icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Purba Mahkota

Bab 3 Chapter 2 - Menggemaskan!

Jumlah Kata:1329    |    Dirilis Pada: 06/11/2022

jauh dari kamar tempat bermain, ... keenam putri ini, s

ng paling dipercaya

yang saat ini ditugaskan untuk mengawal Putri Purbas

nampilan lembut dan disenangi oleh anak-anak, dengan rambut coklat pucat seperti lempung juga m

palagi songong, dalam menyombongk

mpang terenyuh dengan suatu keindahan, kelembutan, kel

para putri yang ma

berhadap-hadapan secara lurus dengan tubuh pendeknya para

n Anda sekalian repot-repot datang kemari,

telah itu langsung menunjuk muka Purbararang dengan

jelekan di ad

merajuk, menggembungkan pipinya kesal dan menampik

! Ayo buktikan sekarang jika ka

ri Purbasari ya?" sadar Sir Batara, mulai me

saat ini beliau

basari yang mengucapkan sebuah penjelasan meng

lucu itu bersedih, Sir Batara

ir secara melintang untuk mengisyaratkan supaya nantinya para pu

ih ingin tetap melihatnya, maka

turkan barusan, pada akhirnya keenam putri itu pun ... mulai masuk ke dalam kamar Purbasari satu persatu

wo

ng tertidur di dalam kungkungan boks bayi yang saat ini te

uan Purbasari pun, tergambar dengan gamblang pada wajah m

yang harga dirinya sangat ti

mandangan indah yang be

n, ... lengkap dengan kulit putih kemerahannya yang terlihat empuk, lembut, dan seperti sengaja untuk meminta disentuh,

sh

niatnya itu sepenuhny

A

umayan keras, sampai ke titik di mana bunyi nyaring timbul begitu dekat

menyentu

... Tete

nganmu

... Tete

n kebisingan yang dihasilkan telah menyebabkan Purbasari mulai merengek dan menangis, .

wweeh

membuat semuanya menjadi runyam itu merembetkan rasa i

untuk menepuk-nepuk Purbasari demi menenangkan dan memberh

a putri ini, tersudutlah Purbamanik dan Purbararang, ... ya

k segera berhenti menangis, hal ini pun telah sukses membuat dua

i, begitu Sir Batara menampakkan kehadira

Bayi menangis dengan keras seperti

i menjadi tertidur kembali, Sir Batara yang telah mendengarkan maksud

yang perlu

i dekapan tengah tersenyum manis seperti sedang melihat sesua

ih

enyum!" seru Purbakancana senang, sembari menghapus

, senang melihat Nyai Putri Purbasari

asari ini, ... adalah seorang pria muda yang benar-benar dilimpahi oleh sifat yang didomi

aya hanya ingin melihat kebahagiaan yang dipancarka

uk ditempatkan bertugas di dekat para putri kerajaan Pas

kan untuk bertugas di dekat si putr

Purb

lah, ... N

pagi, P

ntuk tidak takut dengan membuat bayi menangis setelah tahu cara menenangkannya, ... keenam putri, lagi-lagi d

ri. Hari ini, k

kamu semakin cant

asari

..

a tak bisa mendiamkan diri untuk tidak menggerakkan kaki beserta tang

g~ A

..

engar seperti menyapa balik kaka

... tent

g telah menghasilkan kejadian langka nan begitu berharga

n? Purbasari bilan

uanya, Purbamanik yang pipinya sudah diterpa oleh rona merah menyala, ...

halo' kepada Rarang! Rarang kan Kakaknya. Ibu kami sama! Ja

urbamanik menimpal. "Hei! Walau Ibu kami memang berbeda

Kamu bohong! Pu

uga lebih tua lima tahun dari Purbasari. Jadi, Pu

tu jelek. Kamu juga bilang kalau kamu

mengungkit-ungkit sesu

Ana. Kalau Purbasari,

singan yang dapat membuat Purbasari menangis di ujung kunjungan sampai harus merep

kk! Uw

a kamu kan, Purbas

pi kamu yang sudah membu

ma lain untuk salah satunya menjadi mengalah dalam perdebatan, ... telah membuat Sir Batara menjadi sangat kesusahan, ka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Purba Mahkota
Purba Mahkota
“Kalah menjadi abu. Menang menjadi arang. Ini adalah kisah tentang pertikaian sengit di antara para putri yang ikut serta di dalam perebutan mahkota Putri Purba. Tujuh bersaudara yang sedari kecil hidup bersama-sama dengan bahagia, ... mulai menjalani hubungan persaudaraan yang kacau nan berantakan, ... dikala mahkota yang didamba-damba telah jatuh ke tangan putri yang bahkan sama sekali tak mengharapkan takhta kerajaannya sedari awal. Akankah takhta kembali beralih kepada orang yang sudah seharusnya menerimanya sedari awal? Ataukah sang putri yang dijatuhi bingkaian hiasan kepala terbuat dari logam mulia, lengkap dengan intan dan juga permata itulah, ... yang pada akhirnya akan tetap menjadi pemimpin kerajaan? "Apa kau ingin tahu, kesalahan terbesar apa yang pernah dibuat olehku di sepanjang hidupku ini?" Sang putri tertua kerajaan ini, si Putri Mahkota yang bahkan tak dapat menggapai gelaran mahkotanya lagi, Putri Purbararang, ... bertanya dengan wajah yang pahit terhadap sang putri baik hati, yang saat ini tengah berdiri berhadapan dengannya diluar sel penjara. "Kesalahan terbesarku adalah, pernah membuat hatiku yang sudah hancur ini, untuk menyayangimu dengan segenap hati ...." Dia berucap lirih semacam itu, diiringi dengan lelehan air mata. "... Purbasari." Air mata keputusasaan yang akan senantiasa ia dapatkan, dikala berhasil dikalahkan oleh adik kandungnya sendiri, Putri Purbasari, lagi dan lagi.”
1 Bab 1 Chapter 0 - Kontras2 Bab 2 Chapter 1 - Anugerah3 Bab 3 Chapter 2 - Menggemaskan!4 Bab 4 Chapter 3 - Mengikat Jari Dengan Cincin5 Bab 5 Chapter 4 - Semoga Saja6 Bab 6 Chapter 5 - Merona Malu7 Bab 7 Chapter 6 - Mendadak Rindu8 Bab 8 Chapter 7 - Yuk, Menari Bersamaku 9 Bab 9 Chapter 8 - Ada Kupu-kupu Di Perutku!10 Bab 10 Chapter 9 - Calon Anjing Ratu11 Bab 11 Chapter 10 - Rumor Dan Gosip12 Bab 12 Chapter 11 - Bertikai Lagi13 Bab 13 Chapter 12 - Putri Mahkota14 Bab 14 Chapter 13 - Berduka Cita15 Bab 15 Chapter 14 - Penobatan16 Bab 16 Chapter 15 - Mahkota Yang Jatuh17 Bab 17 Chapter 16 - Berbeda18 Bab 18 Chapter 17 - Berikan Dia Nasihat!19 Bab 19 Chapter 18 - Benih Kebencian20 Bab 20 Chapter 19 - Berharap ... Harapan Ini Dikabulkan21 Bab 21 Chapter 20 - Penebus Hutang22 Bab 22 Chapter 21 - Kena Tampar23 Bab 23 Chapter 22 - Demi Kamu, Haruskah Aku Yang Melakukannya 24 Bab 24 Chapter 23 - Boreh25 Bab 25 Chapter 24 - Ratu Dikutuk !26 Bab 26 Chapter 25 - Pelita27 Bab 27 Chapter 26 - Diam-diam Posesif28 Bab 28 Chapter 27 - Setianya Anjing Ratu29 Bab 29 Chapter 28 - Hadiah Pernikahan30 Bab 30 Chapter 29 - Pergi Atau Mati 31 Bab 31 Chapter 30 - Dasar Monyet!