icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penyembuh Luka

Bab 7 Stunning

Jumlah Kata:1388    |    Dirilis Pada: 19/02/2022

. Mendadak air matanya tumpah, ia jijik dengan tubuhnya. Diko tak berperasaan, saat Sarah meminta suaminya

uara gemericik air membuat tangis dan jeritannya

rsandar, ia sudah lebih dulu membersihkan diri di saat S

di meja rias, jam menunjukan pukul satu malam, tak menyurutkan wanita itu melakukan kegiatan mengeringkan rambutnya. Suara alat pengering r

an wajah Sarah dari cermin, lalu

h satu production house, kamu ikut, temani aku k

apan Sarah. Diko memejamkan mata sejenak. Mau tak

ke sana." Diko meletakkan ipad, ia merebahkan tubuh, membiarkan Sara

*

mulai membuat sarapan sederhana, perkara Diko akan memakannya atau t

alat steam pakaian, ia merapikan baju-baju itu lalu ia gantung,

am enam pagi. Ia duduk di kursi meja makan, menyesap teh dan menggigit roti bakar butter dengan keju mozarela. Kedua matanya menatap

embawa pakaian yang sudah selesai di rapikan. Mendadak langkahnya ter

asi. Sarah diam. Ia mengelap bekas kecupan Diko dengan lenga

nya, wanita itu harus hamil, melahirkan, dan akan ia campakan setelah membawa anak mereka. Sudah terlalu jahat pikiran Dik

res warna kuning pucat, dengan sandal slop warna navy, membuat penampilannya santai tapi elegan. Riasan wajah juga sesuai perintah Diko 'tidak menor'

ersisian, Diko melihat kaki Sarah yang masih merah, luka

in malu aku karena luka b

yang menjual gaun pesta merk ternama, mal besar itu je

, seperti pelacur." Ketusnya. Sarah diam, ia berjalan menyusuri toko itu. Diko mengikuti dari belakang, takut S

arah diakhiri senyuman. Diko diam, ia meli

rna silver dengan model terompet panjang selutut, lengan

ya coba?"

uang ganti. Di dalam, Sarah mencoba pakaian itu, ia takjub dengan penampilannya, seulas senyum muncul dari bibirnya, ia m

patu. Diko juga memintanya untuk membeli, masih di toko yang sama. Sepatu warna senada dengan gaun terlihat cocok, Sarah

u, saya

lalu memasangkan ke kaki istrinya. Sangat pas dan cocok, sepatu dengan tinggi 15 cm itu cantik dikenakan Sarah. Untuk kaki kirinya, Diko perlahan memasangkan, terdengar ringisan pelan dari Sarah, namun

*

jas hitam dengan kemeja putih, Sarah keluar dari kamar mandi, ia sudah selesai berpakaia

ealer, dan luka bakarnya juga udah mau sembuh." Sarah memakai sepatu, ia lalu m

enyusul, mereka menaiki mobil sedan mewah hitam kebanggaan Diko. "Duduk di depan," perin

ang terdengar teredam kabin mobil mewah itu. Bahkan, hi

gan kita kecuali teman dekat, dan keluargaku. Semua hanya tau pernikahan kita bahagia. Ingat

arah bergeming. Ia membuka pintu mobil, ikut turun setelah Diko melak

an tangan Diko setia merengkuh pinggang ramping Sarah. Tyo berjalan mendekat, dokt

egitu manis. Sarah... biasa saja. Lalu muncul Russel dan R

sapa Riska sembari

sana, bye..." Riska melambaikan tangan seraya berjalan ke arah suaminya. Sedangkan Russel, ia berdiri di sebelah Sarah. Mereka berem

wanita itu. "Aku ingin mencicipimu, mau berbagi kehangatan dengan adikku, hum?" bisiknya. Lalu berjalan san

ra Diko, meraih jemari tangan Sarah, ia menatap tak

el. Bahkan saat ia dan Diko melewati pria tersebut, se

inkanmu, Russel, dia buay

aya, dan ka

terkejut, karena ia melihat kedua mata Sar

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penyembuh Luka
Penyembuh Luka
“"Seumur hidup aku akan membencimu Sarah!" Itulah kalimat yang meluncur dari mulut tajam Diko, seorang CEO dengan sikap arogan, angkuh dan tidak pernah bersikap ramah kepada wanita lain kecuali tunangannya bernama Abel. Sangat di sayangkan karena pertunangan mereka harus batal karena tuntutan Ayah Diko yang memaksa pria itu menikahi anak musuh bebuyutannya yang sudah meninggal, Sarah, yang dijadikan jaminan. Sarah marah, kecewa dengan mendiang Ayahnya. Nasi sudah menjadi bubur, wanita yang baru lulus kuliah jurusan ekonomi itu, terpaksa menjadi tahanan di istana suaminya. Dipermalukan, direndahkan, dipaksa, juga di jadikan bahan bulan-bulanan teman Diko. Perlahan, sikap Diko berubah, saat ia mulai menyadari banyak lelaki yang mengejar Sarah walau berstatus istrinya dan menimbulkan sikap protektif berlebihan dari pria tersebut, tetapi, Diko tak sadar jika sudah mematahkan apa yang ada di dalam diri Sarah. Mampukah Diko menyatukan apa yang sudah ia patahkan pada Sarah, juga menyembuhkan hati yang terkoyak, bukan karena perselingkuhan, namun karena HARGA DIRI yang TERINJAK?”