icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Arrogant vs Crazy

Bab 5 Pernyataam Perang

Jumlah Kata:1468    |    Dirilis Pada: 26/05/2022

kan, sampai pagi menjelang pun dia masi

an. Itu adalah menu kesukaan raja. Biasanya kalau diboleh

tersebut sama sek

annya dihab

saja dari ayahnya, tetap kalau sudah diberitahu yang dewasa

sti sudah ber

ka dia baru selesai memasukka

an, orang sibuk. Jadi, pagi-pagi

aja, Sus, kalau papa itu kabu

a papanya Den Raja kab

i lagi cari alasan biar nggak

ruh Raja segera menghabiskan makanann

nya Viano memang sudah beberapa kali janji akan datang di

ewat acaranya dia sering merasa menyesal. Seandainya Raja paham, papany

a kagum. Tapi, yang namanya Raja masih anak-anak, dia ti

buk kerja sampai tidak punya

skan, ya. Biar nanti d

n syarat dia mau pinjam handp

lagi kerja, mas

au belum paham sepenuhnya, tapi tahu

, waktu suster Mia sakit ngggak kerja sehari, Raja main ke ka

aja. Memang iya sih Viano kemungkinan di kantor cuma tinggal duduk dan tan

main dengan Suster Mia ataupun pelayan di rumah ini yang kerjanya

berarti tenaga papa Masih banyak kalau cuma dipaka

ungkin malas sekolah karena mood-nya rusak. Tapi, kalau dituruti, n

emang tidak perlu menelepon papanya. Mungkin tidak diangkat. Tapi, Raja memang benar-benar keras

k kalau papa kerja pagi-pagi karena tidak mau mendengar Raja merengek. Jadi bagaimanapun

ut. Misal, papanya bilang tidak bisa bicar

Raja untuk mengaitkan kelingkingnya jug. ini biasa

nya bisa mengeluarkan sebentar itu lebih baik. Jadi dia

us, Raja

*

terlambat, kecuali memang ada urusan mendadak. Setiap hari

pun karyawan Taruna Corporatio

o lagi ku

saja merengek. Bahkan saat pria tampan tersebut berada

a harus ke

, nggak pernah pe

ft menghela napas. Bagaimana mungki

rgi ke luar negeri ya, Sayang. Sekar

r buhyi

ekarang dia berada di lan

h mendengar Raja menangis. Kalau anaknya

. Papa janji, minggu ini ak

, sesuatu yang basah

Damn! Siapa yang k

na panjangnya yan

Nesta ter

a. "Setelah kopi panas, sekar

leng. Dia ti

kenapa mirip s

epalanya sampai sakit, ga

dak mau kalau V

iap melawan kalau si

kamu, untuk jaga jarak denga

ebetulnya, Viano i

t-dekat denga

diri jadi

ketemu kamu

a,

mengalah. Nesta min

gkukkan badan, biar Viano

sta. "Sepertinya, saya haru

k a

at. "Tolong, Pak." Di

u lari ke mana pun, kamu teta

punya otak ngeres, Nes

ut, amank

aya apa aja, tapi ja

itu, apa?" V

an miskin dan jelek di mata Bapak, gini-gini saya masih punya harga diri. Walaup

sayangnya Viano tidak m

ngomong

a yang ada di

apa?" Mulai gerah Viano dibuatn

lagi. Jika saja Viano itu bukan bosnya, Dia

ni sepi, bukan berarti Bapak

Viano t

sta kemudian ingat kalau dia masih memegang alat pel. "Bahkan saya beran

an

ta dengan tas ker

punya pikiran sep

ringis k

model kayak kamu?" Viano memperhatikan baw

da yang

a hanya mencium istri saya sendiri. Nggak akan

ra mimpi semalam, dia

an Nesta untuk leb

a punya pikira

lelaki itu mencengkram semakin kuat. Firasatnya buruk. Sud

ng mengakui dirinya kalau dirinya itu jelek

anya, mending Nesta jejal ujung gagang pel ta

eluh Nesta. Biar cuma pesuruh tetap s

kan soal apa yang ada di pikiran k

tanya dengan menggebu. "Asal Bapak tahu, ya, se

au bala

menc

a yang akan saya terima dari s

ya, bisa aja nanti Bapak ja

ening sendiri. "Otak ka

akit hat

das tersebut melen

h ke arah pe

g! Awas aja kuala

erus be

mu sudah melakukan pelanggaran. Sebagai hukumannya gaji

esta me

sial

ng dengan bos sombong paling menyeb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Siapa yang Mendesah di Kamar2 Bab 2 Lepas Perawan Jadi Jutawan3 Bab 3 Hari Pertama4 Bab 4 Viano Gila5 Bab 5 Pernyataam Perang6 Bab 6 Senjata Makan Tuan7 Bab 7 Raja8 Bab 8 Ngobrol Sama Bocil9 Bab 9 Ternyata Dia Bapaknya10 Bab 10 Ribut Terus11 Bab 11 Makan Bareng12 Bab 12 Anak atau Ibu13 Bab 13 E Kuadrat K14 Bab 14 Kejam Amat, Pak!15 Bab 15 Tidak Bisa Akur16 Bab 16 Ini Lembur 17 Bab 17 Please, Jangan Baper!18 Bab 18 Viano Marah19 Bab 19 Gantian Marahnya20 Bab 20 Nesta Menyerah21 Bab 21 Saingan22 Bab 22 Inspeksi23 Bab 23 Hak Mutlak untuk Sombong24 Bab 24 Pillow Talk25 Bab 25 Titip Raja26 Bab 26 Misalkan27 Bab 27 Viano Kesambet28 Bab 28 Kasihan Kevin29 Bab 29 Pada Ajak Jalan30 Bab 30 Minta Saran Ivan31 Bab 31 Bospret Dilema32 Bab 32 Ayah yang Baik33 Bab 33 Tipe Suami Idaman34 Bab 34 Masalah Goyang35 Bab 35 Kualat Sama Viano36 Bab 36 Kalah Sama Nasi Padang37 Bab 37 Sama-Sama Jomlo38 Bab 38 Siapa yang Bego39 Bab 39 Kenapa Pada Tegang40 Bab 40 Kita Sudah Kawin, Pak 41 Bab 41 Kenapa Pada Tegang42 Bab 42 Si Bos Lagi Sedih43 Bab 43 Saya Suka Sama Bapak44 Bab 44 Si Bos Memang Sadis45 Bab 45 Mau Romantis Ada Saja Halangannya46 Bab 46 Masih Ditunggu47 Bab 47 Bapak Tega48 Bab 48 Mirip Drama Korea49 Bab 49 Namanya Nesta 50 Bab 50 Kalian Kenapa51 Bab 51 Viano Sudah Tua52 Bab 52 Sudah Tua, Tapi Puber53 Bab 53 Undangan Pesta 54 Bab 54 Entahlah55 Bab 55 Dipermalukan56 Bab 56 Ayo Kita57 Bab 57 Masih Saja Susah58 Bab 58 Baik-Baik Saja, Kan, Pak 59 Bab 59 Takut Kehilangan Bapak60 Bab 60 Ivan Kejang-Kejang61 Bab 61 Panggil Mas62 Bab 62 Ini Calonnya, Pak63 Bab 63 Damai dengan Lusi64 Bab 64 Bulan Madu, Bukan Transmigrasi65 Bab 65 Fix Serombongan66 Bab 66 Menuju Akhir67 Bab 67 Malam Pertama68 Bab 68 Sejak Bunyi Pertama69 Bab 69 Peristiwa Kamar Mandi70 Bab 70 Siap-Siap Raja Mau Punya Adik