icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tak Bersyarat

Bab 6 Antara Muhallil dan Dia

Jumlah Kata:1312    |    Dirilis Pada: 24/06/2022

alan masuk sudah tertanam paving blok menuju villa, kiri kanan di

ng di antara pondokan kecil mirip saung sekitar lima bangunan s

gsung acara spektakuler di dalamnya, mengingat pemilik Villa tersembunyi d

erat di sebuah pro

ik sebuah perusahaan fashion terkenal, pemilik ribuan distro me

la oleh putra bungsunya bernama Rian Pra

Kamandanu, yang hingga kini masih sukses

rnikahan dengan nenek Jansen yang acap dipangg

gi banyak pasangan. Selain perusahaan fashion yang suda

an karet yang dikelola perseroan dengan

rtahun mencapai t

mewa bagi kakek dan nenek Jansen Prakash. Hanya satu orang di sudut kursi an

mantan suaminya, menantu anak pertama Jansen Prakash, Ronald Arya Penang dan

pun di tengah keluarga Jansen Prakash--Ilham satu-satunya cucu laki-laki

gitu, acara-acara keluarga mereka selalu wajib datang. De

cucunya orang miskin. Pebisnis handal itu tidak mencoret Ronald sebagai pewaris

Meli dan Ronald da

ngin mempertontonkan ke khalayak

Sultan, memiliki yayasan sekolah-sekolah eli

aya di kampungnya tapi, tida

iliki tiga orang anak. Kerin anak pertama menik

di Amerika. Sedangkan anak kedua Dina me

nikah tanpa persetujuan keluarga. Ba

rini hadir di

Misi yang akan diperhitungkan oleh

sedang menyusun api de

tanpa pelentik, iris coklat

am-diam seseorang memperhatikan

i sampai ke tempat ini. Bukan pula ka

cuali Arini menemukan jodoh sementara alias

dara, wanita elegan meski berasal dari sudut kota itu, d

mbakan b

ha

ns

us yang selalu men

akin gulita, Arini merekatkan jaket kulitnya,

yorot sekitar, menyapu pan

ak berkali-kali. Listrik yang padam memberiny

ck

strik menyala, menyaksikan drama

, dan pemilik wajah ndeso tapi

entak saat mengetahu

Tiba-tiba Meli sudah ada di antara Rian, Burhan dan

i stop melulu sama Pak Rian. Malah dirayu lagi. N

kali hanya ingin menggoda, dan mempermaluka

tunya, walau kini jadi mantan menantu. Mereka tahu--Meli dan Rona

m kes

au, Arini dalam masa Iddah, dan tidak akan bisa kembali pada Ilham kecuali Arini men

kacaulah semua rencana yang Rona

ran menatap Rian dan Burhan

ini? Apa kalian mengenalnya? Oh ... Ya. Bukankah t

ngsung oleh Ilham, lelaki dengan seribu medali sebagai pemenang sabuk tertingg

hak melihat cara Arini

u bibir Rian, ia berpaling cepat k

annya." Rian mengetik ponsel, secep

sesuatu di t

gkrut sebab mengganggu istri orang, sebelum menelpon seseorang, se

onik berharga kembali ke t

kaget. Melihat vide

an ditambah dengan tinju yang menyasa

tadi list

sekali pad

ana kalian deng

ta-katamu? Sia

, kau mau apa? Apa kau mau kucarika

arkan warna merah

maksu

punya maksu

ndanu?" tanya Karina tiba-tiba ada di antara mere

rina dengan tatapan tajam. Menakutkan n

baru menyadari ujung bibir Rian ada me

arin. Tidak usah dipikir

kemarin ke sana. Sengaja beli liontin antik ini

. Ini bukan bambu sembarangan. Uni, klas

gasih kado

gan ayahnya nanti minta bagian pa

rah Arini. Membuat Karina penasaran.

persis Fedi Nuril. Ganteng amat. Dia siapa? Kok bisa ikut ac

t Karina adalah Burhan ma

OB. Liat aja tampangn

h, Om Rian. Cowok cak

hadapan. Ke mana si culun itu? M

dak lagi

if itu? Dasar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tak Bersyarat
Cinta Tak Bersyarat
“"Depresi dalam batas kewajaran itu bisa sembuh cepat, Burhan. Tapi, depresi akibat cinta sungguh sangat sulipenangannya. Emosi yang labil karena tidak dapat membuang tepat di wajah penyebabnya." "Apa dampaknya negatif, Mor?" "Reaksi negatif ini disebabkan oleh penurunan hormon pembuat bahagia yang diproduksi oleh otak. Jaringan dalam otak Arini justru meningkatkan produksi hormon stress kortisol. Selain membuat mood bisa mendadak nge-drop, hormon stres kortisol juga bisa membuat fisik menjadi sakit. Salah satunya lambung. Nyeri pada fisik yang diakibatkan oleh peningkatan hormon stres kortisol bahkan bisa menjadi mirip dengan gejala sakau kokain. Ini berbahaya." Burhan terdiam. "Aku menyuruhnya untuk rutin chek-up, keluar masuk laboratorium, bahkan aku mengatakan yang menanganinya dokter spesialis penyakit dalam. Agar dia tidak sadar sedang dibawa ke seorang psikolog. Dokter penyakit dalam itu temanku, begitu aku bilang. Nanti Arini masuk ke ruangannya dengan aku mendampingi." "Ide jenius. Tapi, bagaimana pendapatmu dengan keadaan dia sekarang." "Hasilnya buat geleng kepala. Tidak ada penyakit yang terdeteksi dari tubuh Arini. Selain asam lambung. Arini mampu mengendalikan fisik, tapi, bisa jadi itu tidak bertahan lama. Arini harus diselamatkan segera." "Caranya?" "Kadar dopamin dan oksitosin, mendominasi, jika tidak segera ditindak lanjuti bisa berakibat fatal. Saat kalian lengah, atau ia merasa tidak dihargai, bunuh diri bisa jadi solusi--menurut dia." "Apa hal urgen pertama kali yang bisa kami lakukan." "Ajak berolahraga, yang paling sederhana lari pagi. " "Tiga hari yang lalu aku pernah membujuknya untuk pergi ke psikiater. Sampai di sana, Arini normal saja, bahkan wajahnya berubah warna, cerah tanpa sisa kepucatan yang baru saja terjadi. Terus sampai di sini aku malah diamuk, katanya, "Apa kau kira aku gila." "Biarkan dia berkata sesuai apa yang ia ingin katakan. Itu menambah proses yang baik untuk membuang hormon depresinya." * "Apa Dokter tidak keberatan kalau saya ikutan Yoga?" "Sepertinya Minggu ini saya jarang yoga. Yoga sangat baik untuk pernapasan, dan mengurangi stres," ucap Burhan tiba-tiba. "Siapa yang stres?" tanya Arini. Merasa telah keceplosan. Burhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Morela mengaku stres karena jadi jomblo sejati. Apa kau punya teman untuk dijodohkan padanya?" Arini langsung tertawa terbahak-bahak. Morela menahan tangannya untuk tidak menjitak kepala Burhan. Melihat tawa yang begitu lepas, Morela yakin tiga bulan Arini sudah bisa dipastikan sembuh. Burhan melirik tipis ke arah Morela. Psikiater itu memajukan jempolnya tanpa terlihat Arini. {Ternyata Cinta itu tidak bersyarat apapun, Burhan. Meski dia gila sekalipun} Tiiittr. Ponsel Burhan bergetar. Pesan dari Morela. Wajahnya memanas seketika. Awas kau Morela! Di bangkunya Morela tersenyum mengejek sang teman”
1 Bab 1 Perhatian Pertama2 Bab 2 Bibit Cinta3 Bab 3 Kamu Cantik!4 Bab 4 Bersua Mertua5 Bab 5 Sang Muhallil6 Bab 6 Antara Muhallil dan Dia7 Bab 7 Kesumat8 Bab 8 Flashback Talak9 Bab 9 Awal Petaka10 Bab 10 Talak Satu11 Bab 11 Perusak Mahligai12 Bab 12 Masuk Perangkap13 Bab 13 Pusaran Jebakan14 Bab 14 Melupakan Masa Iddah15 Bab 15 Hancur Karena Jebakan16 Bab 16 Pahlawan Dadakan17 Bab 17 Sarat Pra Rujuk18 Bab 18 Bulan Madu dan Kabar Buruk19 Bab 19 Talak Tiga Tanpa Ucapan20 Bab 20 Test DNA21 Bab 21 Menunggu Retak22 Bab 22 Luka Bernanah Lagi23 Bab 23 Kisah Sedihku24 Bab 24 Ayo katakan, Kau Cemburu 25 Bab 25 Semakin Dekat26 Bab 26 Sebuah Rahasia