icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku

Bab 2 Devina yang mendadak kurus

Jumlah Kata:1023    |    Dirilis Pada: 23/03/2022

rawat bayi ini. Namun, kalau tidak melaporkannya terlebih dahulu pada

binar mata cerah, "apa tidak apa-apa, Mas? Soalnya kit

ng. Setelah laporan kita ajukan pengadopsiannya, baru

m dan mengan

u kamu namain siapa?" t

a lamat-lamta, satu nama melintas dipikiranku. "Bagaimana kalau 'Aydan Atthallah. Aydan memiliki ar

njadi bukti rasa syukur kita atas kehadiran putra kecil ini sekaligus ha

u makin tertarik l

ayi ini karena seperti

bekas tempat menampung bayi tak berdosa itu, lalu membuangnya pa

n, usahanya begitu gigih dalam memandikan baby Aydan dengan cara menonton turorial dari youtube. K

menggendongnya sekarang. Namun, masalah datang lagi, kami

pis ini saja ya, sayang?" Mas Gib

aja, lagipula baby

k akan membuatnya kepanasan atau kedinginan. Ku alihkan pandangan mata da

beli kebutuhan baby Aydan setelah laporan nant

ya sekarang saja, Mas?" Ucapku mengemukakan pendapat saat kulihat cuac

tu ayo kita

i depan pintu rumah serta niat kami untuk mengadopsinya. Setelah itu barulah

u dengan Devina anak bu Yulis yang pendiam. Namun, kali ini aku meliha

urigakan di mataku. Namun, aku berusaha cuek untuk mengusi

berusaha seramah mungkin dan mene

. Dengan senyuman tipis Devina mengangguk, "i

hari ke belakang aku masih melihat Devina ini gendut. Apa mungkin ada

" ucapku sambil mengangguk sebagai tanda pe

ernyitkan dahi. Entah apa yang dipikirkannya, k

beri susu ba

Aydan susu formula. Berhubung baby Aydan langsung tidur setelah menyusu, jadi aku tingga

." Jawabku atas pertanyaan mas Gobran barusan.

n raut bertanya. "Apa Mas sudah mengabari mamah d

k berhenti sebentar sebelum kemudian melanjutkannya lagi. Setela

ya?" ucapk

rat sebelum kemudian pandangan matany

dang lagi lamat-lamat wajah mas Gibran, saat itu aku tahu ada yang disembunyikanny

pat. Malah terlalu cepat membuatku

ah, mamah juga mengatakan supaya Mas menikah l

t mas Gibran juga menatap aku dengan pandan

idak peduli kamu mandul atau tidak, yang terpenting bagi Mas hanya kamu, dirimu, dan bukan

" Aku menj

m pelukannya, lalu menyandark

at tubuh orang kurus dalam beberapa hari. Secanggih-canggihnya alat atau semanjur-manjurnya obat, tidak

itu gendut, padahal selama ini kurus karena memang badannya tidak terlihat. Vina selalu memakai jaket tebal ke mana-mana, jadi mana bisa kita menyimpulkan dengan send

ahal tadi Mas nyangkanya Vina

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku
Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku
“Usia pernikahanku dengan mas Gibran sudah memasuki usia dua tahun. Namun, aku belum juga dikaruniai seorang anak dan itu membuat mamah mertua yang memang dari awal tidak menyukaiku makin membenci karena tidak bisa memberinya seorang cucu. Berbagai cara sudah mamah mertua lakukan agar aku bercerai dengan suamiku atau paling tidak suamiku mau menikah lagi dengan pilihannya sendiri, tapi jelas saja aku tidak ingin itu terjadi, jadi dengan caraku sendiri semua rencana mamah mertuaku itu gagal. Namun, pada suatu pagi aku tidak sengaja mendengar samar suara tangisan bayi, karena penasaran aku mengikuti sumber suara itu. Selagi langkahku mendekati suara tangisan bayi itu, aku mengingat-ngingat tidak ada rumah tetangga yang mempunyai seorang bayi. Lalu suara tangisan bayi siapa itu? Saat membuka pintu, betapa terkejutnya aku karena menemukan seorang bayi dalam kardus lengkap dengan tali pusarnya yang masih menggantung. Bayi siapa ini? ***”
1 Bab 1 Tangisan bayi di depan pintu rumahku2 Bab 2 Devina yang mendadak kurus3 Bab 3 Memberikan hadiah bagi para CCTV tetangga4 Bab 4 Bayi5 Bab 5 Calon pelakor6 Bab 6 Rencana untuk memergoki ibu kandung baby Aydan7 Bab 7 Ayah kandung baby Aydan8 Bab 8 Calon suami Fika9 Bab 9 Kejutan untuk mamah mertua10 Bab 10 Niat meminta pertandung jawaban11 Bab 11 Pertengkaran antara Bu Yulis dan Devina12 Bab 12 Melabrak Aryo13 Bab 13 Pernikahan 14 Bab 14 Cemburunya mas Gibran bikin dongkol15 Bab 15 Mas Gibran yang mencurigakan16 Bab 16 Perasaan tidak nyaman17 Bab 17 Perempuan yang mengaku hamil anak Mas Gibran 18 Bab 18 Antara tega dan tak tega19 Bab 19 Tidak perlu obat, hanya butuh pelukan20 Bab 20 Rencana Lastri21 Bab 21 Hilangnya rekaman CCTV22 Bab 22 Saatnya beraksi23 Bab 23 Melawan balik wanita ular24 Bab 24 Pengakuan Novi25 Bab 25 Kemarahan mas Gibran26 Bab 26 Laki-laki dari masa lalu27 Bab 27 Janji di masa lalu28 Bab 28 Melupakan29 Bab 29 Kisah cinta30 Bab 30 Positif hamil31 Bab 31 Ketegasan Gibran pada mamah32 Bab 32 Akhir kisah