icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sang Pewaris Pesantren

Bab 4 Basah

Jumlah Kata:1100    |    Dirilis Pada: 11/06/2022

kannya, siapa tahu Mbak Fahi

ar, kamu tadi bisa sama Gu

au ditanya soal ini. Ak

i pada pagi tadi, sehingga aku bisa b

itu Gus A

as pikir, karena berpuluh kali bayan

namanya. Memang

lif itu mengasuh

Pondok Khoi

u Mbak, di

tu. Dekat dengan belokan jalan terus

u kawasan

suruh Umi ke pasar, aku tunju

elamatkan aku itu Gus Alif. Aku juga tidak

if itu guru ilmu komputer di pondok aku dulu. Ada kegiatan les tambahan di pesantrennya Aba

begit

dibonceng

k. Cuman tidak berani, y

u beruntung tadi dapat

kenapa

sudah pernah tahu atau kenal begitu Gus Alif itu baru

tidak enak betul sama Gus Alifnya. San

i gedung aula, auditorium M

ara apa

, mangkanya lokal utara lagi sepi tadi juga lewat masjidkan. S

gar kabar itu juga mbak. M

pertinya, mungkin

tu, aku tidak

biar nggak masuk angin. Dari

sementara aku mula

n mulai ku

ker

k sengaja menjatuhkan secarik kertas

genggaman tangan kiriku, hampir

ya ini, namun dari sisi

'Iqbal' , aku t

an kertasny

nya pada bagian tengah. Namun bagian awal dan bagian

lebih bagus pul

tiada hentinya waktu gelap gulita berkata, wahai tuhan yang belas kasih. Dengan perantar

kasih allah yang maha pengasih (Ibrahim) sholawat tetap tercurahkam kepada nabi put

*

Gus

u'alaiku

langsung ngantor dikelas sebelah, tapi berhubung t

ana hitam yang penuh p

at mengganti ini sama m

rlalu lama berada diantara alam tadi. Jadi

lam, dari man

dari pintu, sudah ada umi y

saja tadi Umi, l

apa-apa, yang ada itu laut sama pasir. Ombaknya

kulo tahu

di sana? Celanamu s

namanya Marwah atau siapa gitu. Lupa n

ada apa

cemas, mendeng

isir umi takutnya mungkin aku bisa-

, ya karena tidak ada yang mau menyelamatkan gadis tadi, karena suda

isa se

begitu

mu mandi masuk angi

a,

pikiranku, namun aku masih dapat merasakan bau aroma pa

a dia, mungkin aku sudah

agi, kalau aku meng

ti ada ja

ah sebelah yang sw

saja. Tolong kamu beliin gula, soa

au mandi dulu. Alif

na, cep

; S

-baik saja

ganti dengan pakaian rumah

ceguk heran de

un dariku ini hampir saja nyawanya dir

sepertinya berhari-hari mata

hinya, kakinya dipenuhi

benar kejam,

ku lagi

an ruangan yang dingin d

rchat putih ini adalah Kamar Aisyah no t

u di sini diobatin. K

ning menolongku, mbak tau itu siapa?

u? Lha memang ada apa kok sampai m

adi itu nama

, ke

it di tanganku, sama membuka solasi hitam yang membungka

kamu di rumah sakit sebelum keluargamu datang. Kamu kenap

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sang Pewaris Pesantren
Sang Pewaris Pesantren
“Mafayzah adalah gadis istimewa yang mampu menempati kriteria gadis idaman di hati Gus Iqbal. Akan tetapi, rasa cinta dan kepercayaan Gus Iqbal seolah terpecah ketika mengetahui bahwa Mafayzah dengan tega menduakannya. Sejak saat itu, Gus Iqbal begitu sulit untuk membuka hati. Namun dengan berjalannya waktu, Neng Lia telah berhasil mengetuk hati Gus Iqbal dengan perangainya yang penuh ketaatan.”
1 Bab 1 Tolonglah Aku2 Bab 2 Pesisir Senja3 Bab 3 Pakaian Ganti4 Bab 4 Basah5 Bab 5 Dokumen6 Bab 6 Qiroah7 Bab 7 Aku Yang Bergelimang8 Bab 8 Tentang Gus Alif9 Bab 9 Gus10 Bab 10 Mengenai Alfiyah11 Bab 11 Tirakad