icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Arrogant vs Crazy

Arrogant vs Crazy

Penulis: Yurriansan
icon

Bab 1 Siapa yang Mendesah di Kamar

Jumlah Kata:1277    |    Dirilis Pada: 25/05/2022

rumah terlihat sepi, Tingak-tinguk

ya sini sebagai anak pertama belum punya guna apa-apa, kadang-kadang suka dilupakan eksistensin

kebelet. Ck! Belum juga diisi apa-apa sudah

urang asupan. Lebih buruk lagi dikira cacingan padahal ini

tidak perlu usaha keras untuk diet bawaan badan sudah mend

ng cuma halusinasi belaka. Ada masalah

eorang. Mulanya tampak biasa saja. Sampai tiba-tiba terdengar

...

ng berani desah-des

ngar juga bunyi srupu

lagi apa yang dia dengar. Berharapnya cuma salah dengar tapi ya

.. ah,

maksiatan di dalam rumah.

ri kan, anak bujang seumuran Yato bisa saja sudah terkontaminasi dengan berbagai hal negatif. Sebelum dia

itu. Benar-benar kurang ajar. Tidak tahu malu.

sama Nesta saking kesalnya. Masih juga

ang di dalam ka

nya atau Ka

to bilang begitu. "Paling juga kalau pintunya

duit buat ganti pintu. Yang ada, Nesta sendiri bakalan dijadikan

!" Masih ti

akan tendang pintu lalu mengungka

seruduk. Jangan salahkan

buka pintu, sampai

g, habis itu meninggalkan kakakn

-buru Nesta

kamu di

meleos pergi ke dap

tu yang berbahaya. Kok, bungkusa

u ketahuan buat kel

paling jago ngeles, ter

mencium sesuatu. Baunya

-janga

apa yang tad

mye

orea yang dia simpan dari kemarin--yang niatnya mau d

imakan s

di enak-enakan di

an mie pu

in

au ada banyak, nah kamu ambil satu. Ini udah

k. Sekali-sekali

ah gun

ak, loh. Kak Nes

au kamu mau tahu Kak Nesta bukan cuma mau

h saat Nesta menjam

un,

ak a

. Yato malah berkilah, soalnya dia juga ma

ma sanggup beli satu. Itu juga harus kump

m berdua sama Sarwani. Hukummannya tidak berat, enak malah.

" Sambal segepok Nesta

edesan, waktunya

kkan cabe rawit.

aku Sayang." Ter

rawitnya, mau me

epal-kepak nasi siap

siap siaga

rang nasi tersebut. "Kalau masih bera

an buat teman makan cabe. Mana si Yato tidak punya pe

o juga sudah jadi dobe

it amat!" Ningsih memarahi Nesta. T

ungut-sungut Nesta menjawab.

mbil makanan kakak kamu!" Gant

u kasih, enggak mu

o enggak bener." Malah jadi N

u punya duit buat

erdebatan orang tua mereka. Semua gara-gar

afkahi keluarga. Sementara, Sarwani yang juga mempertahan

has ekonomi. "Kalau udah Yato mau kerjain PR!" Angkat bokong

kalau ada banyak baka

adik tersompret. Saking sedihnya, drakor

lagi dibatin ma

Nesta

pintu sampai jarinya gepeng,

mai." Yato ter

ntunya. "Enggak bunuh di

innya Nesta masa iya mem

bakal paling buru

ntuk mengakhiri hidup hanya

ik. Malu tujuh tur

ih marah, pas buka p

sih." Yato

uatu untuk ditunjuk

an i

pala. "Maaf,

ulit di

kok." Bungkusan yang

a bungkus

waktu Nesta bingung. "

ie tiga puluh ribu diga

Nesta ke

ja boleh ngemis ke ib

Nesta ke

, malah main bawa l

ahu. Lumayan ada telor s

Yato yang kasih nama, soalnya setiap hari itu ayam paling di

apak, loh!" Nesta mengancam. Biar kata cu

juga dia bertelor lagi.

a ada benarnya juga. Lagian ayam g

. Buru-buru dia kejar Yato da

jek dengan sebela

okong adiknya

pat-sempatnya ng

masak air bu

er

an Nesta membuat Maemun ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Arrogant vs Crazy
Arrogant vs Crazy
“Cari duit tidak segampang yang ada di drama atau novel. Dalam dunia khayalan, perempuan bisa jadi 'barang mahal' yang diperjuangkan habis-habisan sama CEO atau jadi mujur dengan dinikahi paksa sama tuan muda tampan kaya raya. Dunia nyata tidak begitu. Nesta yang butuh uang buat hidup, makan, dan beli kuota untuk nonton drama, nyatanya sering ditolak jadi karyawan lantaran pendidikannya yang cuma SMA. Ditambah lagi tinggi badan cuma 155 cm--pendek-- bikin makin susah cari kerja. Satu-satunya perusahaan yang mau terima Nesta adalah PT Taruna, itu pun cuma sebagai office girl alias tukang bersih-bersih. Oke, deal. Butuh uang halal apa saja dilakoni. Eh, apesnya dapat bos sombong minta ampun, baru sehari kerja Nesta dipecat. Kira-kira, jurus apa yang Nesta pakai biar bisa tetap kerja di sana?”