijatuhi bingkaian hiasan kepala terbuat dari logam mulia, lengkap dengan intan dan juga permata itulah, ... yang pada akhirnya akan tetap menjadi pemimpin kerajaan? "Apa kau ingin tahu, kesalahan terbesar apa yang pernah dibuat olehku di sepanjang hidupku ini?" Sang putri tertua kerajaan ini, si Putri Mahkota yang bahkan tak dapat menggapai gelaran mahkotanya lagi, Putri Purbararang, ... bertanya dengan wajah yang pahit terhadap sang putri baik hati, yang saat ini tengah berdiri berhadapan dengannya diluar sel penjara. "Kesalahan terbesarku adalah, pernah membuat hatiku yang sudah hancur ini, untuk menyayangimu dengan segenap hati ...." Dia berucap lirih semacam itu, diiringi dengan lelehan air mata. "... Purbasari." Air mata keputusasaan yang akan senantiasa ia dapatkan, dikala berhasil dikalahkan oleh adik kandungnya sendiri, Putri Purbasari, lagi dan lagi.”
1 Bab 1 Chapter 0 - Kontras2 Bab 2 Chapter 1 - Anugerah3 Bab 3 Chapter 2 - Menggemaskan!4 Bab 4 Chapter 3 - Mengikat Jari Dengan Cincin5 Bab 5 Chapter 4 - Semoga Saja6 Bab 6 Chapter 5 - Merona Malu7 Bab 7 Chapter 6 - Mendadak Rindu8 Bab 8 Chapter 7 - Yuk, Menari Bersamaku 9 Bab 9 Chapter 8 - Ada Kupu-kupu Di Perutku!10 Bab 10 Chapter 9 - Calon Anjing Ratu11 Bab 11 Chapter 10 - Rumor Dan Gosip12 Bab 12 Chapter 11 - Bertikai Lagi13 Bab 13 Chapter 12 - Putri Mahkota14 Bab 14 Chapter 13 - Berduka Cita15 Bab 15 Chapter 14 - Penobatan16 Bab 16 Chapter 15 - Mahkota Yang Jatuh17 Bab 17 Chapter 16 - Berbeda18 Bab 18 Chapter 17 - Berikan Dia Nasihat!19 Bab 19 Chapter 18 - Benih Kebencian20 Bab 20 Chapter 19 - Berharap ... Harapan Ini Dikabulkan21 Bab 21 Chapter 20 - Penebus Hutang22 Bab 22 Chapter 21 - Kena Tampar23 Bab 23 Chapter 22 - Demi Kamu, Haruskah Aku Yang Melakukannya 24 Bab 24 Chapter 23 - Boreh25 Bab 25 Chapter 24 - Ratu Dikutuk !26 Bab 26 Chapter 25 - Pelita27 Bab 27 Chapter 26 - Diam-diam Posesif28 Bab 28 Chapter 27 - Setianya Anjing Ratu29 Bab 29 Chapter 28 - Hadiah Pernikahan30 Bab 30 Chapter 29 - Pergi Atau Mati 31 Bab 31 Chapter 30 - Dasar Monyet!