icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tak Bersyarat

Bab 5 Sang Muhallil

Jumlah Kata:1562    |    Dirilis Pada: 24/06/2022

kembali pulang ke rumah tipe sed

ereka--Arini dan Burhan, di depan pintu, p

ua ornamen rumah kecil m

semakin cantik setiap hari, aku sudah tidak

di pinggang Arini. Hendak men

dang menelan kesumat itu, menepis p

tuhnya secuil pun. Jangan bilang kau sudah berpindah keyakinan, karena dalam Islam tidak sah menikah j

t di hatinya ingin menceraikan Arini. Tapi, ia jug

nja telah hilang dari bibir

ebentar lagi kamu akan k

han menceraikan aku," ucap Ari

ngan bos, meskipun Ilham teman masa kecilnya sejak sekolah dasar, yang kerap memberi ja

berusaha menahan lonjakan emosi untuk tidak meninju sang bos

i yang dicolak-colek Ilham, meskipun menghindar, terlihat Arini tidak

bos. Burhan mengepal kuat, kuku-kuku jema

han mereka atas dasar surat per

lau Arini terkesan jutek, judes dan blak - blakan. Sungguh ia

skipun ia tahu, rasa ini tidak boleh bersemayam terlalu dalam. Lelaki

rini bisa jatu

ermintaan istriku ini. Mana mungkin kuberikan cuti seminggu

serius. Menarik napas sekuat yang ia

t ini aku istrinya Burhan

ya. Maa

i sini. Bolehkah saya meminta rumah terpisah dari

kecil Ilham juga kurang suka bermain bersama Burhan. Jadi, ketika mereka s

mau tinggal

disi ibunya, dan keprihatinan atas

i kalimat. Arini terbelalak kaget. Tidak meny

dup serumah denganmu. Jangan karena aku membela harga dirimu

k kalah nyaring.

, ya! Biarkan aku yang

ini tidak bisa kembali nikah dengan Ilham, apabila Burhan sama sekali belu

diri mendekat

esar. Jika sedari awal berniat menikah karena ke

orang yang menikahi perempuan yang telah ditalak tiga oleh

puan itu setelah menggaulinya agar si su

idur bersama. Bicara saja bisa dihitung, kalau bukan Ar

b, "Tidak, kecuali pernikahan atas dasar suka sama suka, bukan pernikahan tipuan, dan tidak pula (pern

Nikah adalah hal sa

an Arini ke rumah mama. Tapi, ingat perjanjian kita,

hampir tidak terkendali. Ha

a kita bisa rujuk lagi. Sarat satu-satunya hanyalah, Burhan w

ti. Silakan Burhan mengucapkan talak, tapi aku

a. Lelaki arogan dengan warisan kekaya

?" tanya Ilham menyelidik. Hati kecil terdalamnya sang

dak sudi. Penyesalan telah membuatnya kelim

ap Arini dengan sengaja mengeraskan suara, menggor

ca-kaca menaungi pelupuknya, segenap rasa te

aman dia ad

sil menyentuhku, dan menalak se

suk akal d

san dengan pengobatan ibunya. Ia melangkah masuk ke

alam kita hadir di acara Kakek

berd

utup pintu, Arini melihat dengan

tak b

, di depan kaca besar yang menempel pada dinding kamar.

sadar. Matanya berai

as normal sejak operasi amputasi. Iba pada nasib adik-

ahl

npa ucapan. Sangat jelas--mereka berdua kemba

an talak pada Arini, maka Burhan adalah

hfiru

-siapa, mengapa

kebodohan. Sisi terdalam bernama hati sakit bukan ke

Seseorang

, O

ang, jangan panggil O

api anda pamannya Ilham, s

ah bercerai dari Ilham? Malam ini dia tidak ha

menunjukkan sesuatu masih baik-baik saja?" Lelak

mbagikan setengah dari hartanya untuk seluruh anak cucu. Ulang tahun

ruh setiap apa yang anda ucapkan." Arini akhi

cara dengan siapa. Pewar

niscaya Ilham akan pin

han satin asli, panjang hingga mata kaki, berwarna marun,

disanggul kecil

Prakarsa Penang, si jom

Ilham?" tanya Arini mengambil segelas air

tarisku yang kini, sudah kupecat, dan kubuang ke jalanan. Paling seksi dan bohay, tapi

di wajahnya, mencondongkan tubuh aduhai miliknya

ngat, ucapanmu barusan membuktikan dengan sangat jelas, bahwa kau ka

a. Tidak menyangka mendapa

nsa denganku!" Rian mena

penyuka sesama jenis," bisik Ari

i mengejek aku, Arini!"

hay yang aduhai itu tidak bisa anda dapatka

ri

ek

ini masih sempat melirik jam mahal yang melingkar di tangannya. S

ah," bisik seorang yang familiar di sam

Menarik paksa leher Arini

k .

ju melayan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tak Bersyarat
Cinta Tak Bersyarat
“"Depresi dalam batas kewajaran itu bisa sembuh cepat, Burhan. Tapi, depresi akibat cinta sungguh sangat sulipenangannya. Emosi yang labil karena tidak dapat membuang tepat di wajah penyebabnya." "Apa dampaknya negatif, Mor?" "Reaksi negatif ini disebabkan oleh penurunan hormon pembuat bahagia yang diproduksi oleh otak. Jaringan dalam otak Arini justru meningkatkan produksi hormon stress kortisol. Selain membuat mood bisa mendadak nge-drop, hormon stres kortisol juga bisa membuat fisik menjadi sakit. Salah satunya lambung. Nyeri pada fisik yang diakibatkan oleh peningkatan hormon stres kortisol bahkan bisa menjadi mirip dengan gejala sakau kokain. Ini berbahaya." Burhan terdiam. "Aku menyuruhnya untuk rutin chek-up, keluar masuk laboratorium, bahkan aku mengatakan yang menanganinya dokter spesialis penyakit dalam. Agar dia tidak sadar sedang dibawa ke seorang psikolog. Dokter penyakit dalam itu temanku, begitu aku bilang. Nanti Arini masuk ke ruangannya dengan aku mendampingi." "Ide jenius. Tapi, bagaimana pendapatmu dengan keadaan dia sekarang." "Hasilnya buat geleng kepala. Tidak ada penyakit yang terdeteksi dari tubuh Arini. Selain asam lambung. Arini mampu mengendalikan fisik, tapi, bisa jadi itu tidak bertahan lama. Arini harus diselamatkan segera." "Caranya?" "Kadar dopamin dan oksitosin, mendominasi, jika tidak segera ditindak lanjuti bisa berakibat fatal. Saat kalian lengah, atau ia merasa tidak dihargai, bunuh diri bisa jadi solusi--menurut dia." "Apa hal urgen pertama kali yang bisa kami lakukan." "Ajak berolahraga, yang paling sederhana lari pagi. " "Tiga hari yang lalu aku pernah membujuknya untuk pergi ke psikiater. Sampai di sana, Arini normal saja, bahkan wajahnya berubah warna, cerah tanpa sisa kepucatan yang baru saja terjadi. Terus sampai di sini aku malah diamuk, katanya, "Apa kau kira aku gila." "Biarkan dia berkata sesuai apa yang ia ingin katakan. Itu menambah proses yang baik untuk membuang hormon depresinya." * "Apa Dokter tidak keberatan kalau saya ikutan Yoga?" "Sepertinya Minggu ini saya jarang yoga. Yoga sangat baik untuk pernapasan, dan mengurangi stres," ucap Burhan tiba-tiba. "Siapa yang stres?" tanya Arini. Merasa telah keceplosan. Burhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Morela mengaku stres karena jadi jomblo sejati. Apa kau punya teman untuk dijodohkan padanya?" Arini langsung tertawa terbahak-bahak. Morela menahan tangannya untuk tidak menjitak kepala Burhan. Melihat tawa yang begitu lepas, Morela yakin tiga bulan Arini sudah bisa dipastikan sembuh. Burhan melirik tipis ke arah Morela. Psikiater itu memajukan jempolnya tanpa terlihat Arini. {Ternyata Cinta itu tidak bersyarat apapun, Burhan. Meski dia gila sekalipun} Tiiittr. Ponsel Burhan bergetar. Pesan dari Morela. Wajahnya memanas seketika. Awas kau Morela! Di bangkunya Morela tersenyum mengejek sang teman”
1 Bab 1 Perhatian Pertama2 Bab 2 Bibit Cinta3 Bab 3 Kamu Cantik!4 Bab 4 Bersua Mertua5 Bab 5 Sang Muhallil6 Bab 6 Antara Muhallil dan Dia7 Bab 7 Kesumat8 Bab 8 Flashback Talak9 Bab 9 Awal Petaka10 Bab 10 Talak Satu11 Bab 11 Perusak Mahligai12 Bab 12 Masuk Perangkap13 Bab 13 Pusaran Jebakan14 Bab 14 Melupakan Masa Iddah15 Bab 15 Hancur Karena Jebakan16 Bab 16 Pahlawan Dadakan17 Bab 17 Sarat Pra Rujuk18 Bab 18 Bulan Madu dan Kabar Buruk19 Bab 19 Talak Tiga Tanpa Ucapan20 Bab 20 Test DNA21 Bab 21 Menunggu Retak22 Bab 22 Luka Bernanah Lagi23 Bab 23 Kisah Sedihku24 Bab 24 Ayo katakan, Kau Cemburu 25 Bab 25 Semakin Dekat26 Bab 26 Sebuah Rahasia