icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ragu yang Berujung Temu

Bab 3 Wajah-wajah Ceria

Jumlah Kata:1067    |    Dirilis Pada: 18/02/2022

pai di sekolah. Kebetulan Kholifah sudah datang l

Kholifah yang hanya dibalas

rburu-buru. "Assalamualaikum, Bu. Maaf banget nih aku telat," u

salah seorang di antara mereka. Sedangkan Mikha berusaha mengendalikan gemuruh dalam hatinya se

umen-dokumen sekolah termasuk rapor siswa. Sedangkan yang satu lagi berisi penuh mainan. Seperti biasanya, Mikha mendekati lemari yang berisi mainan, mengambil beber

idup di air, kan?" Kholifah menyodorkan

ang tanaman?" Mikha segera meletakkan satu potongan kertas berpola ikan itu pad

tadi kamu berangkat bareng Salw

di jalan," jawabnya. "Alhamdulillah, cukup gam

lebih dulu beranjak meninggalkan ruangan, lalu meng

ambil berlalu di hadapan Kholifah. Setelah itu Mikha menghampiri murid-murid kelasnya yang sudah

uara itu terdengar melengking-aba-aba ag

awab dengan serempak, lalu m

itu tampak menyelisik satu per satu temannya yang sedang melur

agu mars Syifatun Najj

itu riangnya. Sedangkan Mikha masih berdiri di sebelah kanan Sal

setelah seluruh muridnya selesai bernyanyi. Dengan sedikit menggeser posisi berd

mannya untuk segera berpakaian rapi agar salat Duha bisa segera dilaksanakan. Tidak lama berselang, Mikha turut

idnya dengan senyuman paling manis yang dia miliki. Mikha tahu bila anak-anak seusia muridnya ini sangat menyukai rona wajah yang semringah

arang ayo kita angkat kedua telapak tangannya dulu terus baca doa bersama." Mikha segera mengangkat kedua telapak tangannya untuk memberikan contoh. Setelah itu dia langsung memimpin d

dah tidak sabar pun mulai bertanya, "I

a belum selesai. Iya kan, Bu?" timpal

Mikha lembut. "Yuk d

semua segera duduk di tikar yang sudah terhampar. TK Syifatun Najjah bukannya tidak punya kursi, hanya saja murid-m

mbuka pertemuan kali itu. "Assalamualaiku

sangat semangat untuk menjawab salam. Binar keceriaan terpancar dari wajah-wajah polos itu. Momen s

ang hidup di air itu ada apa saja sih?" tanya Mikha, dia melakukan metode

an anjing laut, Bu,"

jawaban Kevin. "Ada kuda laut juga

kan belajar tentang ikan, ya?" Dengan hati-hati Mikha membagikan buku gambar yang sudah dia persiapka

i?" tanya Salwa sambil mengangkat buku gamba

Mikha kembali berkecamuk. Andai kemampuan bicaranya itu dapat memengaruhi hati suaminya sedikit saja, mungkin suasana rumah akan terasa lebih hidup dan hangat.

ntu mereka mengeja kalimat 'i-k-a-n' dengan benar, begitulah kewajibannya. Menjadi guru TK bukan suatu hal yang gam

lah di TK Syifatun Najjah. Hal itu pula yang membuat Mikha terus berharap suatu saat nanti dia juga bisa meluluhkan hati suaminya. Dia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ragu yang Berujung Temu
Ragu yang Berujung Temu
“Terjebak di antara dua cinta bukan perkara yang gampang bagi Mikha. Seharusnya dia bahagia karena Khalil - lelaki yang dia cintai selama sepuluh tahun terakhir akhirnya mulai mendekatinya. Tetapi kenyataannya Khalil datang saat dia sedang dekat dengan Malik - lelaki pengangguran yang belum lama dia kenal. Kedua lelaki berkharisma itu ingin menikahi Mikha. Hal itu membuat Mikha harus segera memilih, terlebih karena dia juga tidak ingin memberikan harapan palsu kepada salah satunya. Sayangnya, setelah menikah dia justru tidak pernah merasakan sentuhan suaminya sejak malam pertama pernikahan. Mikha terancam akan diceraikan. Kejadian buruk selalu saja mengguncang kehidupan rumah tangganya. Bahkan saat hubungan dengan suaminya hampir membaik, dia justru melihat secara langsung jika ada perempuan lain yang sangat gigih mendekati suaminya. Haruskah Mikha mengalah pada keadaan sementara dialah yang telah mengambil keputusan untuk menikah? Mikha tetap berharap tetes air matanya dapat menciptakan keajaiban.”
1 Bab 1 Cinta yang Sebenarnya Didamba2 Bab 2 Muhasabah Cinta3 Bab 3 Wajah-wajah Ceria4 Bab 4 Terancam5 Bab 5 Surat6 Bab 6 Mengenang Masa Lalu7 Bab 7 Semakin Dekat8 Bab 8 Ada Harapan9 Bab 9 Cinta Pertama10 Bab 10 Memberanikan Diri11 Bab 11 Mulai Ada Kita12 Bab 12 Datang Untukmu13 Bab 13 Terlambat14 Bab 14 Selangkah untuk Maju15 Bab 15 Pernyataan16 Bab 16 Hampir Merenggang17 Bab 17 Kecewa18 Bab 18 Luka Baru19 Bab 19 Gerbang Harapan20 Bab 20 Menyerah21 Bab 21 Hati yang Patah22 Bab 22 Semakin Rumit23 Bab 23 Meminta Kesempatan24 Bab 24 Tujuan25 Bab 25 Lamaran26 Bab 26 Pagi Penuh Luka27 Bab 27 Sikap Manis28 Bab 28 Drama29 Bab 29 Renjana yang Terluka30 Bab 30 Kalap31 Bab 31 Aku Istrimu!32 Bab 32 Menyerah33 Bab 33 Chat Pribadi34 Bab 34 Kabar Kehamilan35 Bab 35 Terlalu Sempurna36 Bab 36 Permintaan Maaf37 Bab 37 Lebih Baik38 Bab 38 Merasa Aneh