icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Arrogant vs Crazy

Bab 3 Hari Pertama

Jumlah Kata:1452    |    Dirilis Pada: 25/05/2022

mana. Dia menunjuk gadis di depanny

tanya gadis

mu!" ket

ay

is itu, seseorang membuka

nya indra keenam yang bakal bis langsu

t kaget dengan keberadaan Nesta--dengan muka cengoknya-- dan juga Viano yang marah.

unjukkan celananya yang ketumpahan kopi panas. Lebi

." Si pelaku beru

epuk jidat. "Maafin

us. "Pecat dia

sta--OG yang baru sa

ri sudah dipecat? Mana, ada rencana ma

m ke Nesta, ibunya yang minta daster baru sekalian ganti

isa sirna harapan emp

banget

ambil tisu coba untuk bersihka

mana tan

ihin cela

van gelen

an coba-coba, ya! Kamu istri say

ng. Apa ini yang dinamakan nasi

mau, Viano membiarkan perempuan

mu dari ru

a menganga dia merasa bego

ih situasi. "Kamu

dipecat, kok kelihatan menderita a

a dulu. Ini biar

ia permisi kelua

na, sih? tanya Viano set

n kemarin kita rekr

ambilnya a

sal. Dia sampai lembur. "Kan, Bapak sendiri yang bilang pilih

ak lihat, dia numpahin kopi panas ke sini." Viano

a menghel

kit reda, Viano duduk

mau tahu, pecat itu k

wan, Pak. Kalau kali ini kita pecat dia, itu namanya Bapak zalim. Dia masih karyaw

g. "Kamu yang

nimal kerja 1 tahun dengan kita. Kalau dia berhenti di tengah jalan, kita kenakan denda 3 bulan gaji. Seda

eratus juta? Orang bego m

endiri y

uanya karena dia kesal dengan diri sendiri, karena tak bisa

an penasaran deng

tu menyandarkan

nya? Sana k

k masih ada yang

lau yang begini mau lama-lama kita bahas, itu namanya buang w

Pak. P

paham, kembali ke r

n Ivan. Persetan soal

terdesak, pasti langsung cari alasan lain

*

sisa pekerjaannya. Tangannya sedikit gemetara

ali malah sudah dipecat. Kalau begini sih, akhir tahun bukan jalan-jalan ke Bal

atang mencengker

ngaduh k

ain aja di ruan

pertanyaan Lusi terlalu aneh. Nesta di rua

mu, ya!" Lusi galak

hu saya lagi kerja

pan santun, ya! Ngomong sama a

ng-datang main kekerasan fisik. Terus, saya

"Ada ribut-ri

hin kopi ke cela

ernyit. "

tanya Pak Viano kopinya mau d

er

il, saya tepuk pundaknya. Dia malah

i banget pe

daknya. "Itu pun cuma pakai kuku, pelan lagi," tambahnya. Belum tahu s

kesal. "Kamu ba

saya diam aja

akin kesal. "Awas sana!"

melanjutkan pekerjaannya

-marah. Dasar sekretaris carper. Sok

egini. Penting untuk diingat, tidak puny

*

. Nasib dia memang sial hari ini. Dia diam, Viano mengusir. Dia mau per

p

wan begini, Van? Biasanya kamu en

hanya

ri kerja udah begini. Kamu t

apak sendiri yang minta supaya saya pilih

aya gimana?"

, rajin, bisa kerja, gak baperan, tahan banting

pala saat dengar

Karena, dia bilang dia udah biasa dengan situasi begini." Ivan mengetuk meja

aya sama cerwetnya d

tkan bibir. Pi

ngat. "Emang say

Ivan memang selalu siap sedia, karena Viano itu labil. Dia memang punya s

etiap kali Viano memerintahkannya, dia akam rekam di

usah. Yang penting mulai hari ini

pecat gitu aja, Pak, kary

koknya saya nggak

atur supaya Bapak n

i. Saya buatin aturan sendir

alau-kalau Viano

ih diem. Lanju

iano masih mau 'ceramah' lagi! Bisa-b

!" Ivan ta

Viano ma

r napas sebentar, dia menelepon Nesta, meminta g

etika ada yang mengetuk pintu.

uduk di depan Ivan, dalam hati men

tahu, pagi ini kamu suda

enunduk. "Maa

ari ponselnya ke komputer. Nesta mendelik,

ipat rapi kertas tersebut. "Ini untuk k

eran dip

k, dan jangan samp

k, P

eh kembal

ia baca kertas yang tadi diserahkan Ivan. Matanya terb

no

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Siapa yang Mendesah di Kamar2 Bab 2 Lepas Perawan Jadi Jutawan3 Bab 3 Hari Pertama4 Bab 4 Viano Gila5 Bab 5 Pernyataam Perang6 Bab 6 Senjata Makan Tuan7 Bab 7 Raja8 Bab 8 Ngobrol Sama Bocil9 Bab 9 Ternyata Dia Bapaknya10 Bab 10 Ribut Terus11 Bab 11 Makan Bareng12 Bab 12 Anak atau Ibu13 Bab 13 E Kuadrat K14 Bab 14 Kejam Amat, Pak!15 Bab 15 Tidak Bisa Akur16 Bab 16 Ini Lembur 17 Bab 17 Please, Jangan Baper!18 Bab 18 Viano Marah19 Bab 19 Gantian Marahnya20 Bab 20 Nesta Menyerah21 Bab 21 Saingan22 Bab 22 Inspeksi23 Bab 23 Hak Mutlak untuk Sombong24 Bab 24 Pillow Talk25 Bab 25 Titip Raja26 Bab 26 Misalkan27 Bab 27 Viano Kesambet28 Bab 28 Kasihan Kevin29 Bab 29 Pada Ajak Jalan30 Bab 30 Minta Saran Ivan31 Bab 31 Bospret Dilema32 Bab 32 Ayah yang Baik33 Bab 33 Tipe Suami Idaman34 Bab 34 Masalah Goyang35 Bab 35 Kualat Sama Viano36 Bab 36 Kalah Sama Nasi Padang37 Bab 37 Sama-Sama Jomlo38 Bab 38 Siapa yang Bego39 Bab 39 Kenapa Pada Tegang40 Bab 40 Kita Sudah Kawin, Pak 41 Bab 41 Kenapa Pada Tegang42 Bab 42 Si Bos Lagi Sedih43 Bab 43 Saya Suka Sama Bapak44 Bab 44 Si Bos Memang Sadis45 Bab 45 Mau Romantis Ada Saja Halangannya46 Bab 46 Masih Ditunggu47 Bab 47 Bapak Tega48 Bab 48 Mirip Drama Korea49 Bab 49 Namanya Nesta 50 Bab 50 Kalian Kenapa51 Bab 51 Viano Sudah Tua52 Bab 52 Sudah Tua, Tapi Puber53 Bab 53 Undangan Pesta 54 Bab 54 Entahlah55 Bab 55 Dipermalukan56 Bab 56 Ayo Kita57 Bab 57 Masih Saja Susah58 Bab 58 Baik-Baik Saja, Kan, Pak 59 Bab 59 Takut Kehilangan Bapak60 Bab 60 Ivan Kejang-Kejang61 Bab 61 Panggil Mas62 Bab 62 Ini Calonnya, Pak63 Bab 63 Damai dengan Lusi64 Bab 64 Bulan Madu, Bukan Transmigrasi65 Bab 65 Fix Serombongan66 Bab 66 Menuju Akhir67 Bab 67 Malam Pertama68 Bab 68 Sejak Bunyi Pertama69 Bab 69 Peristiwa Kamar Mandi70 Bab 70 Siap-Siap Raja Mau Punya Adik