icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu

Bab 2 Istriku Masih Diam

Jumlah Kata:1013    |    Dirilis Pada: 20/02/2022

b

pan. Ku lihat dia nampak biasa saja saat meny

an bekas ia masak. Ibu datang menghampirinya. I

ini cukup luas dan ada lantai duanya. Bisa-bisa

emanggilku untuk makan. Aku

rrel, Ayesa dan Ibu. Farrel dan Ayesa adalah anak-an

ri keberadaan istriku. Ia tak terli

tadi. Mungkin Farha

udah di kamar setelah tadi ia

n saja duluan." Aku akan ke kamar, melihat kea

nti habis makan, baru sus

dia sekarang untuk sarapan bersama? Kasihan dia, mana sedang menyusui kan, Bu?" Aku tak tega jika

awabanku. Segera ku ham

untuk menyalakannya lagi. Bisa-

rhan. Aku mendekatinya,

uk!" Aku mengajaknya kelua

nya. Aku mengangkat wajah istriku, terny

erapikan rambutnya yang m

benci pada dir

tak mengerti dengan apa

" tanyaku sambil m

k mau berkata-kata la

luapkan emosinya. Tak mungkin aku membawanya ke meja

tang. Ia menarik

ayo m

. Tangan Icha lepas dari Niar, aku menya

Sebentar Mam

tarik sampai mamanya mau bangun. Akhirnya ia

ara Farhan kami tinggal di kamar, karena i

njak membersihkan bekas makan

yata Niar sedang cuci piring. Ku lihat semua pekerjaan di

nangis, Kak Ayu sedang sibuk dengan gawainya, da

ya pada Istriku. Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing

ah?" Aku mencoba menghampiri Niar,

h!" jawabn

nyerah. Akan kucoba ter

-jalan, yuk!" Aku jadi teringat dosaku padanya, sejak

ng bantu kerjaan di rumah Ibuku. Tapi ternyata

n itu, karena Ibu memintaku tinggal bersamanya. Katanya sayang

n sudah habis. Salah dia sendiri tak pernah me

k pernah bersisa. Aku heran juga ia belanja apa sampai habis sebesar tujuh juta sebulan.

ak Niar. Dia sudah tak ada di tempat cuci pi

ar di setiap sudut ruangan. Kemana d

ima banyak tamu. Katanya mereka sedang membicarakan sera

ini?" tanya salah seora

nk ah!" jawab Ibu. "Cari yang

ti hargan

yang tanggung biaya se

seragaman? Uang dari mana? M

arin seragaman ibu-ibu. Mending ada ua

sebentar untuk

memanggil Ibu dari balik p

datang menghampiriku

ntuk seragaman Ibu-ibu? Kok

ercanda. Mereka bayar sendi

u mau membayarkan seragaman Ibu-

nyak itu. Tanya aja sama Ayu kalau nggak percaya. Udah ya,

an mencarinya kembali. Urusa

Icha yang sedang diam

Icha lihat nggak?"

n Mama sedang jemur

jemur baju. Niar sepertinya habis mencuci dan menjemur pakaian orang-orang s

a? Hanya Kak Ayu dan Ibu yang sibuk ta

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu
Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu
“Kisah seorang istri bernama Niar yang depresi akibat ditinggal suaminya bekerja di luar kota. Ia harus tinggal bersama mertua dan ipar yang jahat. Uang belanjanya sebesar tujuh juta diambil paksa mertuanya, hingga menyisakan 500 ribu setiap bulannya. Deni--suaminya, merasakan perubahan sikap istrinya. Niar lebih banyak diam saat ada suaminya. Ia menutupi kesedihannya. Namun akhirnya suaminya tau, setelah itu ia mencoba menyelamatkan istrinya dari depresi. Apa yang terjadi selanjutnya?”
1 Bab 1 Istriku Kenapa 2 Bab 2 Istriku Masih Diam3 Bab 3 Ternyata Seperti ini4 Bab 4 Mendesak Ibu Cerita5 Bab 5 Aku tak Mau Bicara Lagi6 Bab 6 Wanita itu Sainganku7 Bab 7 Jalan-jalan Bersama Keluarga8 Bab 8 Baik-baik Sayang9 Bab 9 Silahkan Ambil Uangku, Bu!10 Bab 10 Berhasil Memasang CCTV11 Bab 11 Alasan Penolakan Ibu12 Bab 12 Mencari Kebenaran13 Bab 13 Nasehat Sahabat14 Bab 14 Bu Ratih yang Serakah15 Bab 15 Kecurigaanku Terbukti16 Bab 16 Mengobati Niar17 Bab 17 Kemana semua uangmu, Dek 18 Bab 18 Bukti Sudah di Tangan19 Bab 19 Pindahan Diam-diam20 Bab 20 Bujukan Ibu21 Bab 21 Kejadian di Rumah Kami22 Bab 22 Dijebak oleh Seseorang23 Bab 23 Meyakinkan Niar24 Bab 24 Melindungi Niar25 Bab 25 Perjuangan Niar26 Bab 26 Pengakuan Kak Ayu27 Bab 27 Memberi Pengertian Ibu28 Bab 28 Masa Lalu Keluargaku29 Bab 29 Kejutan untuk Istriku30 Bab 30 Kerasnya Hati Ibu31 Bab 31 Kejadian Menyedihkan32 Bab 32 Aku Temukan Tulisan Ibu33 Bab 33 Kabar Baik untuk Kami34 Bab 34 Bulan Madu ke Sekian Kali35 Bab 35 Ternyata Bang Aldo!