icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tak Bersyarat

Bab 4 Bersua Mertua

Jumlah Kata:1682    |    Dirilis Pada: 24/06/2022

merasuki mantan istri bosnya itu, ia pa

ling diam dalam kebingungan, bi

ibumu d

Arini mem

mau menemu

k daripada kamu," ketus Ari

tidak mau ada kesalahpahaman di antara kita. Mungkin bisa lain kali. Ibu saya di rawat di ru

u--gampang. Kalau cuma izin diri kamu--aku bisa. Kenapa tidak bi

" ucapny

si jadul gak masuk kerja, ya. Aku

ayang,

satu waktu. Mendadak menelpon Ilham, bersayang-sayang hany

n mencari tahu,

rena hari ini Arini tidak menggoda imannya se

ntarkan aku menemui Bu Dena!" perintah ta

kut ibunya akan berpikir tentang sebuah hubungan khusus, jika, melihat kedatangan mereka berdua. Tap

udah melunasi semua biaya ibu anda, Pak. Luka amputasi kaki yang membusuk sudah m

isambut senyum resepsionis. S

ya. Arini mengekor dari belakang. Mendengar nama mantan suaminya disebut sebagai pen

pa saja dengan uang, termasuk membeli

bisa dibeli dengan uang, ada beberapa

log dengan sedih atas takdir yang menim

ama saya, Jiya?" tanya Burhan pada

ama nanyain mas terus, saya sudah bilang mas kerja, baru j

rapat. Nyenyak sekali. Sama sekali tidak menggubri

g dulu, Mas," ucap wanita itu menunduk. Seolah Burhan yang berdiri di d

di sebelah rumah Burhan. Pekerja di salah satu gerai bakery. Gadis itu lagi li

dah begitu akrab di r

am tentang ibunya, juga adik-adik yang sekolah. Akhirnya Ilham mengirim Mbok Da

esai, baru menyadari Burhan tidak send

tanya Jiya denga

bos saya, yang membiayai semua pen

Dari mode masam ke mode t

tangan. Arini menyambut dingin. Paham sekali m

ri bos, saya is

berdegub kencang. Kepalanya bergantian berpaling antara Arini dan

au ... Arini bagian wanita kaya genit versi filem pendek yang acap ia tonton, atau--jangan-jangan istri

itu, berakhir kesimpulan dari diri sendiri oleh isi

akhirnya mengatakan

itu hanya membalas dengan dehemen sejenak, tidak menyambut uluran tangan mungil y

nya dengan senyuman, yang Jiya impikan siang malam,

ali bekerja di toko bakery itu, saya dan adik-ad

kah, kembali memutar arah, mu

ncur juga. Burhan sebenarnya tidak suka berbasa-

nya Jiya lembut sengaja

sa dibawa pulang, di rumah siang hari ada adik-adiknya. Mbok Darsi

nyum tipis. Perdana bersua, gadis itu mem

atinya sedih. Selama ini, perhatian dan pengorbanan untuk Bur

sa oleh Burhan. Tapi, Burhan selalu mengang

mberikan fasilitas pembantu? Jiya

asrah. Karena tidak ada jawaban dari Burhan, justru

gkah menuju pintu. Kembali urung kakinya keluar ruang. Berbalik ke b

but punggung tangan wanita tua yang terbari

ta buat serabi kuah sama-sa

ndadak banjir, sebelum berlari kecil,

kecil pula, padahal Jiya tidak lagi men

rasa terganggu dengan dua wan

mu. Apa dia yang dikatakan Men

ekati ranj

y. Aku tidak pernah pacaran

gar jawaban Burhan, segera menahan semburan tawa itu demi so

bangu

bicara Burhan. Sisi lai

n di sini.

Fedi Nuril itu mengelus lembut lengan ibunya. Me

ng anak menyentuh pipinya, air mata yang sedari

anita yang terba

" Burhan mengusap

arena diabetes menggerogoti, menelan semua hari-hari akan datang. Sakit

usaha bangkit. Senyum ceria Dena meyakinkan B

uk. Mata wanita itu langsun

an tanpa kaki, ngak pakai acara nangis kayak anak kecil, hmm." Dena memainka

urhan lirih. Menyadari

memindai Arini. Sedari tadi ia sudah sa

i bos Burhan--Pak Ilham," u

ya Arini. Istri Burhan.

ucapan Arini. Memasang waspada

Nak!" Dena melambai. Arini mendekat.

un mama tidak datang di pernikahan kalian, tapi mama merestui dan mendoakan. Kata dokt

tercekat. Mengapa

, kadang memalukan sikapnya. Masa istri sendiri di

tidak kaget sama sekali dengan ucapan Arini. Terlihat sangat santai, seolah sudah me

i berakhir. Ibunya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu, rutuk

Burhan menatap bingung, bergantian antara Ari

yang terlihat santai. Burh

rhan ada perlu de

ewer, Burhan," ucap Dena sewot, geleng-geleng kepala. Mera

keluar kamar. Arini pasrah saja,

ngin punya menantu. Kita menikah untuk bercerai nyonya, tolong katakan p

kin tertaw

, Pliss

u apa? Gayamu religius, tapi,

han menel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tak Bersyarat
Cinta Tak Bersyarat
“"Depresi dalam batas kewajaran itu bisa sembuh cepat, Burhan. Tapi, depresi akibat cinta sungguh sangat sulipenangannya. Emosi yang labil karena tidak dapat membuang tepat di wajah penyebabnya." "Apa dampaknya negatif, Mor?" "Reaksi negatif ini disebabkan oleh penurunan hormon pembuat bahagia yang diproduksi oleh otak. Jaringan dalam otak Arini justru meningkatkan produksi hormon stress kortisol. Selain membuat mood bisa mendadak nge-drop, hormon stres kortisol juga bisa membuat fisik menjadi sakit. Salah satunya lambung. Nyeri pada fisik yang diakibatkan oleh peningkatan hormon stres kortisol bahkan bisa menjadi mirip dengan gejala sakau kokain. Ini berbahaya." Burhan terdiam. "Aku menyuruhnya untuk rutin chek-up, keluar masuk laboratorium, bahkan aku mengatakan yang menanganinya dokter spesialis penyakit dalam. Agar dia tidak sadar sedang dibawa ke seorang psikolog. Dokter penyakit dalam itu temanku, begitu aku bilang. Nanti Arini masuk ke ruangannya dengan aku mendampingi." "Ide jenius. Tapi, bagaimana pendapatmu dengan keadaan dia sekarang." "Hasilnya buat geleng kepala. Tidak ada penyakit yang terdeteksi dari tubuh Arini. Selain asam lambung. Arini mampu mengendalikan fisik, tapi, bisa jadi itu tidak bertahan lama. Arini harus diselamatkan segera." "Caranya?" "Kadar dopamin dan oksitosin, mendominasi, jika tidak segera ditindak lanjuti bisa berakibat fatal. Saat kalian lengah, atau ia merasa tidak dihargai, bunuh diri bisa jadi solusi--menurut dia." "Apa hal urgen pertama kali yang bisa kami lakukan." "Ajak berolahraga, yang paling sederhana lari pagi. " "Tiga hari yang lalu aku pernah membujuknya untuk pergi ke psikiater. Sampai di sana, Arini normal saja, bahkan wajahnya berubah warna, cerah tanpa sisa kepucatan yang baru saja terjadi. Terus sampai di sini aku malah diamuk, katanya, "Apa kau kira aku gila." "Biarkan dia berkata sesuai apa yang ia ingin katakan. Itu menambah proses yang baik untuk membuang hormon depresinya." * "Apa Dokter tidak keberatan kalau saya ikutan Yoga?" "Sepertinya Minggu ini saya jarang yoga. Yoga sangat baik untuk pernapasan, dan mengurangi stres," ucap Burhan tiba-tiba. "Siapa yang stres?" tanya Arini. Merasa telah keceplosan. Burhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Morela mengaku stres karena jadi jomblo sejati. Apa kau punya teman untuk dijodohkan padanya?" Arini langsung tertawa terbahak-bahak. Morela menahan tangannya untuk tidak menjitak kepala Burhan. Melihat tawa yang begitu lepas, Morela yakin tiga bulan Arini sudah bisa dipastikan sembuh. Burhan melirik tipis ke arah Morela. Psikiater itu memajukan jempolnya tanpa terlihat Arini. {Ternyata Cinta itu tidak bersyarat apapun, Burhan. Meski dia gila sekalipun} Tiiittr. Ponsel Burhan bergetar. Pesan dari Morela. Wajahnya memanas seketika. Awas kau Morela! Di bangkunya Morela tersenyum mengejek sang teman”
1 Bab 1 Perhatian Pertama2 Bab 2 Bibit Cinta3 Bab 3 Kamu Cantik!4 Bab 4 Bersua Mertua5 Bab 5 Sang Muhallil6 Bab 6 Antara Muhallil dan Dia7 Bab 7 Kesumat8 Bab 8 Flashback Talak9 Bab 9 Awal Petaka10 Bab 10 Talak Satu11 Bab 11 Perusak Mahligai12 Bab 12 Masuk Perangkap13 Bab 13 Pusaran Jebakan14 Bab 14 Melupakan Masa Iddah15 Bab 15 Hancur Karena Jebakan16 Bab 16 Pahlawan Dadakan17 Bab 17 Sarat Pra Rujuk18 Bab 18 Bulan Madu dan Kabar Buruk19 Bab 19 Talak Tiga Tanpa Ucapan20 Bab 20 Test DNA21 Bab 21 Menunggu Retak22 Bab 22 Luka Bernanah Lagi23 Bab 23 Kisah Sedihku24 Bab 24 Ayo katakan, Kau Cemburu 25 Bab 25 Semakin Dekat26 Bab 26 Sebuah Rahasia