icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tentang Harapan

Bab 5 Yang Terburuk

Jumlah Kata:950    |    Dirilis Pada: 22/04/2022

bisa orang tuaku lihat d

|

membuka pintu rumah utama. Kedua mata yang memaka

ag

arah sang Mama membuatnya tak berani dan memilih menunduk men

seraya memegang kedua pelipisnya. "Kam

apa-apa, tapi foto waktu Jihan dan Mas

terkejut. "Kamu punya masalah sama temen kamu 'kan? Bukti

ngannya menyatu di depan dada. "Jihan bena

hempaskan tubuh Jihan hingga ter

a mengunci pintu tersebut. Dia meloncat ke atas kasurnya denga

k gini akan terjadi. Tuhan, ku mohon." Jihan menangis

belum menemukan alasan mengapa orang tuanya begitu

orang tuanya, mencoba memaklumi hal yang di lakuka

a, jika ada di rumah pasti Jihan men

sakan tangisnya agar tak terdenga

|

g melakukan makan malam tak peduli apabila sang

egitulah ucapan Irma seraya m

alu kalau dia

yak yang iri sama kecantikan Jihan, tapi anak itu sel

n kali ini berhasil. Aku ingin mengemba

ya menyendok sesuap n

kannya di balik anak tangga yang tak terli

erharganya aku

uk kembali menaiki anak tangg

i kamarnya. Nafsu makan gadis itu menghilang dalam sekejap, lagipula tidak mung

t kedua matanya membengkak dan me

terngiang-ngiang di kepalanya. Jihan masih tak perca

ena terlepas dari status pelajar dan kenangan terakhir bersama teman-teman sekolahnya. N

ng temaram menemani Jihan yang bersedi

|

air yang ada di meja belajar Jihan. "Matahari udah

anya agar cepat terjaga. "Jihan baru tidur

gang. "Dasar pemalas. Cepat bangun!" Wanita paruh baya it

pada gorden kamar yang tak menunjukkan tanda-ta

ng Mama tak membiarkan dirinya melewatkan sarapan

dengan keadaan meja makan yang sudah kosong. Keadaan r

mbil beberapa helai roti, lalu menumpuknya dengan telur ceplok dan potong

anapun. Suasana hatinya begitu buruk

|

gan Jihan. Lagipula, dia sendiri tak memiliki keberanian untuk membuk

enampilkan kontak kak

a Taufik di

ntuk menetralkan suara

em? Kenapa en

edihannya. "Lo udah denger gosip an

di telinga masing-masing. Lelaki itu mencoba membuka pembicar

sekarang libur, gue ada waktu untuk s

di perbolehin datang

h ketemu aja, pestanya bebas bawa siapapu

Lo pikir gue

h kecil. "Ter

Jihan yang sedang di dalam kamarnya itu. "Gue

. "Gue harap juga begit

e tutup

tangannya menggenggam ponselnya erat. Perasaannya semakin

|

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tentang Harapan
Tentang Harapan
“Perjodohan yang di lakukan berulangkali hingga tak ada yang berhasil menjadikanku seperti seseorang yang tak memiliki harga diri. Di tuntut untuk menjadi yang sempurna di antara yang lain membuat tubuhku terasa di tusuk dengan berbagai macam mata pisau. Setiap pasang mata itu menatap sinis padaku, seakan tak ada celah untuk mengorek informasi diriku. Ini hanya tentang rasa yang aku alami selama aku menjalani hidup. Jadi, kumohon berikan aku sebuah topangan berupa dukungan. - Jihan Adiztya Disinilah, kisah Jihan Adiztya yang menerima tekanan dari kedua orang tuanya, dituntut harus menjadi paling sempurna di antara yang lain dan yang terpenting para lelaki harus tunduk di hadapannya. Jihan berasal dari keluarga yang cukup. Namun, karena tuntutan segala hal membuatnya dijodohkan dengan siapa pun yang selalu saja gagal membuat sang Papa murka. Sampai suatu hari Jihan bertemu seorang lelaki yang menariknya jauh dari dunia gelap dalam hidupnya.”
1 Bab 1 Keadaan2 Bab 2 Awal Pertemuan3 Bab 3 Di bohongi4 Bab 4 Akhir Ujian5 Bab 5 Yang Terburuk6 Bab 6 Terjebak7 Bab 7 Hilang8 Bab 8 Kota Itu9 Bab 9 Awal10 Bab 10 Panggilan Mas11 Bab 11 Sunyi12 Bab 12 Ukiran13 Bab 13 Bertemu Lagi14 Bab 14 Desakan15 Bab 15 Hangout16 Bab 16 Penampilan Baru17 Bab 17 Bertemu Teman Lama18 Bab 18 Berbunga19 Bab 19 Terkuak20 Bab 20 Pulang Ke Rumah21 Bab 21 Permasalahan Hati22 Bab 22 Permulaan23 Bab 23 LDR24 Bab 24 Tertekan25 Bab 25 Ketenangan26 Bab 26 Manisnya Suara Tetangga27 Bab 27 Berkunjung28 Bab 28 Jujur29 Bab 29 Komitmen atau Janji30 Bab 30 Waktu31 Bab 31 Menyelesaikan32 Bab 32 Kabar Mengejutkan33 Bab 33 Sidang34 Bab 34 Rencana Temu35 Bab 35 Wisuda