icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tentang Harapan

Bab 4 Akhir Ujian

Jumlah Kata:968    |    Dirilis Pada: 22/04/2022

uanganku bersama seora

|

swa-siswi di SMK Pramudya terbebas dari segala be

h berbagai pertanyaan dari seluruh penghuni sekolah

kalau di foto itu memang benar saya dan saya juga mengaku sering keluar-masuk hotel, tapi ntuk bapak dan ibu guru yang sangat berp

enggak ada apa-apanya dan sekarang kamu masih mau

keadilan yang ada di sekolah ini. Saya berani jamin t

hi ruangan ini, seolah mempe

sekolah," putus Sumanto. "Namun, sebelum

kembali di sorot dengan tatapan mencemooh, sinis, dan bahkan ad

ujuannya kali ini adalah untuk bertemu

tubuh Kia. Tangisnya pecah seiring se

waktunya." Kia mengelus punggun

beritahu bahwa Pak Sumanto serta guru BK akan mewak

termasuk salah satu siswi yang sering berinteraksi dengan Jihan. "G

balas apapun membuat Resa

yang ikut sebagai perwakilan turun dari mo

mejamkan matanya sebentar seraya mengepalkan ked

Di periksa dulu,"

tai sekali. Sebelum Jihan masuk ke dalam ruan

tanpa suara yang di balas de

|

enangis. Jihan sendiri tak mengerti dirin

m yang lalu. Selama itu pula, Jihan m

hadapan lo, tapi lo harus tahu kal

ggak mungkin kayak gitu, gu

ua mata gue, kalau Kia yang pasang berita itu di mading. Dia yang gosipin

tersimpan dengan apik supaya lo enggak merasa ada yang berubah waktu ke sekolah.

capan yang di lontarkan kepadanya hingga hasil tes pemer

ri ruangan dokter membuat J

h gadis dan belum pernah di m

menunjukkan e

an. "Sudah saya bilang, Jihan masih berseg

memohon maaf atas hal ya

kan keluar dari sekolah yang seperti ini." Rehan m

ada yang harus Jihan selesaikan di sekolah,"

ngan sampai nama kamu jelek lagi. Itu bisa bua

dilontarkan oleh sang ayah. Seandainya saja, ked

|

hbac

ti mau lanjut kema

dengan pelan. "Masih lama

, tapi gue mau kerja biar bi

, tapi biaya enggak m

ri nol," usul Kia dengan semangat yang l

kam kegiatan perjalanan yang akan pergi ke sebuah puncak kebun

aki yang di anggap sebagai kakak bernama Taufik. Liburan ini sangat

, hayuk!"

kat ke arah Jihan seraya men

abis pokoknya," seru Jihan di perjala

ti di jalan, Han

teriak Kia dengan kencang agar bi

back

|

masih terdengar di antara semilir angin sore. Membiarkan gadis it

|

Terima kasih untuk wak

an-kapan / Lain wak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tentang Harapan
Tentang Harapan
“Perjodohan yang di lakukan berulangkali hingga tak ada yang berhasil menjadikanku seperti seseorang yang tak memiliki harga diri. Di tuntut untuk menjadi yang sempurna di antara yang lain membuat tubuhku terasa di tusuk dengan berbagai macam mata pisau. Setiap pasang mata itu menatap sinis padaku, seakan tak ada celah untuk mengorek informasi diriku. Ini hanya tentang rasa yang aku alami selama aku menjalani hidup. Jadi, kumohon berikan aku sebuah topangan berupa dukungan. - Jihan Adiztya Disinilah, kisah Jihan Adiztya yang menerima tekanan dari kedua orang tuanya, dituntut harus menjadi paling sempurna di antara yang lain dan yang terpenting para lelaki harus tunduk di hadapannya. Jihan berasal dari keluarga yang cukup. Namun, karena tuntutan segala hal membuatnya dijodohkan dengan siapa pun yang selalu saja gagal membuat sang Papa murka. Sampai suatu hari Jihan bertemu seorang lelaki yang menariknya jauh dari dunia gelap dalam hidupnya.”
1 Bab 1 Keadaan2 Bab 2 Awal Pertemuan3 Bab 3 Di bohongi4 Bab 4 Akhir Ujian5 Bab 5 Yang Terburuk6 Bab 6 Terjebak7 Bab 7 Hilang8 Bab 8 Kota Itu9 Bab 9 Awal10 Bab 10 Panggilan Mas11 Bab 11 Sunyi12 Bab 12 Ukiran13 Bab 13 Bertemu Lagi14 Bab 14 Desakan15 Bab 15 Hangout16 Bab 16 Penampilan Baru17 Bab 17 Bertemu Teman Lama18 Bab 18 Berbunga19 Bab 19 Terkuak20 Bab 20 Pulang Ke Rumah21 Bab 21 Permasalahan Hati22 Bab 22 Permulaan23 Bab 23 LDR24 Bab 24 Tertekan25 Bab 25 Ketenangan26 Bab 26 Manisnya Suara Tetangga27 Bab 27 Berkunjung28 Bab 28 Jujur29 Bab 29 Komitmen atau Janji30 Bab 30 Waktu31 Bab 31 Menyelesaikan32 Bab 32 Kabar Mengejutkan33 Bab 33 Sidang34 Bab 34 Rencana Temu35 Bab 35 Wisuda