icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Bab 4 Tepi Hutan Cachtice, 26 September 1573

Jumlah Kata:1089    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

udah sejak sepuluh hari sebelumnya selalu berjaga dengan me

orang yang ingin pergi secara diam-diam. Sebab jalan ini menuju hu

pastikan tidak ada binatang buas yang berbahaya di dalamnya. Se

kumohon, beri aku kesempatan, untuk memperbaiki diri dan bertanggung jawab atas

yang selalu dia sampaika

saatnya adalah dalam minggu ini. Jadi dia memutuskan untuk berjaga setiap hari, berusaha

k-semak. Tampak dua orang dengan tudung yang menutupi seluruh wajah berjalan ke arah jalan set

mencoba menyerang dari belakang, namun dengan sigap orang yang disera

ing tersebut nampaknya merupakan orang terlatih d

orang bercaping bertan

hanya menginginkan apa yan

engejar, berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya, "sabarlah, Nak. Ayah akan memperjuan

emas yang cukup banyak, berikan saja bayi yang ada di dalam gendongan kalian, dan kalian boleh membawa uangnya," sekantong koin emas dilempar

g pria menjadi kalap, lalu kembali menyerang membabi buta. Dia sungguh tidak bisa membayangkan bayinya terengut dari dirinya sete

ersebut untuk hidup bersama bayi mereka, sampai situasi membaik, dan mereka bisa hidup bersama sebagai sebuah keluarga. Kepalanya terus saja dihan

ang dengan suara baritone tersebut berteriak frustrasi, ngeri membayangkan bayinya mati karena terlempar. Namun setelah gendongan tersebut menyentuh tanah dengan cukup keras, semuanya senyap. Tidak ada sua

tangan dan kakinya serta mulut tersumpal kain. Tidak ada perlawanan yang cukup berarti dari pria tersebut, hatinya sudah terlanjur kelu

wajahnya datang menghampiri, lalu menunduk di hadapan pria tersebut, "Gustav, berhentilah berharap. Ini tidak akan membantu dirimu, Ellie, dan j

ulutnya tersumpal kain. Orang misterius dihadapannya kembali berkata, "Anakmu berada dalam asuhan

nya. Uang ini lebih dari cukup bagimu untuk memulai kehidupan baru yang nyaman. Kamu bahkan bisa menaikkan derajatmu dari seorang petani menjadi bangsawan kelas rendahan. Tetapi se

nya, sepertinya dia seorang wanita, tetapi dia tidak terlalu yakin, karena

Orang misterius berbalut pakaian hitam tersebut lalu pergi, meninggalkan pria yang dipanggil G

an, aku memiliki seorang putri. Oh Ellie, teri

i lempar di dekatnya. Butuh usaha untuk meraih pisau tersebut. Sampai akh

tuk mengejar adalah sesuatu yang sia-sia. Lalu dia kembali menuju tendanya, tidak ada jejak langkah kaki kuda maupun ke

nnya. Dia melangkah lunglai sambil menangis, menuju sebuah rumah pohon yang terletak di dalam hutan, lalu membenamkan diriny

diketahui karena perut Ellie yang semakin membesar, membuat Ellie dikurung di dalam kastil sampai

angisi takdirnya yang dipenuhi kemalangan, sendiri, ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
“Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.”