icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Bab 7 Ksatria Arva

Jumlah Kata:1219    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

elas tahu

un

angat lihai disaksikan dua orang

wanita dengan semangat memberi dukungan sambil terus bertepuk tanga

ia, senyumnya menampilkan barisan gigi yang rapih berjajar bagaikan deretan mutiara. Rambutnya yang piran

ng dipanggil Arpad menyahuti sambil mengedipkan matanya yang teduh berwarn

adu padaku jika Gyorgy pergi dan tidak memberimu kabar." Pria ya

an mewah dan make up tebal segera melemparkan senyum te

ata. Selanjutnya dia bisa memamerkan Lorant kepada seluruh gadis bagsawan di Arva sebagai suaminya. Dan tidak ada seorangpun lagi yang akan berani membual untuk bertaruh te

enyikunya, "Aku berani bertaruh, pasti karena pertemuan keluarga semala

an terus bertarung melawan Arpad. Bahkan dengan sengaja membuat dirinya menjadi pihak yang kalah. Perisai Lorant jatuh terkena serangan ped

tangan semakin keras atas kemenangan Arpad, "Kakakku mema

suka di dukung oleh Ivett, jadi dia sengaj

ernah menyukai Ivett. Namun sebagai keluarga bangsawan yang masih memiliki darah kekerabatan cukup dekat, mereka sering menghabiskan waktu bersa

tanya Ivett penuh perhatian, "D

Arpad, tetapi karena kamu mengganggu konsentrasiku dengan teriakkanmu, maka Arpad-lah yang men

menatap Ivett yang masih saja tersenyum tersipu, "Maafkan jika aku membuatmu selalu memikirkan aku. Mungkin se

tersipu menatap Lorant. Wajahnya yang tirus dengan alis tipis bagai bulan sabit tanggal satu, bersemu merah, "Ak

datang, "Apa kabar semuanya? kalian baru selesai berlatih pedang?" Arpad dan Lorant yang ditanya hanya mengangguk, "Hai Ivett, kamu cantik sekali hari ini,"

nita tercantik di Arva," Arpad menyalami

y mengedipkan

membelaku seperti Arpad membela

l resiko dipasung karena menentangnya. Kecuali Bibi Ellie mau bersumpah melindungiku, sebab cuma Bibi Ellie yang tingkat kebangsawanannya l

uarga semalam adalah petaka untuk Lorant. Tapi sebaliknya, merupakan berkah bagi Ivett. Para sepupu hanya bisa mendukung dengan cara

membuatmu menemui kami di sini." Lorant memperhatikan gu

a tercantik di Arva, bolehkah kami para ksatria Arva berbicara sebentar? ini hanya untuk para pria, jadi kami mohon beri kami ruang untuk berdiskusi

melihat peta daerahnya, ini sangat luar biasa, kita pasti akan memiliki bisnis yang sangat b

makin menarik sehingga banyak sekali bangsawan yang ingin memiliki atau bekerjasama, jadi merupakan suatu keberuntungan jika Tuan Baron Vla

ti banyak yang bisa kita tanami di wilayah tersebut." Lorant mengamati peta sambil

kalian sudah memahaminya, maka aku tidak perlu lagi bicara panjang lebar, ba

menunggu kabar dari S

di Sisak, karena kamu harus mengontrol persedian makanan

rbagi tugas saja, peperangan membutuhkan amunisi, jadi bekerjasama dengan Baron Vladislav Durecovic j

a bertemu denganmu saat kita akan menuju Sisak. Bawalah beberapa pengaw

berangkat, mungkin besok p

buru sekali?" Gyo

hu kenapa dia begitu, semalam kamu ikut

san bisnis untuk melarikan diri dari kenyataan!" Gyorgy mencoba meledek

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
“Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.”