icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tak Bersyarat

Bab 3 Kamu Cantik!

Jumlah Kata:1989    |    Dirilis Pada: 24/06/2022

, yang ini Intan dan

at untuk Arini. Memperkena

Berlian meraih tangan Arini. Di

Nyonya, bu

da Berlian. Arini

salah, panggil nama juga bagiku sah-sah saja. K

han pelan. Menunduk, masih melirik adiknya tanda

gnya dan Arini, mencelos, mencibir mengeje

eripik pisang ke dalam pingga

sa dipanggil nyonya, jelek, ah

jajar, bersandar pada dinding. Sepe

lihat ketiga adik Burhan, serentak memindai wajahnya

hari ini seragam Pramuka, Menik kelas enam SD memakai ba

i pada Burhan yang baru saja mengelua

lu, Kak. Ayah riwayat diabetes juga," jawa

Menyesal telah mencipta lu

yang memberitahu tentang Bu Dena pada Arini sebelum menikahkan mereka berdua. Bukan hanya sakit-sa

tidak berm

itu urusan Allah," sela

ak. Intan j

mandang ketulusan hadir di hatinya, hanya deng

seberang, Arini merindukan keluarga

sederhana tipe 36 itu untuk keluarga mereka, jika

menikah dapat menjadi terlarang, bahkan berdosa besar. Ap

llil. Muhallil adalah sebutan bagi orang yang menikahi seorang perempuan yang tela

uan itu setelah menggaulinya agar si suam

njadi haram karena melanggar tujua

n menciptakan kebahagiaan. Diharamkan oleh beberapa

رائط انقضاء عدتها منه وتزويجها بغيره ودخوله

aka tidak boleh baginya (rujuk/nikah) kecuali setelah ada lima

dinikah lebih dulu oleh

gama/tidur bersama dan muhallil

dah berstatus talak

si istri dari muh

hi maka mantan istri diperbolehkan

alah Keluarga Ilham juga. Masih satu induk perusahaan. Untuk itu, Ilham bisa sesuka hat

nnya, kadang wanita itu sedikit mengancam, Burhan akhirnya membuka komuni

i, menggodanya atau melakukan hal absurd

hati selembut beludru. Maka, ia harus men

muhallil ini hanya demi keluarga. Bahkan jauh di relung hatinya, Burhan sama sekali tidak ingin menceraika

dapur, menyandang tas selempang dengan beberapa jahitan. Mengulur tangan pada A

apa Berlian suka. Beso

. Seperti mendapat jackpot. Ia terkejut Arini mengat

adik." Arini memberikan sele

a cinta telah menjalar, sakit pada harga dirinya, namun, sisi hati

Kak," tolak B

h. Bagi s

ini. Menunduk melirik malu pada lembar merah di tangan Berlian. B

ian mewakili dua adiknya. Memakai sepatu dal

sekitar

kembali muncul sambil tertawa kecil memamerkan deretan gigi rapinya.

i penasaran melihat ada yang berbe

," jawab Bu

darah pasca kecelakaan, operasi bedah kaki. Dan s

keadaan kami. Tapi, saya berjanji akan mem

kakak kok ca

tertawa cekikikan khas gadis pemal

ra dirinya dan Ilham, Arini tidak pernah tertawa. Diam-diam Burhan menatap bahagia ke arah w

ikahan mereka selama tiga minggu A

datar. Kadang berkata kasar, kadang diam saja. Entah mengapa hati Burhan sakit, campur kasihan

terim

u main sama Satya. Satya ganteng pakai banget, deh." M

diri di bawah tiang bendera." Berlian menarik tangan Menik paks

ya? jangan tinggalin Bang Burhan

arah Burhan yang mendelik tajam ke arah adiknya. Arini seolah me

aris bibirnya ke samping sama rata, entah mengapa hati

npa sadar mengeluarkan kalimat. Arini menoleh ke arahnya. Burhan menunduk mal

ma. Artinya si Burhan ini punya

ni mengumpat dirinya sendi

yang baru saja pandai bicara itu sudah bangun, d

umah papan di ujung kota, tempat kehidup

atya berdiri sambil mengucek matanya, kebiasaan se

Nak. Satya dari

a, nyonya juga belum makan."

Mie goreng campur telur dadar subuh tadi," ucap

Akhirnya ia bisa bebas

ikuk Burhan bertanya. Arini mengang

elum Arini terbangun tidak akan mendapat gangguan godaan. seperti h

mampu menghindari Arini, ia hanya melaksanakan perin

fajar buta, wanita tanpa ekpresi itu

rjalan ke arah Burhan. Arini sengaja memilin bawah

a tangannya di leher Burhan. Mendongakkan kepala, dengan sengaja membuka mulut y

ya menggigil. Menutup mata sepenuh kesadaran. Meng

oleh Ilham, jika Burhan berani menyentuh Arini, maka nota kesepakatan

mana mungkin bisa mereka bercerai. Firman Allah jelas, hadist Rasulul

k-adik saya butuh biaya. Saya mohon Nyonya. Jangan sulitkan saya

diri dari hidangan gratis, halal, dan menggo

l, bagai mobil melaju dengan kecepatan tinggi, d

aksinya demi menden

ang ibu. Menjadi sebatan

mbali pada Ilham. Meli--sang mertua, Ibu dari Ilham mantan suaminya. Kasih sayangnya melebihi ib

Maksud

an. Lingerie yang sengaja hendak ia ja

, juga rutin terapi, ibu saya stroke, kolesterol, kurang darah juga, diabetes mengharuskan ibu s

pas panjang. Menceritakan perihal ibunya yang sak

luh derajat. Tidak ada rona kegenitan apalagi raut menggoda seperti

-adik dulu, hari ini saya masuk si

njelaskan

a-tiba Arini men

kan kalimat. Entah mengapa, hati kec

ud, N

ata agama kita ini adalah suami istri. Aku

. Bingung mau

kita, tandanya aku tidak keberatan dengan pernikahan ini

merasuki mantan istri bosnya itu, ia pa

saling diam dalam kebingungan

ibumu d

Arini mem

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tak Bersyarat
Cinta Tak Bersyarat
“"Depresi dalam batas kewajaran itu bisa sembuh cepat, Burhan. Tapi, depresi akibat cinta sungguh sangat sulipenangannya. Emosi yang labil karena tidak dapat membuang tepat di wajah penyebabnya." "Apa dampaknya negatif, Mor?" "Reaksi negatif ini disebabkan oleh penurunan hormon pembuat bahagia yang diproduksi oleh otak. Jaringan dalam otak Arini justru meningkatkan produksi hormon stress kortisol. Selain membuat mood bisa mendadak nge-drop, hormon stres kortisol juga bisa membuat fisik menjadi sakit. Salah satunya lambung. Nyeri pada fisik yang diakibatkan oleh peningkatan hormon stres kortisol bahkan bisa menjadi mirip dengan gejala sakau kokain. Ini berbahaya." Burhan terdiam. "Aku menyuruhnya untuk rutin chek-up, keluar masuk laboratorium, bahkan aku mengatakan yang menanganinya dokter spesialis penyakit dalam. Agar dia tidak sadar sedang dibawa ke seorang psikolog. Dokter penyakit dalam itu temanku, begitu aku bilang. Nanti Arini masuk ke ruangannya dengan aku mendampingi." "Ide jenius. Tapi, bagaimana pendapatmu dengan keadaan dia sekarang." "Hasilnya buat geleng kepala. Tidak ada penyakit yang terdeteksi dari tubuh Arini. Selain asam lambung. Arini mampu mengendalikan fisik, tapi, bisa jadi itu tidak bertahan lama. Arini harus diselamatkan segera." "Caranya?" "Kadar dopamin dan oksitosin, mendominasi, jika tidak segera ditindak lanjuti bisa berakibat fatal. Saat kalian lengah, atau ia merasa tidak dihargai, bunuh diri bisa jadi solusi--menurut dia." "Apa hal urgen pertama kali yang bisa kami lakukan." "Ajak berolahraga, yang paling sederhana lari pagi. " "Tiga hari yang lalu aku pernah membujuknya untuk pergi ke psikiater. Sampai di sana, Arini normal saja, bahkan wajahnya berubah warna, cerah tanpa sisa kepucatan yang baru saja terjadi. Terus sampai di sini aku malah diamuk, katanya, "Apa kau kira aku gila." "Biarkan dia berkata sesuai apa yang ia ingin katakan. Itu menambah proses yang baik untuk membuang hormon depresinya." * "Apa Dokter tidak keberatan kalau saya ikutan Yoga?" "Sepertinya Minggu ini saya jarang yoga. Yoga sangat baik untuk pernapasan, dan mengurangi stres," ucap Burhan tiba-tiba. "Siapa yang stres?" tanya Arini. Merasa telah keceplosan. Burhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Morela mengaku stres karena jadi jomblo sejati. Apa kau punya teman untuk dijodohkan padanya?" Arini langsung tertawa terbahak-bahak. Morela menahan tangannya untuk tidak menjitak kepala Burhan. Melihat tawa yang begitu lepas, Morela yakin tiga bulan Arini sudah bisa dipastikan sembuh. Burhan melirik tipis ke arah Morela. Psikiater itu memajukan jempolnya tanpa terlihat Arini. {Ternyata Cinta itu tidak bersyarat apapun, Burhan. Meski dia gila sekalipun} Tiiittr. Ponsel Burhan bergetar. Pesan dari Morela. Wajahnya memanas seketika. Awas kau Morela! Di bangkunya Morela tersenyum mengejek sang teman”
1 Bab 1 Perhatian Pertama2 Bab 2 Bibit Cinta3 Bab 3 Kamu Cantik!4 Bab 4 Bersua Mertua5 Bab 5 Sang Muhallil6 Bab 6 Antara Muhallil dan Dia7 Bab 7 Kesumat8 Bab 8 Flashback Talak9 Bab 9 Awal Petaka10 Bab 10 Talak Satu11 Bab 11 Perusak Mahligai12 Bab 12 Masuk Perangkap13 Bab 13 Pusaran Jebakan14 Bab 14 Melupakan Masa Iddah15 Bab 15 Hancur Karena Jebakan16 Bab 16 Pahlawan Dadakan17 Bab 17 Sarat Pra Rujuk18 Bab 18 Bulan Madu dan Kabar Buruk19 Bab 19 Talak Tiga Tanpa Ucapan20 Bab 20 Test DNA21 Bab 21 Menunggu Retak22 Bab 22 Luka Bernanah Lagi23 Bab 23 Kisah Sedihku24 Bab 24 Ayo katakan, Kau Cemburu 25 Bab 25 Semakin Dekat26 Bab 26 Sebuah Rahasia