icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Purba Mahkota

Bab 6 Chapter 5 - Merona Malu

Jumlah Kata:1137    |    Dirilis Pada: 06/11/2022

nik. Dialah yang paling bagus dalam mengerjakan semua

sendiri, Purbamanik, si putri berambut merah kejinggaan itu menengadahkan kepalanya dengan ban

seberapa, G

penuh kesopanan, Purbamanik telah berhasil membuat Purbararang menatap

ar dan mempelajari berbagai macam

alah suatu kemauan

am bayangan akan perawakan Purbasari–jika bocah berumur 4 tahun sekarang telah be

sinya yang memang patut untuk diirikan oleh seorang selir sepertinya,

banyak padamu,

na karena dielus pipinya dengan lembut juga ditatap dengan kasih sayang, ... perlakuan dari sang ratu

tentu si Putri P

rbararang dengan senyuman yang sengaja diguratk

rang Putri yang layak untuk disegani semu

yindir Purbararang yang nilai dalam kelas pelajaran tata k

g melakukan sesuatu dengan langkah tergesa-ge

an santainya, Purbararang hanya mengulaskan senyuman tipis sa

gies, Gus

tengah-tengah acara perkumpulan latihan simulasi pest

idak tepat ini ialah ... untuk menjemput Nyai Putri

semakin menarik sudut bibirnya secara lebar, mendelik Purbamanik yang sekarang memandanginya

enerima pembelajaran khusus yang akan secara l

elajaran tata krama sangat

dijadikan penerusnya tanpa pandang-pandang pelajaran

negara yang akan ditakdirkan unt

duran diri Saya di acar

Purbamanik tadi, Purbararang menundukkan kepalanya dan beranjak d

i, mohon ma

maaf, Rarang. Untuk belajar menjadi le

tu meny

ra secara formal terhadapnya karena sudah diharuskan sedari kecil, ... membuat Purbararang yang diam-diam meng

rima kasih atas pe

enang dan merasa superior seperti ini, selain d

sedari bocah, yang tak lai

Gusti

ri Purb

••

atihanmu bersama Gus

bingan Sir Batara, ... Purbararang yang saat ini tengah menemui tunangannya, Indra Jaya, yang juga termasuk ke dalam salah

rbararang membalas pertanyaan. "Yah, itu ... kebanyakan

hh

wah pelupuk mata Purbararang menggunakan ibu jari, Indra Jaya m

matamu menjadi lelah, huh? Semoga saja, itu bu

..

berkedip, pada akhirnya ... Purbararang melepaskan tangan Indra

ilangkan segala rasa lelah yang terdapat pada ma

ganya selepas mendapatkan balasan berkalimat manis itu, tetap saja .

bisa saja te

dirisaukannya saat ini ... akan betul-

saja

g masihlah diributkan Indra Jaya di dalam

rambut hitam mengkilap miliknya yang terasa lebi

akan pern

lah jatuh menyeluruh, ... memusatkan seluruh arah pandang tuk menatap punggung tang

untuk terus melihatmu. Mau itu di masa lalu, masa kini, atau juga

hawanya yang dingin-dingin menyejukkan, ... perlahan tapi pasti, kelopak mata si

arku di atas bentangan luasnya d

lani segala aktivitas yang lebih banyak hari ini, .

menculiknya agar bisa segera pe

da pad

. ia pun benar-benar

putra Duke Jaya, Indra, yang dulunya

mengubah dirinya dalam menjelma menj

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Purba Mahkota
Purba Mahkota
“Kalah menjadi abu. Menang menjadi arang. Ini adalah kisah tentang pertikaian sengit di antara para putri yang ikut serta di dalam perebutan mahkota Putri Purba. Tujuh bersaudara yang sedari kecil hidup bersama-sama dengan bahagia, ... mulai menjalani hubungan persaudaraan yang kacau nan berantakan, ... dikala mahkota yang didamba-damba telah jatuh ke tangan putri yang bahkan sama sekali tak mengharapkan takhta kerajaannya sedari awal. Akankah takhta kembali beralih kepada orang yang sudah seharusnya menerimanya sedari awal? Ataukah sang putri yang dijatuhi bingkaian hiasan kepala terbuat dari logam mulia, lengkap dengan intan dan juga permata itulah, ... yang pada akhirnya akan tetap menjadi pemimpin kerajaan? "Apa kau ingin tahu, kesalahan terbesar apa yang pernah dibuat olehku di sepanjang hidupku ini?" Sang putri tertua kerajaan ini, si Putri Mahkota yang bahkan tak dapat menggapai gelaran mahkotanya lagi, Putri Purbararang, ... bertanya dengan wajah yang pahit terhadap sang putri baik hati, yang saat ini tengah berdiri berhadapan dengannya diluar sel penjara. "Kesalahan terbesarku adalah, pernah membuat hatiku yang sudah hancur ini, untuk menyayangimu dengan segenap hati ...." Dia berucap lirih semacam itu, diiringi dengan lelehan air mata. "... Purbasari." Air mata keputusasaan yang akan senantiasa ia dapatkan, dikala berhasil dikalahkan oleh adik kandungnya sendiri, Putri Purbasari, lagi dan lagi.”
1 Bab 1 Chapter 0 - Kontras2 Bab 2 Chapter 1 - Anugerah3 Bab 3 Chapter 2 - Menggemaskan!4 Bab 4 Chapter 3 - Mengikat Jari Dengan Cincin5 Bab 5 Chapter 4 - Semoga Saja6 Bab 6 Chapter 5 - Merona Malu7 Bab 7 Chapter 6 - Mendadak Rindu8 Bab 8 Chapter 7 - Yuk, Menari Bersamaku 9 Bab 9 Chapter 8 - Ada Kupu-kupu Di Perutku!10 Bab 10 Chapter 9 - Calon Anjing Ratu11 Bab 11 Chapter 10 - Rumor Dan Gosip12 Bab 12 Chapter 11 - Bertikai Lagi13 Bab 13 Chapter 12 - Putri Mahkota14 Bab 14 Chapter 13 - Berduka Cita15 Bab 15 Chapter 14 - Penobatan16 Bab 16 Chapter 15 - Mahkota Yang Jatuh17 Bab 17 Chapter 16 - Berbeda18 Bab 18 Chapter 17 - Berikan Dia Nasihat!19 Bab 19 Chapter 18 - Benih Kebencian20 Bab 20 Chapter 19 - Berharap ... Harapan Ini Dikabulkan21 Bab 21 Chapter 20 - Penebus Hutang22 Bab 22 Chapter 21 - Kena Tampar23 Bab 23 Chapter 22 - Demi Kamu, Haruskah Aku Yang Melakukannya 24 Bab 24 Chapter 23 - Boreh25 Bab 25 Chapter 24 - Ratu Dikutuk !26 Bab 26 Chapter 25 - Pelita27 Bab 27 Chapter 26 - Diam-diam Posesif28 Bab 28 Chapter 27 - Setianya Anjing Ratu29 Bab 29 Chapter 28 - Hadiah Pernikahan30 Bab 30 Chapter 29 - Pergi Atau Mati 31 Bab 31 Chapter 30 - Dasar Monyet!