icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Bab 5 Melintasi Hutan Csetje, 26 September 1573

Jumlah Kata:1038    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

kalian tidak akan pernah kesulitan keuangan. Di dalam kereta kuda tersebut, terdapat harta yang cukup untuk menopang kehidupan kalian, selain dari harta yang sudah kami berikan tiga bulan la

mengangguk, "Baikl

dalam kereta ada perbekalan yang cukup dan juga senjata untuk melindungi diri kalian. Sekarang pergilah." Bagaimanapun, Klara tidak ingin

dari dua puluh empat jam yang masih merah dengan kulit berkerut, penuh kasih. Mereka berjanji akan menjaga bayi tersebut sebaik-baiknya. Bukan karena mereka dibaya

akat, mereka dengan senang hati melakukannya. Bagi mereka, perintah dari Klara adalah hadiah terindah sepanjang hidup. Mereka rela melakukan apapun demi bisa membesarkan anak ini sebagai anak mer

mudah terlihat. Ini pertanda sebentar lagi mereka akan segera tiba di perbatasan hutan. Meskipun hutan ini tidak t

h? apakah bayinya rewel?

dia memberiku kekuatan maha dahsyat." Gerda masih saja mengelus bayi dalam gendongannya dengan lembut dan penuh kasih. Wajahnya yang damai dalam tidurnya semakin membuat Gerda merasa sanga

a, "Sepertinya sebentar lagi kita akan tiba di tepi hutan, lalu kita akan seg

itu, pada saat kamu mulai membangunnya, kamu pasti sudah memikirkan hal tersebut." Tidak ada alasan bagi Gerda untuk meragukan kemampuan Gergely dalam me

rena tidak cukup waktu untuk pergi diam-diam ke tempat itu." Harta yang dititipkan Ellie dan Klara untuk sang bayi sangat banyak, dan Gergely memutuskan membuat ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai gudang bagi segala harta milik bayinya tersebut. Meskipun masih b

ra bisa menjadi sangat kejam jika perintahnya dilanggar. Ellie juga sebenarnya menyadari hal

kita juga sudah cukup di sana, selebihnya bisa kita bereskan pelan-pelan. Jangan terlalu memaksakan diri," jawab Gerda bijaksana, "Apakah kamu merasa lapar,

." Gergely menekankan kata anak kita dengan getar lembut dalam suaranya. Gerda secara spontan mendekap bayi mungil dalam pe

ukup tersembunyi, karena terlindung oleh lebatnya pepohonan. Selain itu, ada lahan kosong sekitar satu hektar yang bisa digarap untuk berkebun den

elanjutnya adalah cerita baru tentang keluarga kecil bahagia di tepi hutan Csetje yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang putri c

n, bahwa ini adalah yang terbaik. Sebab jika sampai Klara tahu dirinya membocorkan tempat tinggal mereka kepada sia

tu merasa kehadiran bayi tersebut seperti sebuah jawaban atas do'a mereka kepada Tuhan. Mereka memberi nama bayi tersebut Benca Kveta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
“Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.”