icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hingga Menjadi Kita

Bab 4 That's Right

Jumlah Kata:1016    |    Dirilis Pada: 22/06/2022

u lakukan jika be

sama-sama tengah menunggu. Bedanya, yang satu me

Lamunanku buyar, alih-alih membayar

secepatnya merogoh sak

r tukang cilok memanggil, tapi kuabaikan seir

enapa ngos-n

ha, aku buru-buru menstater

ari pagi sampai sore ini? Dibela-bel

ah kubilang menjauh saja, malah ta

*

ke alun-alun. Barangkali Nisa masih menunggu di sana. Biar

menyu

n tempat duduk gadis itu. Namun, menengok sana-sini, tidak kulihat batang hidungnya. Apa sudah pula

rsalah mulai menjalar. Andai saja tadi lan

a Mama yang menelepon. Segera kut

a,

seberang sana yang me

yas pulang s

spons dari sana, se

asrah sudah diri, kalau besok harus dimu

mana maunya. Untuk apa a

*

ek WA, tetapi tidak ada chat masuk, biasanya meskipun

tetapi yang ada hanya tanda jam. Berka

angan ha

ek kuota. Setelah ada pesan masu

nda tela

h! Pant

g. Membeli pulsa lewat sana, lalu dijadikan kuota. Itu cara pal

n masuk paling akhir, baru membacanya. Namun, satu nama mem

, Bapak mah gitu. Pada

Nisa: Masak

sa: Datang, yaa

5.49] N

2] Nisa: P

pek di alun-alun, nih. Di bawah

terai lowbat. Nisa di bawah

, Pak. Lama amat. Aku sampe

: Udah jam 4, ngg

gak ada penting-pentingnya. Tapi setidaknya ngabarin, dong,

isa: Centang s

mah emang nggak penting dibanding

malam tidak terkirim? Bodohnya aku membiarkan ponsel begitu saja,

gan gadis itu. Bisa-bisa aku dicap sebagai kang ghosting. Ah, pedu

ak

e

u ... pa

ilang sebagai guru jahat, guru tidak perhatian, dan guru tega. Ini mema

bengon

ah! Enggak, siap

duluan," ucapnya, b

a gi

dengan tatapan yang e

ngancam karena kesalahan kemarin. Dia itu sis

napasnya yang tersengal bisa kudengar dari si

you, Pak

gkan. Jantung tidak keruan degupannya seiring dengan

kamu semal

ni, punah sudah. Justru pikiran negatif itu digantikan

I lov

ini guru yang tidak memiliki harg

ada yang mekar. Di

*

k merapikan berkas di mejanya. Sementara guru lain, ada yang sudah berkuta

n di jam awal. Hari ini aman, tidak masuk ke kelas XI B, otom

anggil Bu Wina

apa

u yang sampulnya tertu

wakili saya untuk meng

mu gadis menyebalkan itu lagi. Gagal pulang sedikit awa

kuliah. Jadi gampang lah, ya? Saya ada meeting soalnya. Kebetulan di jam yang

tu dan gagal pulang lebih awal dari biasanya. Bu Wina memandangku dengan tatapan memohon. Kutarik napas dalam-dal

apa seorang guru mud

lalu membalas

eng?" tanyanya denga

ar b

h sar

ya meng

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hingga Menjadi Kita
Hingga Menjadi Kita
“Seorang siswi SMA bernama Nissa yang mencintai gurunya. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang masih muda dan tampan. Segala macam cara ia lakukan untuk mendapatkan perhatian sang guru. Hingga akhirnya ... apakah lelaki bernama Ilyas itu akan menerima cinta anak didiknya? Atau justru menolak karena seorang siswa bukan seleranya? Atau ia memilih menikah dengan wanita yang lebih dewasa?”
1 Bab 1 Ulah di Kelas2 Bab 2 Perempuan di Ruang Tamu3 Bab 3 Alun-Alun4 Bab 4 That's Right5 Bab 5 Disturbing Dialogue6 Bab 6 Kangen 7 Bab 7 Bisa Mencintai Bapak8 Bab 8 Gawat9 Bab 9 Mundur 10 Bab 10 Apakah Ini yang Dinamakan Patah Hati 11 Bab 11 Makan Malam Bersama Alesha 12 Bab 12 Can I Forget 13 Bab 13 Terlambat Sudah14 Bab 14 Pengakuan Sepele15 Bab 15 Aku Tetap Aku16 Bab 16 Siswa Baru17 Bab 17 Kesempatan18 Bab 18 Berbeda19 Bab 19 Tamu Tak Diundang20 Bab 20 Terungkap21 Bab 21 Cemburu Usah Tanya Perihal Itu22 Bab 23 Ingin Dimiliki Kamu23 Bab 24 Aku Tak Peduli24 Bab 25 Salah Paham25 Bab 26 Masalah26 Bab 28 Rumit27 Bab 29 Harus Apa 28 Bab 30 Semua Telah Hancur29 Bab 31 Kenyataan30 Bab 32 Aku Pamit31 Bab 33 Enggak Peka32 Bab 34 Pelangi di Matamu33 Bab 35 Tidak Sebaik yang Kukira34 Bab 36 Aku Calonnya 35 Bab 37 Maaf, Aku Tolak Cintamu36 Bab 38 Tercengang37 Bab 39 Kamu Alasannya38 Bab 40 Apa Kabar Jantung 39 Bab 41 Jadi Perhatian40 Bab 42 Bersatu41 Bab 43 Siapa Lelaki Itu 42 Bab 44 Sudah Siap Serius 43 Bab 45 Canda with Agnes44 Bab 46 Tuhan, Sehatkan Jantung45 Bab 47 Hampir Saja46 Bab 48 Kenapa Enggak 47 Bab 49 Kamu Istimewa48 Bab 50 Pergi 49 Bab 51 Semua Akan Baik-Baik Saja50 Bab 52 Berat51 Bab 53 Terpaksa52 Bab 54 Sesuatu53 Bab 55 Datang54 Bab 56 Gangguan55 Bab 57 Memberi itu Indah56 Bab 58 Tak Asing57 Bab 59 Menjadi Kita