icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Titik Noda

Titik Noda

icon

Bab 1 Pengakuan

Jumlah Kata:1132    |    Dirilis Pada: 23/04/2022

or

ilaf, D

sampai sejauh

af

kata lain yang sanggup keluar dari mulutnya. Ia tertunduk, pun matanya bas

kah saat kau pada anak kampung itu kita jemput, dengan janji akan menyekolahkannya? Menolong

at sampai menanggung

, duduk berhadap-hadapan. Seberapa pun berat, aku tak ingin ana

ahun l

awatir. Kebetulan waktuku juga banyak di rum

s kebablasan gaul sama anak kota," cemas wanita yang terlihat lebih tua dari

ma kami, nanti setelah lulus SMA April boleh lanjutkan kuliah, Bu. Nanti akan kita biay

mi berdua. Sudah niat lama kami ingin membagi rezeki, mencari orang dari k

ap dari lima anak, ada satu saja yang bisa

nunduk. "Terserah Mamak ja,

ahu berwarna kecoklatan. Ia gadis cantik alami, sayang sekali kalau sampai putus sekolah karena ketiadaan biaya. Kami tahu keadaan

h kota, tak membuatnya ketinggalan jauh. Kegigihannya belajar dan membantuku dalam pekerjaan rumah memb

empuan, dan hubunganku de

pasti membelikan untuk April, begitu pun mak

Almira juga masuk kuliah, dan Syifa-putri ketigaku--masuk SMP kami

kota, tinggal di kos dan akan jauh dari kami. Sedangk

arta. Lalu kembali pulang setelah melihat anak it

eperti semula. Sesekali ke pabrik bata, yang

i rintis dari nol itu. Selama ini kami dikenal kompak dan sama-sama gigih.

at usahakan semp

ibuk, banyak tugas." Ia memang meman

dam cucian trus giling. Pasti sempat, kok," tegurku mengingatkan, karena akhir-akhi

uka ditegur. Aku tidak bermaksud memaksanya bekerja, tapi berharap

kamar sampai empat kamar mandi, masak juga, cuma kadang bagian itu kami lakukan bersama, sambi

embantunya meraih ilmu, dan kehadiran juga

jakan tugas rumah. Pakaiannya sendiri pun ditumpuk di keranjang cuci, belum lagi gosokan sampai menggunung tiga hari. Aku

mbat pulang, pernah sampai malam dan sulit dihubungi. sampai

emukan bekas noda kental dan celana dalam laki-laki tergulung d

jantung terasa diremas-remas. April habis apa? Dan pi

ga itu, menun

perti biasa. Kuperhatikan tak ada yang

membiarkannya mem

an, dan minum, ia akan ke

intu kamarnya. Ia terlihat terkejut, ter

hatku, lalu duduk d

g mengundang tanya di k

lu meremas tangan belum menjawab pertanyaanku.

h dewasa, kamu pasti tahu a

birnya kemudian membuat ragaku langsung runtuh. April

ik ... m

an ini memukul telak. Menghancurkan semua yang kubangun dalam sekejap mata.

nikah lagi ... mungkin Aya akan lebih ikhlas,

Ia te

nnya ...." Kuusap sisa air mata, menarik napas panjang,

memimpin warganya sebagai ketua RW, dan belum lama ia disanjung sukses memimpin pembangunan rumah ibadah

t khilaf terbesar ini ia tak berpikir jauh

n aku mengambil ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Titik Noda
Titik Noda
“"Aku khilaf, Dik ...." "Khilaf, tapi sampai sejauh itu, Mas ...?" "Maaf ...." Hanya itu yang terus suamiku ucap. Maaf, maaf, dan khilaf, seolah tak ada kata lain yang sanggup keluar dari mulutnya. Ia tertunduk, pun matanya basah. Lelakiku terisak. Aku tak bisa memahami apa yang ia rasakan sebenarnya. Mas, sadarkah kau sudah torehkan luka teramat dalam, yang sekarang menganga di hati ini. Lupakah saat kau pada anak kampung itu kita jemput, dengan janji akan menyekolahkannya? Menolong mengangkat derajat keluarganya? Apa yang sampai membawamu terjerumus begitu dalam seperti ini? Dosa apa yang kami buat sampai menanggung ujian ini, ya Rabb ...! * Kisah ini diangkat dari kejadian nyata yang sudah dicampur fiksi. Sarat akan hikmah, juga mengingatkan akan hukum tabur tuai dari perbuatan kita. Apa yang ditabur pasti akan dituai hasilnya cepat atau lambat. Selamat membaca.”
1 Bab 1 Pengakuan 2 Bab 2 Permintaannya Poligami 3 Bab 3 Rencanaku4 Bab 4 Menikahkan Suamiku 5 Bab 5 Sudah Berbeda 6 Bab 6 Mulai Lelah7 Bab 7 Permintaan 8 Bab 8 Perempuan Tanpa Muka9 Bab 9 Denok dan Keputusanku 10 Bab 10 Aku Perempuan Istimewa 11 Bab 11 Istriku12 Bab 12 Luka Masih Melekat13 Bab 13 Sebuah Kesalahan 14 Bab 14 Ancaman Kekanakan15 Bab 15 Sendiri16 Bab 16 Darah Ma Pril!17 Bab 17 Berusahalah Sendiri Biayai Pengobatan Istrimu18 Bab 18 Sebuah Tanggungjawab19 Bab 19 April !20 Bab 20 Mendadak Dilamar21 Bab 21 Deritaku Sekarang22 Bab 22 Noda Dari Tanganku23 Bab 23 Dunia yang Kejam24 Bab 24 Di Tempat Baru25 Bab 25 Kesempatan Kedua26 Bab 26 Dihantui Kesalahan Lalu27 Bab 27 Hidup Dalam Ketakutan28 Bab 28 Ayah29 Bab 29 Salah Paham30 Bab 30 Denokku31 Bab 31 Tentang Kami32 Bab 32 Ditawan33 Bab 33 Melarikan Diri34 Bab 34 Ditolong Keluarga Baik35 Bab 35 Aku dan Mereka36 Bab 36 Pulang37 Bab 37 Minta Mati38 Bab 38 Calon Orang Tua39 Bab 39 Mama40 Bab 40 Aneka Rasa Kehidupan41 Bab 41 Gelisah42 Bab 42 Nayaku43 Bab 43 Kesalahanku 44 Bab 44 Gelisahku45 Bab 45 Hantu Masalalu46 Bab 46 Mengemis Maaf Sebelum Ajal47 Bab 47 Oh, Soraya48 Bab 48 Rahasia Soraya49 Bab 49 Mama Sakit50 Bab 50 Beliau Mama Istimewa51 Bab 51 Anugerah Dari-Nya (Tamat)