icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Purba Mahkota

Bab 2 Chapter 1 - Anugerah

Jumlah Kata:1148    |    Dirilis Pada: 06/11/2022

ah hal terindah yang pertama kali didapatkan oleh tuan putri sulungnya kerajaan Pasir Batang, yang memilik

ngan kecilnya. Bukan

tang, Ibu Ratu Sari Dewi Bunga Pamasti, ... memiliki rupa ca

muda yang dikenal oleh rakyatnya sebagai seorang dewi karena sering menebar banyak kebaikan itu, ... lekas mengarahkan tangan p

tik," tukas ses

rambut hitam kelamnya, dengan manik mata hitam juga pe

ala kecil sesosok makhluk hidup yang sebesar bo

i, seolah-olah berpusat kepadanya. Ah, bukan. Sepertinya, ...

ang berprofesi sebagai raja muda kerajaan Pasir B

a Raja Prabu

, kuberika

olehnya, ... Prabu Tapa Agung, lekas melengkapi pemberkatannya terhadap anak

adi Putri yang sangat bijaksana untuk

*

lang, Tet

dari selir-selir–lain yang kurang lebih memiliki usia tak jauh beda dengannya, ... menolehkan kepala dengan ra

ndah. Putri raja yang t

ng sudah bisa belbicala banyak-banyak. Buk

emudian, Purbararang menyahut dengan diiringi oleh te

kan sangat lucu, tahu! Dia cantik. Cantiknya mi

lain yang tampak tertarik

? Apa Purbathari thudah bitha m

adalah Pur

rti warna pada batu perunggu, ... mengerjap-ngerjapkan ma

erhatian kakak tirinya ini dengan bersikap sok menggemaskan, a

hun lebih tua darinya. Dan kakaknya, adalah anak y

nya

kalau bayi itu jelek? Untuk apa

urbam

ain rumah-rumah

it sore, dengan manik mata serupa seperti yang dimiliki Purb

... Ana in

ca-kaca, pada akhirnya, Purbakancana mendapatk

ng dilahirkan dari ibu berupa

adala

nya, melih

ri pada terus menyimpa

euih dan P

anya dapat dibedakan melalui warna p

manik mata ungu gelap, ... maka, Purbadewata memiliki ramb

s Purbakancana mempertanyakan keraguan dari si kakak kandungnya ini,

ut!" lanjutnya, sembari bersembunyi dibalik punggu

at takut dengan reaksi mengerikan apa yan

nya berkerut, Purbamanik menyahut. "Siapa juga yang mau ikut!

..

adak hening, segera setelah mendengar Pu

tiap hari selalu saja dibanding-bandingkan dengan Pu

Ti-tidak

menirukan tingkah laku orang dewasa ketika mer

ngar konyol, karena mereka semua

n menggenggam tangan Purbaendah beserta Purbakancana, ... untuk kemudian mulai melangkahkan

, ... Purbamanik yang sebetulnya merasa ingin ikut dengan mereka jauh dari dalam lubuk hati, te

p

opiannya paduka ratu. Seseorang perempuan hebat yang menjadi idola

apa yang tidak in

angsung lama, mengejar para putri lain setel

arang, membuat wajah Purbamanik memera

us menjaga adikku dari kedekatan! Bukan karena ingin melihat adikmu yang jelek!" elaknya, melimpah

gitu ...

tangan Purbamanik, dengan polosnya ... Purbararang terseny

rbamanik dengan membiarkan tangannya tuk lekas digenggam

formasi yang dilakukan oleh Purbararang unt

inya untuk berdiri

k yang juga menuntun Purbakancana, ... bersama tangan kananny

rajaan Pasir Batang tersebut pun, kembali berjalan bersama ... dengan lengan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Purba Mahkota
Purba Mahkota
“Kalah menjadi abu. Menang menjadi arang. Ini adalah kisah tentang pertikaian sengit di antara para putri yang ikut serta di dalam perebutan mahkota Putri Purba. Tujuh bersaudara yang sedari kecil hidup bersama-sama dengan bahagia, ... mulai menjalani hubungan persaudaraan yang kacau nan berantakan, ... dikala mahkota yang didamba-damba telah jatuh ke tangan putri yang bahkan sama sekali tak mengharapkan takhta kerajaannya sedari awal. Akankah takhta kembali beralih kepada orang yang sudah seharusnya menerimanya sedari awal? Ataukah sang putri yang dijatuhi bingkaian hiasan kepala terbuat dari logam mulia, lengkap dengan intan dan juga permata itulah, ... yang pada akhirnya akan tetap menjadi pemimpin kerajaan? "Apa kau ingin tahu, kesalahan terbesar apa yang pernah dibuat olehku di sepanjang hidupku ini?" Sang putri tertua kerajaan ini, si Putri Mahkota yang bahkan tak dapat menggapai gelaran mahkotanya lagi, Putri Purbararang, ... bertanya dengan wajah yang pahit terhadap sang putri baik hati, yang saat ini tengah berdiri berhadapan dengannya diluar sel penjara. "Kesalahan terbesarku adalah, pernah membuat hatiku yang sudah hancur ini, untuk menyayangimu dengan segenap hati ...." Dia berucap lirih semacam itu, diiringi dengan lelehan air mata. "... Purbasari." Air mata keputusasaan yang akan senantiasa ia dapatkan, dikala berhasil dikalahkan oleh adik kandungnya sendiri, Putri Purbasari, lagi dan lagi.”
1 Bab 1 Chapter 0 - Kontras2 Bab 2 Chapter 1 - Anugerah3 Bab 3 Chapter 2 - Menggemaskan!4 Bab 4 Chapter 3 - Mengikat Jari Dengan Cincin5 Bab 5 Chapter 4 - Semoga Saja6 Bab 6 Chapter 5 - Merona Malu7 Bab 7 Chapter 6 - Mendadak Rindu8 Bab 8 Chapter 7 - Yuk, Menari Bersamaku 9 Bab 9 Chapter 8 - Ada Kupu-kupu Di Perutku!10 Bab 10 Chapter 9 - Calon Anjing Ratu11 Bab 11 Chapter 10 - Rumor Dan Gosip12 Bab 12 Chapter 11 - Bertikai Lagi13 Bab 13 Chapter 12 - Putri Mahkota14 Bab 14 Chapter 13 - Berduka Cita15 Bab 15 Chapter 14 - Penobatan16 Bab 16 Chapter 15 - Mahkota Yang Jatuh17 Bab 17 Chapter 16 - Berbeda18 Bab 18 Chapter 17 - Berikan Dia Nasihat!19 Bab 19 Chapter 18 - Benih Kebencian20 Bab 20 Chapter 19 - Berharap ... Harapan Ini Dikabulkan21 Bab 21 Chapter 20 - Penebus Hutang22 Bab 22 Chapter 21 - Kena Tampar23 Bab 23 Chapter 22 - Demi Kamu, Haruskah Aku Yang Melakukannya 24 Bab 24 Chapter 23 - Boreh25 Bab 25 Chapter 24 - Ratu Dikutuk !26 Bab 26 Chapter 25 - Pelita27 Bab 27 Chapter 26 - Diam-diam Posesif28 Bab 28 Chapter 27 - Setianya Anjing Ratu29 Bab 29 Chapter 28 - Hadiah Pernikahan30 Bab 30 Chapter 29 - Pergi Atau Mati 31 Bab 31 Chapter 30 - Dasar Monyet!