icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bulan di Darah Awan

Bulan di Darah Awan

icon

Bab 1 Tim

Jumlah Kata:790    |    Dirilis Pada: 08/04/2022

ratusan mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang berada di ruangan itu. Perhatian

bernada tinggi itu keluar dari mulut laki-laki berusia senja itu. Seorang perempuan di

gagal lulus karena praktikum ini, jadi jangan diremehkan!" teguran lantang beliau itu di dengarkan dengan seksama oleh ratusan mahasiswa yang akan menjadi peserta

emua langsung menghadap kepada bapak itu, "jika mereka melanggar peraturan praktikum, s

n air liur mereka untuk mengurangi rasa tegang dan takut.

ucap laki-laki yang di pakaian laboratorium berwarna b

. Beliau lalu turun dari podium di ruangan itu dan berbisik kepada beberapa asisten s

royektor. Tulisan Smile.Princess terlihat rapi di pakaiannya. Asisten lainnya menyebar di

n sebanyak satu kali," ucap perempuan itu. Semua peserta praktikum menyiapkan kertas catatan mereka. Perempuan itu lalu menyebutkan satu per satu peraturan yang harus dipatu

erempuan itu. Tidak ada yang menaikkan tangannya, sehing

dak ada yang ditany

gan tersebut. Mahasiswa baru langsung menuju ke papan pengumuman laboratorium X-106. Di sana, mere

dia temukan di daftar kelompok di sana. Perempuan lain di dekatnya yang

rjilbab hitam yang bernama Zihan itu se

yang dipanggil Riris itu langsung memelu

an tampak tidak percaya, namun tangan temannya yang me

x [ko

Haki

n D

a von An

l Ant

Aziz

Rahm

Nura

Mustaq

uttaqi

Zihan, Riris, dan Alsya, kembali dipertemukan sebagai satu kelompok di praktikum perdan

s mengangguk. Zihan tampak berpikir sejenak. Dia pern

kepalanya. Bagi Zihan, itu hanya perasaannya saja bahwa di

kak-kakaknya mungkin nanti bisa kita cari," komentar Zihan. R

depan laboratorium mereka hanya menggelengkan kepala. Salah satu asiste

ntar laki-laki itu dengan nada bertanya seraya menepuk pundak temannya yang sedang fokus.

ya? Maaf Dox," u

gu Mas Shadox," pesan laki-lak

gan lantang dan laki-laki yang se

de nama Shadox itu. Dia kembali mengerja

? Sudah ketiga kalinya. Ent

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bulan di Darah Awan
Bulan di Darah Awan
“Bulan dipenuhi dengan kesedihan dengan derita darah. Cahaya merahnya membias di muka bumi untuk satu abadi. Kapankah tangis suaraku terdengar di malam ini terdengar olehmu, sementara aku berjuang untuk bertarung dan mempertahankan kewarasanku? *** "Aku masih membenci setiap jejak yang tertinggal dari masa laluku, dan sekarang kamu mau menjadi bagian dari kebencianku?" tanyanya kepadaku. Aku terdiam. Tidak satu patah kata bisa keluar. Atmosfer yang dia ciptakan mencekikku. "Kala pertemuan pertama kita tempo kemarin, hatiku berkata ada sesuatu yang beda. Kini, bagiku, satu suatu itu seakan porak poranda masa lalu," ucapnya lemah. Dia menggelengkan kepala. "Tapi, dikau tak berkata apapun kala itu, hanya anggukan yang memancing murka diri. Namun, dikau telah merahasiakan paduka. Sekali ini, aku perkenan semua kembali dalam bayangan," komentarnya, "terima kasih." "Terima kasih," balasku pula. Rasanya sesak. Hanya itu yang bisa terucap dari lidahku. Entah kenapa, hubungan kami yang baru dimulai, perkenalan singkat yang berbeda ini, sudah diambang kehancuran.”
1 Bab 1 Tim2 Bab 2 Mematikan3 Bab 3 Perkenalan4 Bab 4 Beasiswa5 Bab 5 Retak6 Bab 6 Kebermanfaatan7 Bab 7 Rapuh8 Bab 8 Mie Instan9 Bab 9 Kuliah10 Bab 10 Aspek11 Bab 11 Relevansi12 Bab 12 Membangun Negeri13 Bab 13 Tanpa Emosi14 Bab 14 Dikenal15 Bab 15 Memuji16 Bab 16 Bumi untuk Zizih17 Bab 17 Permainan Sederhana18 Bab 18 Pendamping19 Bab 19 Pendahulu20 Bab 20 Penampilan Menipu21 Bab 21 Tuduhan22 Bab 22 Maba Cantik23 Bab 23 Iblis Kedua24 Bab 24 Masa Depan25 Bab 25 Titik Mula26 Bab 26 Jawaban27 Bab 27 Anak Iblis28 Bab 28 Kembali29 Bab 29 Dosa Desa30 Bab 30 Kebenaran31 Bab 31 Terima Kasih32 Bab 32 Epilog