icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Occidens

Bab 7 Makhluk Mengerikan

Jumlah Kata:1861    |    Dirilis Pada: 13/07/2022

k Meng

erlahan terkikis s

E

bukan m

suatu tak kasat mata, membuatnya se

tu hingga batuknya reda. "Kau tidak apa?" Ma

ang perasaan bersalah pada Selena. "Maaf, ya, aku memang anak yang

ar berusaha bersikap normal walau detak jantungnya b

erah." Tangan mungil Selena terulur ke d

r. Rasanya sangat hangat, berbeda dengan suhu tubuhnya yang

i tempatnya. Menatap Selena waswas.

iklah, kalau kau bilang begit

ai-lambai pada sebuah benda

elena menarik Edgar juga barang-ba

Jika memang Selena tak sanggup membawa semua kayu,

perlahan bergerak maju. "Ini tumpangan kita. Namanya

penasaran akan kehidupan manusia mem

, hanya saja ada gerobak di belakang yang

kan helai-helai halus dari surai hitamnya

dapat membuat kulitnya melepuh, bahkan pada beberapa kasus lukanya tak dapat di

h gadis itu. "Apa ada jubah noctua?

? N-noctua

bagian atas gerobak menggunakan kain tebal hingga cahaya matahari

erangsur-angsur murung. Kulit pucatnya juga mulai n

a bola mata jernih gadis itu yang sewarna lautan luas. Sen

ada mesin yang menggerakkan sehingga gerobaknya bisa berjalan. Ada pertanya

di pasar? It

rsikap layaknya pria dewasa yang mampu membawa banyak tumpukan kay

a memaku atensi Edgar untu

an dengan tawa dan candaan, ked

u lalang, insting berburu nya menguat. Edgar sampai

onsentrasi Edgar, yang tanpa sadar berhasil memun

engan senyuman hangat. "Ayo, ba

tetapi Edgar mencekal tangannya begitu erat.

t. Ia sedang berusaha sekuat tenaga agar insting be

etar. Sedetik berikutnya senyum Selen

Edgar lakukan demi menghalau r

diri, akhirnya Edgar disuruh berdiam diri di ba

penjual yang dimaksud, tetap saja, dia adalah bangsa immortal haus darah. Jika ia

an diri, Edgar bersembunyi di sini a

uh di sebelah gerai, tempat yang sekarang Edgar datangi cukup luas dan bersih bahka

tu pohon rowan. Walaupun tidak terlalu tinggi, tapi energi yang m

cerita ayahnya. "Beri rowan punya kekuatan sihir tana

m maksud dari perkataan

k membenarkan, "

en

katakan saat terakhir kali bertemu me

entuh salah satu ranting poho

t menerpa wajahnya. Sekumpulan burung gag

"Ada apa itu?" g

n gagak. Baru hendak beranjak dari tempatnya berdiri, laki-

l secepat

dak protes. Ia paling tak su

, sosok itu malah membungkuk me

dgar ma

ernyit samar. Ketika tudung hijau itu dibuka, wajah familiar

burung gagak berterbangan dise

engus. "Ada apa, K

etua vampir ini. Diusirnya Edgar bersamaan cemoohan

dahinya itu. Matanya selalu menyala merah terang saat keku

dah lama tidak berjumpa, apa

u jika harus bersitatap dengan k

ntaan putrinya beberapa hari lalu. "Ayah, Justin bersikap bodoh denga

gar. Kenapa masih bersikap kekanak-k

u? Ingin memperingatkan ku tentang ses

ia membenarkan pernyataan Edgar yang terakhir, "Mengusi

obatan mu akan tiba, jangan berlama-la

ama. Pi

n sesuatu yang dimiliki Edgar, dia akan menakut-nakuti pria itu dengan b

sini," ucapnya bangga, berhasil

asil menumbangkan pilar-pilar kepercayaan Edgar. "

. "Memang kenapa? Dia tidak

ak tahu jika Ibu Selena

il pusing dengan mengatakan kejujuran yang aka

ngobrol tentang kedua orang tuanya, Selena akan seperti 'kau tahu, aku tidak ing

nuntut pembalasan atas kematian Ibunya s

ari pijakan sepatu membuat

ena dari jarak 500 meter sekalipun ia bi

tahu identitas kecuali telah lama mengenal, seperti Edgar contohny

nmu akan menjadi malapetaka bagi dunia kami, cepat

t sosok Selena terlihat akan mendekati Edgar, ia bertelepor

h. "Edgar, apa kau lapar? Ayo kita

ubah ceria dalam waktu singkat agar tak membuat

ejak Edgar bertemu Estelle d

murung, gelisah, dan menunjukkan si

njak Selena memberinya daging domb

kin membuat

berkali-kali mengetuk pintu kamar Edgar

i-kali lipat mengingat banyak

sahutan dari dalam sana

ntu kamar yang ternyata tidak dikunci p

ut, matanya menangkap presensi gorden kamar y

tak kencang bersamaan luruhnya keringat dingin saat melihat soso

edg

secara terbata, makhluk di bawah sana menata

ala ekor matanya hampir bersitata

leh sosok di bawah sana, Selena beranjak

dari tempatnya berada sekarang, suara

awah kolong tempat tidur Edgar demi menyembunyikan diri se

kasar. Terdengar pula langkah kaki berderit diiringi

" rapalnya bergumam seraya menyatukan kedua te

... kau

uk

elena semakin meringkuk ketakutan kala la

long aku ...," pin

berpacu begitu cepat saat suara derit dan

a yang tertanggal. Namun di telinganya hanya ada bunyi sayup angin

Masih merasa syok juga

ebut nyatanya masih berdiam diri tepat di depan pintu kam

t ...

menjadi tempat Selena berlindung

saat geraman rendah memasu

GAR

r

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Occidens
Occidens
“Menerima cacian sejak masih kecil hingga tumbuh dewasa. Edgar merasakan kutukan itu akibat keserakahan kedua orang tuanya. Ia yang berdarah half membuat banyak orang membencinya. Beruntung ada seorang gadis yang mau menerima segala keadaannya, dia Selena. Gadis periang si pencari kayu bakar. Tinggal bersama Selena rupanya membuat hati dingin Edgar perlahan mencair. Ketika dirinya hendak membuka hati untuk pertama kalinya. Takdir justru melarang hal tersebut atas nama kutukan. Edgar ditakdirkan menjadi pemimpin dunia immortal sebagai penguasa klan demon dan sama seperti raja-raja sebelumnya, Edgar tak boleh memiliki seorang pendamping terutama ratu. Akankah mereka bersatu?”
1 Bab 1 Prologue2 Bab 2 Kutukan Sang Demon3 Bab 3 Melarikan Diri4 Bab 4 Dunia Manusia5 Bab 5 Kematian Sang Raja Vampir6 Bab 6 Kayu Dan Danau7 Bab 7 Makhluk Mengerikan8 Bab 8 Bulan Darah9 Bab 9 Penyihir Hitam10 Bab 10 Fatum11 Bab 11 Vanity World12 Bab 12 Benalu dan Inangnya13 Bab 13 Bangsa Vampir 14 Bab 14 Kabur15 Bab 15 Pemberontakan16 Bab 16 Aku Manusia! 17 Bab 17 Amethyst18 Bab 18 Peringatan19 Bab 19 Perjalanan20 Bab 20 Penjaga Dasar Laut21 Bab 21 Astray22 Bab 22 Kota di Orientem23 Bab 23 Klan Agung24 Bab 24 Sweetness Moment of Underwater25 Bab 25 Kembalinya Si Bermuka Dua26 Bab 26 Minefield