icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KhaRisma

Bab 5 Apartemen

Jumlah Kata:1527    |    Dirilis Pada: 20/05/2022

ang wanita paruh baya

a," jawa

at di samping kanannya. Risma segera melangkah

ya Risma menatap wa

in pulang ke rumah

ingin tinggal di

harus berangkat ke Jep

ma terlihat kaget. O

." Oma Dahlia memberikan sebuah buk

ma, Risma

h," sela Oma Dahlia. Risma menuruti apa kata Neneknya. Risma

ih, Oma," b

belajar yang rajin. Jika kau tidak ingin pulang ke ruma

mbali lagi ke Indones

-baik di sini. Kau bisa tin

ma terdiam lama, dia tida

ng?" Sang nenek memp

an tetapi Risma terdiam cukup lama. Dia

h tidur. Oma juga ingin beristirahat." Oma Dah

akan menunggu Tante Widi pulan

ntemu sudah membawa kunci

atap punggung Neneknya hing

api Risma sudah membeli apartemen kecil-ke

gerut, dan dia mengurut pelipisnya. Khar

rus ambil ni

ya, lalu menekan nomor demi nomor yang ada di ik

ra dari seb

l iklan yang Ibu pasang itu.

anita yang ada d

n mengambilnya," balas

nanti siang langsung di tem

jam berapa?" tanya

u siang,

Bu, bisa. Saya akan datang ke san

cash

Kharis langsung menutu

ar-benar tidak menyangka akan

erus-menerus adu mulut dengan si Bagus." Kharis

iga puluh

?" ujar wanita dengan

kenapa tidak ada ruang

amar? Itu ada kamar man

rnya itu loh, masa iya semua digabung menja

kau akan tinggal dengan siapa?" Pertanyaan

Bu," tutur Kh

suk murah banget. Kalau kau tidak jadi membelinya, akan Saya

s mengeluarkan amplop coklat dan menyerahkan pada wanita

rapa tas lainnya. Oma Dahlia tersenyum melihat cucu satu-satunya i

-baik, ya." Risma me

janji akan mengirim uang set

eluk erat Neneknya. Setelah adegan pel

dia segera menyiapkan segala keperluannya

u setel

?" tanya Tante Widi te

, Ta

Tante Widi ke

iri, tante," kata

di sini bersama dengan

embelinya, Tan

anti Oma bertanya? Tant

dengan Oma," ucap Risma tersenyum. Walau begitu ber

njung tiap waktu

lau ada apa-apa, jangan s

a berpamitan dan naik ke da

arang yang dia bawa. Risma bukan tidak ingin tinggal bersama

Risma memang sudah ada niat ingin membeli apartemen kecil untuk ditinggali sementa

. Risma begitu payah menyeret kopernya yang berukuran sangat besar. Bertepatan dengan itu, sebuah mobil berhenti tidak

ihatnya, tapi di mana ya?

mbawa barang-barangnya. Saat Risma melihat tan

menapaki anak tangga demi anak tangga, ingatan Risma kemb

g bertabrakan dengan gue. Ma

mengambil sebuah topi dan segera m

uda itu mengenali gue, bisa-bisa ah ... sud

t senang dengan apartemen yang baru dia beli beberapa hari kemarin. Namun, sebelum dia menginjakkan

hbac

alin gue?" katanya dengan

yak drama. Lu pasti senan

i gue kesepian,

memasang muka memelas seperti itu. Sudahlah, jangan pasang muk

ga banget

lagi sama gue," bala

egini juga, Ris,"

angsung telepon gue. Tenang saja, di sekolah nanti juga kita sering ketemu, jad

hbac

tam dari bagasi mobilnya, lalu dia menarik koper tersebut. Pemuda itu berjalan sambil

u. Dia kemudian menyejajarkan langkah kakinya denga

ernah bertemu," ucapnya

gadis yang memakai topi warna hitam yang menutupi wajahnya. Kharis berusaha me

apa sih?" u

at. Memangnya lu siapa? Gue tidak k

n tanya baik-baik sama lu," k

tukang ngardus." Ris

sama lu. Siapa yang tukang ngardus? Gue bukan pemulu

modus," balas

tahu siapa gue?" teriak Kharis, dia berusaha menarik

" Kharis berusaha mengingat kembali sambil berusaha menarik ko

sa tolon

n mengacungkan jempolnya ke ata

lah sama gue." Kharis sedikit

itu. "Nah, benar apa kata gue. Gue pernah bertemu dengan gadis

Woi, gue sudah ingat siapa elu. Lu kan ce

pus dah gue. Dia s

n terjadi selanjutnya?

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KhaRisma
KhaRisma
“Perpisahan yang tak bisa dicegah. Terlambat? Ya, mungkin itu yang aku rasakan. Ketika aku mulai sadar, semua sudah terlambat. Menangis pun tidak akan mengubah semuanya, yang ada hanya rasa penyesalan. Kau hadir mewarnai hidupku, memberi arti tersendiri dalam hidupku. Mengajariku arti kesetiaan dan pengorbanan. Mengenalmu, membuatku merasakan rasa sakit, sedih, serta arti kebahagiaan. Jika aku bisa memutar waktu. Aku ingin memutarnya kembali dan aku ingin mengulanginya bersama denganmu.”
1 Bab 1 Unlucky Day2 Bab 2 Orang Gila Baru3 Bab 3 Beban Hidup4 Bab 4 Ide Gila5 Bab 5 Apartemen6 Bab 6 Kena Tipu7 Bab 7 Faktanya Satu Atap8 Bab 8 Ribut 9 Bab 9 Ribut pt 210 Bab 10 Mobil Mogok11 Bab 11 Bakso Beranak12 Bab 12 Kucing Garong13 Bab 13 Mendadak Gempar14 Bab 14 Dompet Warna Pink15 Bab 15 Insiden Cincin16 Bab 16 Danau Tengah Malam17 Bab 17 Sakit Berjamaah18 Bab 18 Kekesalan Bagus19 Bab 19 Cincin Mawar20 Bab 20 Tentang Hidup21 Bab 21 Double Date22 Bab 22 Mak Comblang23 Bab 23 Petak Umpet24 Bab 24 Kita Putus!25 Bab 25 Tantangan si Kembar26 Bab 26 Spesial Gift27 Bab 27 Mendadak Aneh28 Bab 28 Pernyataan Cinta Kharis29 Bab 29 Lika-liku Hidup30 Bab 30 Camping