icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tentang Harapan

Bab 24 Tertekan

Jumlah Kata:948    |    Dirilis Pada: 28/04/2022

a rumah

ulang yang

tidak s

|

han mengambil beberapa sesuai keinginannya. Setelah dirasa cukup, dia lang

lan sebagai

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tentang Harapan
Tentang Harapan
“Perjodohan yang di lakukan berulangkali hingga tak ada yang berhasil menjadikanku seperti seseorang yang tak memiliki harga diri. Di tuntut untuk menjadi yang sempurna di antara yang lain membuat tubuhku terasa di tusuk dengan berbagai macam mata pisau. Setiap pasang mata itu menatap sinis padaku, seakan tak ada celah untuk mengorek informasi diriku. Ini hanya tentang rasa yang aku alami selama aku menjalani hidup. Jadi, kumohon berikan aku sebuah topangan berupa dukungan. - Jihan Adiztya Disinilah, kisah Jihan Adiztya yang menerima tekanan dari kedua orang tuanya, dituntut harus menjadi paling sempurna di antara yang lain dan yang terpenting para lelaki harus tunduk di hadapannya. Jihan berasal dari keluarga yang cukup. Namun, karena tuntutan segala hal membuatnya dijodohkan dengan siapa pun yang selalu saja gagal membuat sang Papa murka. Sampai suatu hari Jihan bertemu seorang lelaki yang menariknya jauh dari dunia gelap dalam hidupnya.”
1 Bab 1 Keadaan2 Bab 2 Awal Pertemuan3 Bab 3 Di bohongi4 Bab 4 Akhir Ujian5 Bab 5 Yang Terburuk6 Bab 6 Terjebak7 Bab 7 Hilang8 Bab 8 Kota Itu9 Bab 9 Awal10 Bab 10 Panggilan Mas11 Bab 11 Sunyi12 Bab 12 Ukiran13 Bab 13 Bertemu Lagi14 Bab 14 Desakan15 Bab 15 Hangout16 Bab 16 Penampilan Baru17 Bab 17 Bertemu Teman Lama18 Bab 18 Berbunga19 Bab 19 Terkuak20 Bab 20 Pulang Ke Rumah21 Bab 21 Permasalahan Hati22 Bab 22 Permulaan23 Bab 23 LDR24 Bab 24 Tertekan25 Bab 25 Ketenangan26 Bab 26 Manisnya Suara Tetangga27 Bab 27 Berkunjung28 Bab 28 Jujur29 Bab 29 Komitmen atau Janji30 Bab 30 Waktu31 Bab 31 Menyelesaikan32 Bab 32 Kabar Mengejutkan33 Bab 33 Sidang34 Bab 34 Rencana Temu35 Bab 35 Wisuda