icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penyembuh Luka

Bab 5 Fakta lain

Jumlah Kata:1425    |    Dirilis Pada: 19/02/2022

h sa

. Suara detak jam dinding memecah kesunyian, telinga Sarah menangkap suara itu dengan baik. Ia membuka mata perlahan,

las Tyo segera berjalan menghampiri. Pria dengan jas putih itu segera mengecek kondisi Sarah. Sedangkan Juan mendadak membeku di tempat. I

at demam, ya, lewat cairan aja. Sebentar," uj

atapnya, namun tatapan itu kosong. Sina

n itu anakku, kan?" tanyanya dengan keberani

Sarah kembali terpejam, wajah cantik dengan kulit putih itu membuat Juan merasa bersalah. Ia sadae kebejatannya. Pe

ahanku, Sar, aku ingin bertemu denganmu, karena aku memimpikanmu beberapa malam ini, dan aku memaksakan datang ke rumah, sampai aku lihat kamu

u. Kalau pun Diko nggak mau, aku akan bawa kamu lari. Menyelamatkan anak itu. Sara

ah anak yang saat itu ada di rahimnya, ia tak akan bisa mera

yuntikan obat penurun demam. Juan menunduk, tam

ow yang pesertanya dari berbagai negara. Kalau kamu bosan di rumah, lihat acara TVku, Sar,

rawat. Sarah masih memejamkan matanya. Tyo

esanku di baca. Kamu kuat, suatu hari kamu pasti keluar dari sana, bebas dari Diko." Kalimat Tyo membuat Sarah

ah pelan. Tyo mengangguk seraya tersenyum tipis. Pe

erpikir, apa dirinya masih memiliki kebahagiaan, dan tujuan hidup. Kurang dari dua bulan, h

i..." panggi

gi, Tyo?" tanya Sarah dengan t

r dan menyesal karena kesalahannya. Dia... memang terlalu menci

kemudian. "Apa resep obat penenang itu, bisa

ng aku kasih. Aku nggak bisa resepin sekarang, aku nan

Aku cuma butuh

aku nggak tau, Sar, tujuan kamu apa sama oba

amu bisa baca pikiranku." Lanjut Sarah d

aku, Tyo? Kamu seharusny

kon. Aku butuh uang Diko untuk penelitianku, tetapi aku masih punya hati untuk menolong orang lain. Aku dokter, harus sembuhin dan to

au kamu tulus tolong aku, a

nita hamilku banyak. Kau mau makan apa? Biar aku pesankan, makanan klinik cenderung hambar, sudah standarnya

cou

a Abel nggak cerita kalau dia sakit! Justru Papa dan kalian

angan lo lupain it

inta cari orang yang bisa pantas buat lo. Sayangnya itu nggak mudah, dan yang ada di depan

padahal Abel juga yang mau. Setahun belakang baru ketahuan sakitnya itu. Keluarga Abel cuma bisa ikut

u-buku jarinya memutih. "Intinya. Apa yang k

semakin melambung tinggi. Jangan karena rasa cinta lo ke Abel, lo korbanin kita semua. Orang-orang tau siapa kita. Bersikap baik lo sa

at lo sedih dengan sakitnya dia dan dia nggak ma

Dengan dia lakuin ini, dia salah kalau bilang gue nggak sedih dan bi

urat wajah yang menonjol, rahangnya mengeras, napasnya juga memburu cepat karena luap

jadi kena imbas, juga terseret di permainan ini. Kalau lo nggak bisa cinta sama dia, setidaknya jangan lo sak

bisa pisah, atau bertahan dengan tetap dikeadaan ini. Tahta lebih berkuasa dari pada cinta. Lo harus tau itu,

imple, namun, terlalu berbah

ama waktu di kampus. Mama tersaingi dengan wanita itu. Dan itu membekas samp

dan nanti Papa akan atur lagi kepemimpinan perusahaan. Kalian berdua mau di posisi CEO juga

Papa untuk pecah kepemimpinan, jadi, setiap bisnis akan punya CEO sendiri, nggak kayak sekarang yang semua di satuin jadi satu nama dan elo yang pimpin. So..., sang

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penyembuh Luka
Penyembuh Luka
“"Seumur hidup aku akan membencimu Sarah!" Itulah kalimat yang meluncur dari mulut tajam Diko, seorang CEO dengan sikap arogan, angkuh dan tidak pernah bersikap ramah kepada wanita lain kecuali tunangannya bernama Abel. Sangat di sayangkan karena pertunangan mereka harus batal karena tuntutan Ayah Diko yang memaksa pria itu menikahi anak musuh bebuyutannya yang sudah meninggal, Sarah, yang dijadikan jaminan. Sarah marah, kecewa dengan mendiang Ayahnya. Nasi sudah menjadi bubur, wanita yang baru lulus kuliah jurusan ekonomi itu, terpaksa menjadi tahanan di istana suaminya. Dipermalukan, direndahkan, dipaksa, juga di jadikan bahan bulan-bulanan teman Diko. Perlahan, sikap Diko berubah, saat ia mulai menyadari banyak lelaki yang mengejar Sarah walau berstatus istrinya dan menimbulkan sikap protektif berlebihan dari pria tersebut, tetapi, Diko tak sadar jika sudah mematahkan apa yang ada di dalam diri Sarah. Mampukah Diko menyatukan apa yang sudah ia patahkan pada Sarah, juga menyembuhkan hati yang terkoyak, bukan karena perselingkuhan, namun karena HARGA DIRI yang TERINJAK?”