icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

icon

Bab 1 Penggerebekan, 30 Desember 1610

Jumlah Kata:1345    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

endobrak setiap pintu di ruang bawah tanah, di sana terd

dan lehernya. Bau anyir menyeruak tajam membuat dirinya sesak. Tetapi yang membuatnya lebih sulit bern

ngkin dia masih bisa diselamatkan. Hugo suruh yang lainnya memeriksa ruangan di sebelah, gadis ini bilang ada lebih banyak korba

sebagai pendamping bagi Gyorgy dalam banyak peperangan, namun dalam kasus ini, tanpa dimin

t dia melihat adik sepupu yang mirip dengan dirinya. Arpad berla

sambil berlari, "Aku akan mencarinya ke arah sana,

leh Arpad, "Segera beritahu aku jika kamu menem

, Kak!" suara Arpad semakin menghilang ditelan lorong-lorong

untuk mendapatkan pengobatan segera dari tabib di ruang utama kastil. Tetapi dirinya terus saja mencari dan mencari, hingga akhirnya, sebuah ruangan dengan ca

rtutup rambut yang kusut masai. Bau anyir menyengat keras, karena ruangan yang tertutup tanpa sirkulasi udara memadai ini sangat lembab, bahkan dipenuhi ceceran darah di sana-sini. Di suatu sudut, terdapat meja panjang b

lemah itu, lalu memeriksa detak jantung dan nafasnya. Setelah diyakini masih ada harapan hidup, dia se

tan di sana-sini, "Benca, sayang, ini aku Lorant. Aku datang untukmu, bertahanla

membuat Benca sadar, setelah semua ikatan terlepas, dia membawa Benca ke ruang utama untuk mendapatkan

rant setelah mendengar teriakan Lor

masih hidup, tapi sek

u akan siapkan tempat, dan memanggil tabib

t berlari agak tersendat karena menggendong Benca melewati lorong yang sempit. Tidak lama k

bib. Tubuhnya dipenuhi keringat dan bau anyir darah. Namun dia tidak perduli, baginya, Benca adalah yang

di sini, aku aka

t dengan

n sesuatu, jadi kamu harus tinggal di

akan mencari Lovisa, semua ruangan sudah di eksekusi dan Lovi

putrinya, dia harus menjadi orang yang paling keras

ling mengenali wajah para tersangka. Aku tidak mau mereka kabur dengan menyamar." L

ohon, temuka

ngsung memerintahkan para prajurit untuk menyisir semua tem

berwarna hijau" ujar tabib, sambil menunjuk ke arah kumpulan botol-botol obat, Arpad

" Lorant bertanya hati-hati

. Tetapi masih ada harapan, denyut nadinya masih berdetak meskipun

an memberimu banyak uang jika berh

jadi tanggung jawabku. Kamu tidak perlu bersusah payah mencari uang l

biarkan aku untuk mengobatinya. Beri aku air." Lorant dan Arpad berebut segera memberi Inka air, sete

ubuh Benca yang sedang tergeletak lemah dihadapan mereka, "Fia?" matanya menatap tajam ke arah Lorant dan Arpad, Gustav menghampiri mereka m

khawatir dengan sendu, "Lovisa be

tahu harus menjelaskan apa pada Gustav. Mereka tidak tega untuk memberitahu Gustav

belakangnya, beberapa pengawal tampak sedang menggiring tawanan dengan lengan terikat di belakang punggung

ngan sigap mereka menyiapkan tempat di samping Benca, agar Lovisa segera mendapat pertolongan dari tabib. Hati me

enaskan, masih harus menerima kejutan lain. Matanya menatap nanar ke arah tawanan wanita yang dikawal ketat. Bi

tersenyum, namun tidak mampu melihat luka menganga dala

n saat Gustav mengantarkan kepergian Ellie den

nya besar berkelebat di kepalanya. Dia tidak menyangka akan melihat pemandangan sep

dengan Ellie-- berdatangan ke kastil Ellie. Tetapi mengapa justru dia harus menyaksikan Ellie ditangkap? dan meng

a sebe

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
“Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.”