Penjara Hati Sahabatku
raya melirik ke jam tangannya. Bibirnya bergoy
eorang gadis yang sejak tadi namanya di panggil lan
Wajahnya memelas dengan b
elak tawanya. Yah masa sih Lani mau ke kampus den
ekati Lani. Dengan tangannya ia membelai bibir sahabatnya itu bermaksud menang
ih-alih protes dengan sikap Lexi. Lani justru hanya mematut iris matanya terus mengarah ke wajah tampan Lexi. Wajah yang selama ini ia lihat, tak pernah sehari pun mereka terpisah
matanya keheranan dengan sudut b
-pura bisa saja. Tapi itu mengundang seny
h pura-pura. Lo tadi m
Lexi menatap matanya. Maka pemuda itu juga akan tahu betapa besar rasa cintanya ke Lexi Perasaan yang Lani pendam
perasaannya ke Lexi. Ia hanya takut Lexi malah memilih
ni," gerutunya. Yah, ini adalah salah satu alasannya. Cintanya b
coba biasa saja. Lexi menarik tangannya. "Gue udah i
*
enunggu Lexi selesai meletakkan kendaraan ber-cc tinggi itu. Tapi kali
i perutnya seolah benar-benar kelaparan bak korban pengungsian. Tetapi sikap itu hanya ia perlihatkan pad
etulnya Lani memaklumi sikap Sherly, tak ada seorang pun wanita yang mau berbagi kasih pujaan hatinya kepada wanita lain. Meski sahabatnya sekalipun, terlebih Lani menyadari ia telah menodai hubungan ini dengan perasaannya itu, Lani pun tidak mengerti. Bukank
ng kejadian yang mem
ki Lani sangat jarang bertemu dengan Gunawan. Tetapi ia sangat-sangat mencintai pria itu. Hanya Papa'n
ng nyawa di tanah orang. Kini setelah Panglima tersebut terbujur dingin tak ada lagi pelindung bagi Lani. Ia menunduk terus menyanyikan alunan pilu yang keluar dari sudut bibirnya. Seandainya Lani bisa memutar waktu dan meminta sang ayah untuk tinggal saja bersamanya. Atau seandai
. "Jangan sentuh aku! Jangan pisahin aku sama Papa. Papa..." Lexi pun sangat sedih. Tak pernah ia melihat Lani sehancur ini Lani yang ia kenal adalah wanita yang mandiri. Ia yang
rus menutupi penglihatannya, Menjadikan matanya berkabut kepedihan. Ia berusaha tegar un
ya di lutut kakinya, ia membalikkan tubuh Lan
. Pelan, Lani membalas pelukkan Lexi. Ini pertama kalinya Lexi mendekapnya. Me
i itu Lexi seseorang yang menemaninya baik suka dan duka. Dekapan mereka sem
aku mau di
ani, lo harus ku
g Lani, hanya menatap acara dengan pandangan yang kosong. Sejak mengetahui kepergian ayahnya sampai detik ini pun ia tidak makan
nih!" ia menunjukkan roti keju buatan Ningsih
?" Lani hanya
k kesal. Tapi Lani tak jua mau m
sedih banget ngliat lo jadi kayak gini" Lexi menggoyangkan tubuh L
, Lex" lirihnya sambil menggeleng. T
tuk lo!" janji LexinSemenjak itu Lani menjadi lebih manja dengan Lexi, tak
gantung padanya, merasa tidak bisa hidup tanpa Lexi. Dan ia mendefiniskannya menjadi cinta. Cinta ya