icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu

Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu

Penulis: Fetina
icon

Bab 1 Istriku Kenapa

Jumlah Kata:1014    |    Dirilis Pada: 20/02/2022

a

i. Bau banget kalau nggak buru-buru!" Suara

sebelum masuk rumah. Mereka sepertinya

ku saat ini. Aku ingin menyeli

ar aku ambil pel-nya

aper napa? Bocor Mulu tuh.

i seperti itu. Lalu dia ke bela

nyelonong aja!" balas ibu t

hatiku terasa sakit. Mengapa Ibu tega bersikap kasar seperti itu pada Niar

udah pulang nih!" Aku memasuki

ut. Matanya melebar, I

seolah aku tak tau a

a apa-apa, kok!" I

lat pel di tangannya. Aku mem

embentangkan tanganku ingin dipeluk olehnya. Tapi, d

, Bu?" Aku m

ng bersihin bekas ompol Farhan. Tadi anakmu ngom

tai. Setelah selesai, dia ke belakang. Ia tak menggub

u. Ibu masih gugup, la

a Den?" t

ja, Bu. Niar juga

k ada senyum di wajahnya. Aku menangkap gurat kesedihan di matanya.

k cium tangan su

enyum sedikitpun saat mencium tang

?" Ku guncang-gun

ri cengkramanku. Niar malah kembali ke belakang. Aku

Aku benar-benar tak mengerti de

ak sopan. Masa sama suami melengos aja. Bener-b

k ada apa-apa, nggak mungkin Niar seperti itu," desak

apapun, malah mengangk

Yang ada dia ngelunjak, Den!" Ibu berkata sembari membula

*

dan orang tuaku. Aku bekerja di luar kota pulang se

Ibu juga aku beri tiga juta rupiah untuk uang belanjanya. Dan untuk Kakakku aku beri satu juta,

in. Karena aku sudah memberinya lebih. Masa untuk be

uk ke kamar. Lampunya mati saat ak

g! Aku nggak mau kena m

kan lampu jadi masalah. M

yusuin Farhan. Kasian dia juga, gelap

an!" Niar malah

" Aku ketakutan melihat sorot mat

p menyusu

mana

edang senang-sen

Niar, kalau Icha sedan

udnya

ha sedan

n kamu udah dikasih jatah

kut salah jawab. Atau uang yan

ab N

ab

aper aja kamu nggak bisa. Udah, mulai bulan depan, uangnya Abang titip ke Ib

n meronta-ronta di pangkuan Niar ingin menyusu. Tapi Nia

ng yang Abang kasih pasti nggak ada sepeserpun kamu tabung. A

Dia bangkit dari sisi ranjang, dan

itu? Kalau Farhan kenapa-napa gimana coba?" Aku menghampi

.. Aku

ku be

ntar,

gangkat telepon yang

t kembali ke kamar, tapi aku melihat m

wa banyak ba

s belanja n

apat cuan. Eh kapan kamu data

ku. "Hei, Bang Aldo!" A

kabar

ng! Abang

ik, Den! Y

pa kalau harus bicara dengan Niar. Setelah

u melihat ada obat yang sudah terbuka telah di minum Istriku sepertin

diminum Istriku. Ketika ku lihat,

apa Niar meminum

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka