icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku

Bab 4 Bayi

Jumlah Kata:1034    |    Dirilis Pada: 23/03/2022

ah mau membawa beby Aydan pergi, mamah berkta jujur. "Mamah mau bawa bayi ini ke pa

mun, aku tahu mas Gibran mencoba tidak terpancing dengan ucapan mamah barusan. Aku juga sama m

malah mau mengirim baby Aydan ke panti asuhan?" Ucapku dengan nada t

sa fokus pada program kehamilan kalian. K

baby Aydan ke atas kasur. Mamah jangan bawa dia, aku mohon mah". Suaraku terdeng

sudah dari lama saya tendang kamu dari hidup saya." Mamah melotot marah

" Mas Gibran berucap pelan

earahku yang masih dalam rngkulan mas Gibran. "Kamu sengaja 'kan m

rlaakukan dengan baik. Dengan mamah menyebut Lastri benalu, apa mamah tidak sadar itu juga menyakitiku? Aku

i karena mas Gibran membelaku. Mamah menyimpan kasar ba

lannya, lalu menghampiri bab

Mas Gibran menatapku sendu. Terlihat sekal

salahku sudah membuat hubungan ibu dan anak ini penuh perseturuan, tapi aku tidak punya lag

terbaring di atas kasur sambil memperhatikan kami berdua. "Maafkan papa baby Aydan karena t

rja lagi ya, sayang. Soalny

mas Gibran. Setelah itu barulah

dan yang anteng tengah mengisap jempolnya. "M

*

pagi aku cuci, kebetulan baby Aydan juga langsung tidur sehabis mandi. Baby Aydan sangat anteng, di

arena belum memberi baby Aydan minum susu. Saat aku melihat baby Aydan di

eh, baby Aydan selalu menolak setiap kali aku mau memberinya botol susu. Hatiku berdebar

a pikir panjang aku bergegas mengambil barang seperlunya da

ydan sampai lupa menghubungi mas Gibran. Untung saja mas Gibran yang telepon duluan,

di m

gak mau minum susu." Aduku sambil

ng, ok. Kamu tena

, Ma

itu juga bertepatan dengan mas Gibran yang ba

bil mengatur pernapasannya yang putus-p

s." ucapku dalam menjaw

napas lega, "ayo, Mas temenin. Mas

periksa, aku dan mas Gibran saling menggemgam tangan yang dipenuhi

menyerahkannya. Kuusap pipi gembul dan gemas baby Aydan saat menatapku se

a?" Mas Gibran yang pertama angkat suara karena sudah

a. Alasan baby Aydan tidak mau minum susu karena perutnya sudah penuh. Mungkin dua satu sampai dua

"Tapi Bu Bidan, aku sama sekali belum memberi baby Aydan susu dari pas dia bang

t memeriksa putra Ibu, putra Ibu memang keken

by Aydan minum susu, sayang?

yakin, "aku san

u, segera bawa kesini lagi. Nanti saya akan cek lebih detail lagi. Baga

natap mas Gibran lekat. "Mas, apa mungk

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku
Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku
“Usia pernikahanku dengan mas Gibran sudah memasuki usia dua tahun. Namun, aku belum juga dikaruniai seorang anak dan itu membuat mamah mertua yang memang dari awal tidak menyukaiku makin membenci karena tidak bisa memberinya seorang cucu. Berbagai cara sudah mamah mertua lakukan agar aku bercerai dengan suamiku atau paling tidak suamiku mau menikah lagi dengan pilihannya sendiri, tapi jelas saja aku tidak ingin itu terjadi, jadi dengan caraku sendiri semua rencana mamah mertuaku itu gagal. Namun, pada suatu pagi aku tidak sengaja mendengar samar suara tangisan bayi, karena penasaran aku mengikuti sumber suara itu. Selagi langkahku mendekati suara tangisan bayi itu, aku mengingat-ngingat tidak ada rumah tetangga yang mempunyai seorang bayi. Lalu suara tangisan bayi siapa itu? Saat membuka pintu, betapa terkejutnya aku karena menemukan seorang bayi dalam kardus lengkap dengan tali pusarnya yang masih menggantung. Bayi siapa ini? ***”
1 Bab 1 Tangisan bayi di depan pintu rumahku2 Bab 2 Devina yang mendadak kurus3 Bab 3 Memberikan hadiah bagi para CCTV tetangga4 Bab 4 Bayi5 Bab 5 Calon pelakor6 Bab 6 Rencana untuk memergoki ibu kandung baby Aydan7 Bab 7 Ayah kandung baby Aydan8 Bab 8 Calon suami Fika9 Bab 9 Kejutan untuk mamah mertua10 Bab 10 Niat meminta pertandung jawaban11 Bab 11 Pertengkaran antara Bu Yulis dan Devina12 Bab 12 Melabrak Aryo13 Bab 13 Pernikahan 14 Bab 14 Cemburunya mas Gibran bikin dongkol15 Bab 15 Mas Gibran yang mencurigakan16 Bab 16 Perasaan tidak nyaman17 Bab 17 Perempuan yang mengaku hamil anak Mas Gibran 18 Bab 18 Antara tega dan tak tega19 Bab 19 Tidak perlu obat, hanya butuh pelukan20 Bab 20 Rencana Lastri21 Bab 21 Hilangnya rekaman CCTV22 Bab 22 Saatnya beraksi23 Bab 23 Melawan balik wanita ular24 Bab 24 Pengakuan Novi25 Bab 25 Kemarahan mas Gibran26 Bab 26 Laki-laki dari masa lalu27 Bab 27 Janji di masa lalu28 Bab 28 Melupakan29 Bab 29 Kisah cinta30 Bab 30 Positif hamil31 Bab 31 Ketegasan Gibran pada mamah32 Bab 32 Akhir kisah