icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Bab 10 Bangsawan Kesepian (Elang)

Jumlah Kata:1040    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

duk sambil mengetukkan jarinya di tangan kursi. Wajahnya

dak terlalu tua, hanya saja dia sering tampak murung dan sedih. Meskipun sisa-sisa ket

hatan sempurna mahakarya sang pencipta. Bibirnya yang tipis dan hampir tidak pernah tersenyum, masih memerah segar karena tidak pernah tersentuh tembakau. Ya, meskipun dia tidak terlalu mengurusi pena

dalam hutan, lalu kalian kehilangan orang tersebut

rapa hari lalu ada kerusuhan di Sisak dan Moslavina, jadi kemungkinan dia adalah prajurit salah sa

perduli dengan urusan politik serta kekuasaan. Baginya yang terpenting adalah mengumpulkan pundi

i, ternyata tetap tidak membuatku bisa bertemu dengan kalian." Saat matanya terpejam seperti ini, selalu ada bayangan wajah kekasihnya, serta seorang gadis kecil dengan wajah samar dipenuhi cahaya terang yang menyilaukan, sehingga dia tidak b

uarga kecil tinggal di dalam hutan, jangan diganggu, laporkan padaku, lalu bawa aku ke tempat tersebut." Entah sudah berapa ratus atau ribuan kali dia memberi perintah yang sama ke

ulan menyisiri kedalaman hutan, namun hasilnya selalu sama." Seor

siri hutan. Kalian di bayar untuk itu, dan laksanakan saja tanpa banyak bertanya!" suara bariton itu memiliki intonasi dalam yang mampu membuat si penga

lalu mengangguk, dan menjawab sing

lakukan setiap hari secara bergantian, usahakan untuk menemukan orang tersebut, baik dia p

. Sesuai p

h-gopoh memasuki ruangan, lalu menyerahkan sep

mengambil surat tersebut dengan tidak sabar, lal

l Gustav Matte

kamar pribadinya, lalu

lah nama sandi

berangkat ke medan tempur lagi dalam beberapa w

ormasi tentang keberadaan Matahari? (ini ad

tahari) kelas tersebut diperuntukkan bagi kelas bawah maupun bangsawan rendahan, aku membuat program ini untuk me

mengenaliku jika kami bertemu. Tiga hari sejak surat ini kau terima ak

sangat m

ama sandi

an bangsawan kelas atas, agar bisa memiliki akses lebih lancar untuk bertemu dengan kekasihnya secara intensif. Bagaimanapun, bertemu dengan kekasihnya membuat hari-har

n kepada mereka. Meskipun demikian, dirinya tetap berusaha terus mencari, sebab dia tidak mau sekedar menunggu dan berpangku tangan begitu saja. Tentu dia akan sangat bers

asihnya di pemerintahan. Bahkan mereka harus membuat nama-nama sandi saat berkabar, untu

reka yang diperkirakan saat ini telah dewasa, bahkan mungkin sudah menikah. Sementara dirinya

gisi kehampaan dalam dirinya untuk waktu sementara, setel

an kelas atas, terikat aturan-aturan sosial yang melingkupinya,

dak adil. Namun manusia seringkali t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
“Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.”