icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Bab 9 Darah Bangsawan, 5 Oktober 1591

Jumlah Kata:1354    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

ambil memapah Lorant untuk duduk di pembaringan. Dengan telaten Benca membantu Lorant untuk mendapatkan posi

Oktober tidak terlalu bagus untuk menjemur, tetapi setidaknya, gandum-gandum tersebut tidak akan busuk ka

ulang, sayang. Cepat sekali. Apakah Ayahmu sangat la

nceritakan tentang Lorant. Gerda terbelalak, sedetik kemudian berdiri dan bergegas m

h dipan, satu untuk Gergely dan Gerda, yang lainnya untuk Benca. Gerda meneliti pakaian Lorant yang tercabik-cabik dipenuh

mbaringan, "Apa yang terjad

Ibunya tampak bingung, "mengapa Ibunya berlutut seperti itu pada Lorant?

ku adalah orang yang beruntung karena selamat dari konflik yang aku tidak mengerti di kota Moslavina. Sesungguhny

r di Lonjsko Polje. Keberadaan sungai Sava, sungai Lonja, dan jalur sungai Velki Strug membuat wilayahnya semakin menarik. Banyak pengusaha dan tuan tanah datang untuk bekerjasama. Tetapi Gerda

dari orang yang menolongnya, bahwa dia adalah orang baik-baik, ha

ngka, Vladislav mengirim surat untuk menjalin kerjasama dengan perkebunan Arva. Gyorgy mengutusku untuk menemui Vladislav. Ka

ika yang dimaksud oleh Lorant adalah Gyorgy Thurzo de Bethlenfalva, maka Gerda yakin, bahwa Lorant adalah ban

dalah pemutusan perjanjian perdamaian atau semacamnya. Bahkan wilayah perbatasan militer di Habsburg telah porak poranda. Namun semua terjadi begitu cepat, kami hanya berpikir untuk bis

. Namun aku bisa meloloskan diri dengan bersembunyi diantara semak belukar. Mereka hampir saja menemukan aku, namun Tuhan Maha Baik, di dekatku ada seekor burung yang terluka karena gigitan hewan buas, namun mungkin karena banyak tentara yang datang, hewan tersebut men

kadang juga bisa sangat menyakitkan," dengan refleks Gerda menggenggam tangan Lorant, Lorant yang merasakan ketulusan Gerda membalas meng

hindar menjauh dari mereka, hanya mengandalkan arah melalui petunjuk bintang dan posisi matahari. Sementara untuk bertahan, aku

a te

asa sangat bahagia melihat Benca dan Lorant. Diantara mereka seperti ada j

tas Benca, namun takdir tetap mempertemukan sesama m

g kamu yakini sebagai orang tua kandungmu. Namun Tuhan mengirimkan Lorant, seorang bangsawan baik hati yang sepertinya telah jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu denganmu. Saat

kebahagiaan Benca, maka itu harus dilakukan. Karena Benca berhak untuk

uat rikuh ini, dia menatap Benca dengan tand

a belum makan. Aku rasa dia sudah kelaparan, tetapi terlalu sungkan untuk minta pada Ibu." Benca melirik Lorant dengan tatapan prihatin. Sem

dengan intonasi pelan. Lalu berpaling pada Lorant, "Mohon maafkan dia, tuan

nggilku Lorant saja," kali ini L

gera antarkan makanan untuk Ayahmu! dia pasti lapar dan khawatir karena kamu tidak datang hingga matahari meninggi." Benca mengangguk dengan patuh, lalu bergegas mengambil bekal makan ayahnya yang sudah

khawatirkan Tuan Lorant, Ibu akan memasak sekaligus menjaganya. Mungkin pakaian ayahmu ada yang cukup untuk tuan Loran

juannya dengan mengangguka

ya akan melangkah, ibunya kembali berkata, "Dan jangan lupa sayang, setelah menemui Ayahmu, ceritakan sedikit tentang Tuan Lorant padanya agar dia mengerti, mengapa Tuan Lorant ada di rumah kita. Ja

ra card

i itu. Ibu lupa kalau kamu meng

bunya, dia ingin segera menuntaskan semuanya. Dia sangat mengkhawatirkan Lorant, da

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
“Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.”