icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tak Bersyarat

Bab 2 Bibit Cinta

Jumlah Kata:1852    |    Dirilis Pada: 24/06/2022

ra melihatku, Banci! apa ak

depan pintu. Ia Mendapati Arini dengan lingerie super

p Burhan bergidik. Naluri kelelakiannya sekuat tenaga berusaha

gapa kau tidak ingin men

rhan, menempel e

kau lakuka

tidak ingin sekedar menggandeng tanganku. Di mana-mana istri menyambut suami d

senyum menggoda. Memaksa tubuh

ony

a kau sama dengan Ilham, sama-sama tidak punya otak. M

agi. Memaksa tubuh Burhan yang

ur ada bubur ke

bur kesukaanku. Apa kau sedang ingin merac

ita yang kini tanpa jarak dengannya. Belum saatnya wanita itu tau siapa dia. Mengh

at nyonya memesan bubur yang sama di seberang kantor Pak Ilham

Kak Asti. Aku acap membeli bubur di depan kantor bo

sa menghub

genal ka

a yang tidak gatal. Menyu

nya. Siapa tau Nyonya bahagia mendengar suaranya. Tiba-tiba mata Arini memerah. Melo

ta. Aku tidak suka kau sok perhatian padaku, padahal otakmu hanya duit dan duit. dasar pria pengecut tak punya harga diri. Cih!" Burhan terkesiap me

apa yang saya katakan tidak ada unsur pura-pura. Saya tidak berniat memanfaatkan anda, Nyonya. Ini semua terja

tas dunia ini sama. Cinta. cuih. Kalau cinta

am untuk Nyonya. Pasti Nyonya suka.

Arini berceloteh dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Burhan. Entah

Arini tepat di telinga Burhan. Den

manapun dan kapan pun itu. Sekarang,

mengatur-

aku suam

au sama sekali tidak pernah menyentuhku. Baru saja aku memeluk pinggangmu kau sudah mengelak. Apa aku bau badan sampai Ilham dan se

di sini." Burhan menunjuk dada Arini. Berbisik mesra, dengan

ta yang tulus tanpa

nya bergoyang. Mengerjap berkali-kali. Seolah mencerna ucap

a itu menarik bawahan lingerie--nya.

tong kresek berisi kotak makan yang ia bawa terl

menikahiku karena cint

anya, tubuh Burhan ter

. Ia hanya menahan tangan Arini yang kembali meng

osi anda seperti ini. Anda perempua

ck

ali terjatuh ke atas ranjang. Arin

tinanya agar tidak me

eluh, beradu tenaga untuk bercinta. Bukankah setelah perg

enepis tangan Arini yang begitu ag

Harga diri Burhan memang sengaja digores Arini, ia ingin melih

peduli situasi, napasnya tertahan. Begitu hebat sengatan kulit Arini menyentuh jantungnya, bergemuruh tak karuan. Burha bukan laki-

h Nyonya. Saya hanya sebagai muhallil, sarat ag

a melanggar hukum Tuhan. Bedebah! aku tidak ingin ikut serta dala

erusaha berkali-kali menyadarkan Arini. Ia t

pkan wanita itu untuk sebuah hubungan yang kembali teraju

satu-satunya yang akan terus melih

nangis. Pikirannya kacau. Dalam pikiran Arini. Burhan hanyalah

a lelaki menikahi wanita dengan niat akan menceraikan d

nya. Jangan s

a-tiba mendorong tangannya menyentuh

strinya. Pernikahan bisa tidak sah dan dianggap batal. Tapi, aku

tangan Burhan di kepalanya mengalirka

m mampu membuat dirinya berpikir realistis. Menepis

ri pemahaman agama? ata

uang tamu saja. Dengan kepala dingin, percayalah! a

ofa dengan ekspresi datar. Pandangan lurus tapi kosong

enatap lamat wajah sendu. Menunduk lemah.

i jika Ia belum menyentuh Ar

a di hati saya ingin menceraik

adi suamiku selamanya

secara paksa. Burhan tidak sempat mengel

rhan bahkan melumat dengan rakus, bak perempuan

Sama sekali tidak ingin menarik diri dari permainan Arini. Tapi,

dar. Terbukti dengan air yan

tilah! jangan m

sematkan memanggil dirinya, sebab

ak menyukai

a mo

Kasihan dan merasa ingin me

kertas. Kelak wajib ia ceraikan. Unt

ong wajah Arini menjauh. Burhan menarik napas d

senyum tipis. Untuk pertama kali dalam hid

Pak Ilham bisa mendadak datang. Saya mohon." I

ng menjelang siang. Andai ia meli

usia ketimbang Tuhan. Panta

gucapkan kalimat pedas itu. Menundukkan mat

an salivanya

njaja cinta jalanan untuk tidur d

sangat saya hormati. Wanita te

u tidak be

ck

Sofa. Kali ini Arini sengaja menarik kuat me

up menahan gejolak sentruman

lelaki imp*ten," bisik Arini sengaja mengej

esiap. Harga di

ttt

lakson

dam suluh naluri kelelakian

h." Bhatin Bu

. Ilham tepat waktu

m

wajah Burhan. Suara pintu mobil di buka jelas terde

nggodanya. Kini, bibir Burhan jadi korban. Mengigit den

itu mengasikkan, meng

ang, rapikan r

kau takut. Katakan padanya jang

n sulitkan saya, Pak Ilh

tt

rit panjang pertanda

rbunyi lagi. Burhan menatap lamat perempuan yang kini berdiri di sampingnya, dengan

pipinya. Lalu, membersihkan sisa lipstik dengan bibirnya. Penuh kelembu

emberikanmu padaku." Suara itu seolah mengembalkan kewarasan Arini yang tujuh puluh persen

alam?" Suara Ilham mele

Nyonya." Pelan Burhan mengusap rambut Arini.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tak Bersyarat
Cinta Tak Bersyarat
“"Depresi dalam batas kewajaran itu bisa sembuh cepat, Burhan. Tapi, depresi akibat cinta sungguh sangat sulipenangannya. Emosi yang labil karena tidak dapat membuang tepat di wajah penyebabnya." "Apa dampaknya negatif, Mor?" "Reaksi negatif ini disebabkan oleh penurunan hormon pembuat bahagia yang diproduksi oleh otak. Jaringan dalam otak Arini justru meningkatkan produksi hormon stress kortisol. Selain membuat mood bisa mendadak nge-drop, hormon stres kortisol juga bisa membuat fisik menjadi sakit. Salah satunya lambung. Nyeri pada fisik yang diakibatkan oleh peningkatan hormon stres kortisol bahkan bisa menjadi mirip dengan gejala sakau kokain. Ini berbahaya." Burhan terdiam. "Aku menyuruhnya untuk rutin chek-up, keluar masuk laboratorium, bahkan aku mengatakan yang menanganinya dokter spesialis penyakit dalam. Agar dia tidak sadar sedang dibawa ke seorang psikolog. Dokter penyakit dalam itu temanku, begitu aku bilang. Nanti Arini masuk ke ruangannya dengan aku mendampingi." "Ide jenius. Tapi, bagaimana pendapatmu dengan keadaan dia sekarang." "Hasilnya buat geleng kepala. Tidak ada penyakit yang terdeteksi dari tubuh Arini. Selain asam lambung. Arini mampu mengendalikan fisik, tapi, bisa jadi itu tidak bertahan lama. Arini harus diselamatkan segera." "Caranya?" "Kadar dopamin dan oksitosin, mendominasi, jika tidak segera ditindak lanjuti bisa berakibat fatal. Saat kalian lengah, atau ia merasa tidak dihargai, bunuh diri bisa jadi solusi--menurut dia." "Apa hal urgen pertama kali yang bisa kami lakukan." "Ajak berolahraga, yang paling sederhana lari pagi. " "Tiga hari yang lalu aku pernah membujuknya untuk pergi ke psikiater. Sampai di sana, Arini normal saja, bahkan wajahnya berubah warna, cerah tanpa sisa kepucatan yang baru saja terjadi. Terus sampai di sini aku malah diamuk, katanya, "Apa kau kira aku gila." "Biarkan dia berkata sesuai apa yang ia ingin katakan. Itu menambah proses yang baik untuk membuang hormon depresinya." * "Apa Dokter tidak keberatan kalau saya ikutan Yoga?" "Sepertinya Minggu ini saya jarang yoga. Yoga sangat baik untuk pernapasan, dan mengurangi stres," ucap Burhan tiba-tiba. "Siapa yang stres?" tanya Arini. Merasa telah keceplosan. Burhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Morela mengaku stres karena jadi jomblo sejati. Apa kau punya teman untuk dijodohkan padanya?" Arini langsung tertawa terbahak-bahak. Morela menahan tangannya untuk tidak menjitak kepala Burhan. Melihat tawa yang begitu lepas, Morela yakin tiga bulan Arini sudah bisa dipastikan sembuh. Burhan melirik tipis ke arah Morela. Psikiater itu memajukan jempolnya tanpa terlihat Arini. {Ternyata Cinta itu tidak bersyarat apapun, Burhan. Meski dia gila sekalipun} Tiiittr. Ponsel Burhan bergetar. Pesan dari Morela. Wajahnya memanas seketika. Awas kau Morela! Di bangkunya Morela tersenyum mengejek sang teman”
1 Bab 1 Perhatian Pertama2 Bab 2 Bibit Cinta3 Bab 3 Kamu Cantik!4 Bab 4 Bersua Mertua5 Bab 5 Sang Muhallil6 Bab 6 Antara Muhallil dan Dia7 Bab 7 Kesumat8 Bab 8 Flashback Talak9 Bab 9 Awal Petaka10 Bab 10 Talak Satu11 Bab 11 Perusak Mahligai12 Bab 12 Masuk Perangkap13 Bab 13 Pusaran Jebakan14 Bab 14 Melupakan Masa Iddah15 Bab 15 Hancur Karena Jebakan16 Bab 16 Pahlawan Dadakan17 Bab 17 Sarat Pra Rujuk18 Bab 18 Bulan Madu dan Kabar Buruk19 Bab 19 Talak Tiga Tanpa Ucapan20 Bab 20 Test DNA21 Bab 21 Menunggu Retak22 Bab 22 Luka Bernanah Lagi23 Bab 23 Kisah Sedihku24 Bab 24 Ayo katakan, Kau Cemburu 25 Bab 25 Semakin Dekat26 Bab 26 Sebuah Rahasia