icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tak Bersyarat

Bab 7 Kesumat

Jumlah Kata:2118    |    Dirilis Pada: 24/06/2022

ego tinggi. Tidak ingin terlihat lemah. Makanya Ilham akrab dengan perusahaan Franve,

bariton seseo

an mencebik licik. Berlalu sebelu

, lehermu taruhannya," ancam Arini pelan tapi tajam

nselnya setelah celoteh

ang tadinya hendak menonton gratis, terutama anak-anak Arya, Bagas dan lain

apa yang baru saja terjadi. Ia berpapas

dat

ya," jawab Burhan sin

h akrab berdekatan apalagi selalu bersama Burhan. Kera

rdiri pada garis bawah ke

ham menatap Rian yang menye

kecil, tidak

undak Ilham. Ter

Hanya salah paham sedikit

rik tangan

ibir Om Rian berdara

an cuma kena insiden keci

an, sayang?" Ilham memindai tu

meng

menguar dari b

a itu--Menatap Arini yang begitu mempesona malam ini, m

ahal karena permintaan Meli dan juga kesumat yang menga

endekat, menyentuh

ahal ia sangat ingin menepis, saat tangan Ilham membimbingnya ke ku

emosi. Kadang Arini sengaja lembut dan mendayu, memanci

ucap Ilham hati-hati. Wajah sendu Arini

diam. Hening--

ia duduk bersama. Berarti kabar yang Mira berika

. Padahal ia sangat paham karakter Arini yang legowo namun posesif. Sedangkan Ilham si sant

in hanya akan diam dan sabar saat si emos

mahal untuk sebuah

us kubuat berhitung akan m

melihat Arini berdampingan dengan Ilham tampak m

baik. Aku takut Arini jatuh cinta pada Bu

nald bingung, dan Meli t

engetahui perihal nikah muhallil yang dilakukan putranya. Meli sengaja menyembunyika

Rian tadi namanya Burhan?

Be

ka satu rumah. Bayangkan! Jika Arini yang jatuh cinta, apa jadinya Ilham nanti. Aku tidak bisa mem

isa rujuk pada Arini. Keegoisannya sebagai lelaki dengan

enyum menanggapi, karena papi tau sejatinya wanita memang sangat mudah mengucapkan kata talak. Untuk itu Allah

uruh pernikahan di dunia ini isinya janda dan duda.

sekali hukum

sebelum berangkat masih berbicara s

nya mel

dia memata-mataiku sampai b

g, apa kamu diga

ngganggu istri seoran

yang akan mengganggunya di luaran tidak yang berani. Tentu hany

jarak antara kita, kamu kerap berubah-ubah. Mas seolah tida

ham--jutek. Ia begitu jijik melihat mantan suaminya itu. Entah

dulu," ulas Ilham lagi. Menunduk menahan retinanya agar tidak berkaca,

afik. Mengaku mencintai ternyata mengkhi

n andai kamu tidak mengucapkan sarat pra nikah," ucap Ilham merangkul Arini lebih dekat. Menyes

tu hari Mas akan menemukan cinta yang lain selama aku masih belum bercerai dari Burhan, yang mungkin bisa

ra menceraikan kamu. Aku sampai tidak kuat membayangkan kalian tidur berdua

tnya. Padahal banyak prosedur yang harus dilalui. Hukum agama tidak rumit, justru menjagaku d

bergaris kerut. Sepertinya Arini tidak peduli akan make up lagi.

nak di pipinya. Arini memejam mata lelahnya. Ingin menepis segera ta

menancap paku pada sebuah papan, meskipun paku itu lepas, copot dari tancapannya, tetap m

orang lain curiga. Terutama paman bungsu Ilham. Yang sejak Arini menginjak kaki

npa beban padahal hanya acting semata demi nama baik Ronald. Ilham terdiam. Hatinya bagai tersayat. Istrinya yang d

ekarang. Tidak akan pernah berubah."

u, Sayang," balas Arini

rini berbisik pelan, sadar ia mengucapkan itu agar lelaki

enghiasi wajah Ilham kala tangannya digengg

pir di jiwa Arini. Hatin

ditalak dan dirujuk berulang kali. Di sisi

Apakah Ilham merasa bosan? Ia tidak per

hati darah daging sendiri. Arini

Beberapa hari tak bertemu Ilham, ri

ta sejak belasan tahun lalu. Amblas

mereka raih di bangku sekolah,

asihkah ada?

ta dan bersedia rujuk jika t

atus istri itu melindungi diriku dari pam

da khalayak kita baik-baik saja. Daripada harus

datang ke acara penting ini. Karena setiap tahun Jansen Kamandanu akan memb

masih memberikan hak Ronald sebagai anak. Hal itu juga yang membuat Arini meradang

ang paman pasca perceraiannya dengan Ilham, bahwa kelu

narnya yang terjadi pada hatinya. Ada sesuatu kesumat mengakar setelah Li

k tahan. Aku merindukanmu," ucap Ilh

puter di butik itu, dan tangisan kerind

sikap Arini yang kerap berubah-ubah. Ia sama sekali

gan dunianya-sesuatu telah m

a tidak sadar selama ini menyakitiku."

dua sepasang itu tidak mengetahui apapun perihal kejadian yang ada di hati

jika memang semua bisa diperbaiki kenapa tidak! Tapi, saratny

ninggal. Warisan perusahaan yang diambil dengan begitu licik oleh keluarga Jansen Kamandanu. Semua y

ya orang yang mencinta

h meski tanpa ucapan, begitu tajam bagai siluet silet menanca

ering, kini menguap kembali ber

, kakek kamu, Arini. Jansen orang jahat." Kalimat demi kalimat paman Lian bermain di rungunya.

elamun,

Jangan mempertanyakan hal yang tidak p

namun mampu menet

rini hanya butuh w

atuh cinta berkali-kali lagi. Eh, malam ini ..

Nenek dan Kakek sudah h

berdentang dari pengeras sua

ajam. Sorotnya berubah beringas.

gan untuk kembali, dan suka rela melakukan apa saja demi diri

ia berambut putih namun tetap berwi

a menetralkan diri. Untuk tid

n dari apapun, kurasa karena

ri

mm

ta tidak membahas

menjadi istri dari lelaki itu sungguh ide cemerlang darimu, sebab ti

fkan

nt

mua

lamb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tak Bersyarat
Cinta Tak Bersyarat
“"Depresi dalam batas kewajaran itu bisa sembuh cepat, Burhan. Tapi, depresi akibat cinta sungguh sangat sulipenangannya. Emosi yang labil karena tidak dapat membuang tepat di wajah penyebabnya." "Apa dampaknya negatif, Mor?" "Reaksi negatif ini disebabkan oleh penurunan hormon pembuat bahagia yang diproduksi oleh otak. Jaringan dalam otak Arini justru meningkatkan produksi hormon stress kortisol. Selain membuat mood bisa mendadak nge-drop, hormon stres kortisol juga bisa membuat fisik menjadi sakit. Salah satunya lambung. Nyeri pada fisik yang diakibatkan oleh peningkatan hormon stres kortisol bahkan bisa menjadi mirip dengan gejala sakau kokain. Ini berbahaya." Burhan terdiam. "Aku menyuruhnya untuk rutin chek-up, keluar masuk laboratorium, bahkan aku mengatakan yang menanganinya dokter spesialis penyakit dalam. Agar dia tidak sadar sedang dibawa ke seorang psikolog. Dokter penyakit dalam itu temanku, begitu aku bilang. Nanti Arini masuk ke ruangannya dengan aku mendampingi." "Ide jenius. Tapi, bagaimana pendapatmu dengan keadaan dia sekarang." "Hasilnya buat geleng kepala. Tidak ada penyakit yang terdeteksi dari tubuh Arini. Selain asam lambung. Arini mampu mengendalikan fisik, tapi, bisa jadi itu tidak bertahan lama. Arini harus diselamatkan segera." "Caranya?" "Kadar dopamin dan oksitosin, mendominasi, jika tidak segera ditindak lanjuti bisa berakibat fatal. Saat kalian lengah, atau ia merasa tidak dihargai, bunuh diri bisa jadi solusi--menurut dia." "Apa hal urgen pertama kali yang bisa kami lakukan." "Ajak berolahraga, yang paling sederhana lari pagi. " "Tiga hari yang lalu aku pernah membujuknya untuk pergi ke psikiater. Sampai di sana, Arini normal saja, bahkan wajahnya berubah warna, cerah tanpa sisa kepucatan yang baru saja terjadi. Terus sampai di sini aku malah diamuk, katanya, "Apa kau kira aku gila." "Biarkan dia berkata sesuai apa yang ia ingin katakan. Itu menambah proses yang baik untuk membuang hormon depresinya." * "Apa Dokter tidak keberatan kalau saya ikutan Yoga?" "Sepertinya Minggu ini saya jarang yoga. Yoga sangat baik untuk pernapasan, dan mengurangi stres," ucap Burhan tiba-tiba. "Siapa yang stres?" tanya Arini. Merasa telah keceplosan. Burhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Morela mengaku stres karena jadi jomblo sejati. Apa kau punya teman untuk dijodohkan padanya?" Arini langsung tertawa terbahak-bahak. Morela menahan tangannya untuk tidak menjitak kepala Burhan. Melihat tawa yang begitu lepas, Morela yakin tiga bulan Arini sudah bisa dipastikan sembuh. Burhan melirik tipis ke arah Morela. Psikiater itu memajukan jempolnya tanpa terlihat Arini. {Ternyata Cinta itu tidak bersyarat apapun, Burhan. Meski dia gila sekalipun} Tiiittr. Ponsel Burhan bergetar. Pesan dari Morela. Wajahnya memanas seketika. Awas kau Morela! Di bangkunya Morela tersenyum mengejek sang teman”
1 Bab 1 Perhatian Pertama2 Bab 2 Bibit Cinta3 Bab 3 Kamu Cantik!4 Bab 4 Bersua Mertua5 Bab 5 Sang Muhallil6 Bab 6 Antara Muhallil dan Dia7 Bab 7 Kesumat8 Bab 8 Flashback Talak9 Bab 9 Awal Petaka10 Bab 10 Talak Satu11 Bab 11 Perusak Mahligai12 Bab 12 Masuk Perangkap13 Bab 13 Pusaran Jebakan14 Bab 14 Melupakan Masa Iddah15 Bab 15 Hancur Karena Jebakan16 Bab 16 Pahlawan Dadakan17 Bab 17 Sarat Pra Rujuk18 Bab 18 Bulan Madu dan Kabar Buruk19 Bab 19 Talak Tiga Tanpa Ucapan20 Bab 20 Test DNA21 Bab 21 Menunggu Retak22 Bab 22 Luka Bernanah Lagi23 Bab 23 Kisah Sedihku24 Bab 24 Ayo katakan, Kau Cemburu 25 Bab 25 Semakin Dekat26 Bab 26 Sebuah Rahasia