icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tentang Harapan

Bab 3 Di bohongi

Jumlah Kata:978    |    Dirilis Pada: 22/04/2022

hi oleh orang yang

|

in malam. Saat ini, dia sedang menemani Bara untuk makan malam d

pantofelnya membuat Jihan menoleh, memberik

ang sekarang, ya?" ajakkan Bara la

kadang melakukan janji temu dengan calon suaminya hanya untuk menem

dengan lembut oleh Jihan yang ters

alam jarak umur, mereka berdua terpaut cukup jauh yaitu lima tahun. Bukankah jika bersama mereka ak

benarkan letak roknya yang sempat terlipat. Setelah selesai, keduanya pergi meninggalkan restoran terse

|

ama Ujian

ada siswa yang nongkrong di warung samping sekolah untuk merokok, ada siswi yang bergosip ria di kantin a

siswi yang bergosip dan siswa laki-laki pun tak

h restoran hotel pada malam hari itu mengundang berbagai asumsi dan terseb

n malam. Alhasil, dia harus bekerja keras untuk kembali membac

edang merapikan rambut juga seragam yang dikenakannya. Sebenarnya, hal seperti itu sudah biasa Jihan lak

rti itu menimbulkan cibiran tersembunyi juga pandanga

urun tadi", bisikan itu hadir setelah mele

uar kelas dengan buku paket di tangan memilih

ip dadakan bersama teman-temannya tadi. "Gue ke Jihan d

or

aku yang sudah membuat terkejut,

onal hari ini?" tanya Kia duduk di samping Jihan yang s

lihat lo enggak lepas mantengin itu buku, bikin pusing jad

r kita tau!" Tangannya menoyor pelan kening Kia. "Emangn

la Jihan ke samping. "Otak gue enggak se

nyi membuat beberapa siswa-siswi yang mengamati sekitar koridor berlari masuk

dengan Jihan. Seperti biasa, para siswa-siswi yang mengungkapkan dua pu

g ternyata sedang melihat ke arahnya. "Semangat!" Bibir Jihan berucap tanpa suar

balas Kia t

|

iswi itu memilih menongkrong di dekat warun

menggunakan taksi online, Kia berbelok arah un

aik dan tulus. Teman-teman yang dia anggap sebagai se

aat melihat Jihan makan malam bersama Bara. Bagaimana

Jihan yang jelas-jelas adalah sahabat dekat

sa menghela napasnya dan bingung untuk me

a dan dibohonginya Jihan masih tersenyum pada ora

|

ci tangan di wastafel sekolah. Rasanya mulut gadis

an

lu tersenyum singk

sa sambil memandan

ernyit bingung. "

apa, Han. Anak-anak sekolah engg

han berbalik untu

ue Cuma pengen kasih tau kalau mereka semua ngomongin ten

ak suka. "Lo nga

"Gue Cuma mau ngasih tau lo

, Resa berlalu pergi me

ama ini?" gumam Jihan termen

|

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tentang Harapan
Tentang Harapan
“Perjodohan yang di lakukan berulangkali hingga tak ada yang berhasil menjadikanku seperti seseorang yang tak memiliki harga diri. Di tuntut untuk menjadi yang sempurna di antara yang lain membuat tubuhku terasa di tusuk dengan berbagai macam mata pisau. Setiap pasang mata itu menatap sinis padaku, seakan tak ada celah untuk mengorek informasi diriku. Ini hanya tentang rasa yang aku alami selama aku menjalani hidup. Jadi, kumohon berikan aku sebuah topangan berupa dukungan. - Jihan Adiztya Disinilah, kisah Jihan Adiztya yang menerima tekanan dari kedua orang tuanya, dituntut harus menjadi paling sempurna di antara yang lain dan yang terpenting para lelaki harus tunduk di hadapannya. Jihan berasal dari keluarga yang cukup. Namun, karena tuntutan segala hal membuatnya dijodohkan dengan siapa pun yang selalu saja gagal membuat sang Papa murka. Sampai suatu hari Jihan bertemu seorang lelaki yang menariknya jauh dari dunia gelap dalam hidupnya.”